Kultur Darah, Ini Yang Harus Anda Ketahui

Apa itu? Pemeriksaan ini disebut dengan kultur darah. Metode yang satu ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya mikroorganisme di dalam darah, seperti jamur, bakteria atau parasit.
Dipublish tanggal: Agu 16, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 6, 2020 Waktu baca: 4 menit
Kultur Darah, Ini Yang Harus Anda Ketahui

Anda pasti pernah melakukan tes darah lengkap yang bertujuan untuk mengetahui golongan darah dan beberapa hal lain. Namun, ada satu metode pemeriksaan darah yang berbeda dari tes yang biasa Anda jalani. 

Apa itu? Pemeriksaan ini disebut dengan kultur darah. Metode yang satu ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya mikroorganisme di dalam darah, seperti jamur, bakteria atau parasit. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antibiotik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 24

Dalam kondisi normal, darah seharusnya bersih dari berbagai mikroorganisme. Namun, jika terdapat mikroorganisme yang bersarang di dalam darah, maka akan terjadi infeksi yang disebut dengan bakteremia atau septikemia. 

Nah, apabila kondisi ini tidak segera ditangani, maka mikroorganisme akan terus menyebar sehingga memyebabkan penderita mengalami sepsis, yaitu reaksi peradangan diseluruh tubuh. 

Terdapat beberapa bakteri yang dapat sembuh dengan sendirinya jika tidak menimbulkan gejala yang serius atau tidak terdeteksi, seperti Streptococcus pneumoniae atau Salmonella

Namun, apabila bakteremia muncul dengan inkfesi yang serius, seperti pneumonia atau meningitis, segera lakukan pengananan agar tidak menyebabkan masalah yang buruk. Sebab bakteremia yang terabaikan dapat menimbulkan kematian. 

Indikasi kultur darah 

Apabila terdapat bakteremia dalam darah, maka tes kultur darah akan direkomendasikan untuk dilakukan. 

Gejala--gejala yang muncul jika terdapat bakteremia, meliputi sakit kepala, lemas, sesak napas, menggigi, demam, jantung berdebar, dan nyeri otot

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Kondisi ini harus ditangani dengan baik agar tidak berkembang menjadi sepsis. Pasalnya, peradangan yang terjadi diseluruh tubuh dapat disertai dengan kerusakan berbagai organ dalam tubuh. 

Gejala sepsis yang muncul dapat berupa pusing, mual, kulit berbintik-bintik, tekanan darah yang menurun, penurunan kesadaran, dan berkurangnya produksi urin karena turunnya fungsi organ tubuh. 

Meskipun demikian, pemeriksaan ini lebih direkomendasikan bagi seseorang yang telah selesai menjalani pembedahan, menjalani operasi katup jantung, atau sedang melakukan pengobatan dengan obat imunosupresif. 

Pasalnya, setelah menjalani beberapa prosedur medis tersebut, pasien lebih berisiko untuk mengalami peradangan diseluruh tubuh (sepsis). Tidak hanya bagi pasien pasca operasi, bayi dan anak-anak juga sangat dianjurkan untuk menjalani kultur darah apabila diduga terdapat infeksi.

Selain  proses pembedahan, terdapat beberapa faktor lain yang membuat mikroorganisme berkembangbiak dan menyebar di dalam darah. 

Seseorang direkomendasikan untuk menjalani prosedur kultur darah apabila menderita diabetes, kanker, penyakit autoimun, dan HIV/AIDS. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Peringatan kultur darah 

Meskipun tidak menimbulkan efek samping atau komplikasi yang serius, ada beberapa risiko yang harus diperhatikan sebelum menjalani prosedur kultur darah, seperti: 

  1. Infeksi 
  2. Pingsan 
  3. Hematoma, yakni terjadi pendarahan di bawah jaringan kulit 
  4. Pendarahan, hal ini bisa terjadi ketika pasien memiliki gangguan pembekuan darah atau mengonsumsi obat pengencer darah (aspirin atau warfarin)
  5. Phlebitis, kondisi dimana tempat pengambilan darah mengalami pembengkakan

Persiapan kultur darah 

Tidak seperti prosedur medis lainnya, ketika akan menjalani proseur kultur darah, pasien tidak perlu melakukan persiapan khusus. 

Namun, pasien wajib memberi tahu dokter mengenai obat-obatan dan suplemen makanan yang dikonsumsi agar tidak memengaruhi hasil pemeriksaan. 

Prosedur pengambilan sample darah 

Dibawah ini terdapat beberapa langkah yang biasa dilakukan untuk mengambil darah guna mengetahui adanya mikroorganisme yang bersarang di dalam darah. 

  • Sterilisasi kulit di lokasi pengambilan darah dengan cara dibersihkan menggunakan antiseptik. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi dan sampel darah terkena bakteri. Lokasi pengambilan biasanya di pembuluh vena di lengan atas. 
  • Setelah sterilisasi, dokter akan memasukkan jarum steril ke pembuluh vena pasien, dan memasang botol kecil yang berguna untuk menampung darah pasien. Tidak hanya pada satu lokasi, biasanya dokter akan mengambil darah pasien dari beberapa lokasi yang bertujuan untuk mendeteksi jamur atau bakteri dengan baik. Pada orang dewasa 2-3 lokasi. 
  • Setelah proses pengambilan darah selesai, titik pengambilan sample akan ditutup dengan plester khusus agar tidak terjadi infeksi dan pendarahan. Sampel darah yang sudah diambil akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. 

Prosedur pemeriksaan kultur darah 

Pada proses pemeriksaan, sampel darah pasien yang sudah diambil akan ditempatkan dalam medium khusus, biasanya medium berbentuk cair. 

Medium ini kemudian akan disimpan di dalam ruangan khusus agar mikroorganisme yang diduga ada di dalam darah dapat bertumbuh. 

Waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui ada tidaknya mikroorganisme dalam darah berbeda-beda, tergantung pada jenis jamur atau bakteri yang ingin dilihat. 

Namun, rata-rata waktu yang dibutuhkan bakteri untuk berkembang biak adalah 5 hari. Tetapi, ada juga bakteri yang bahkan menghabiskan waktu hingga 4 minggu untuk dilihat pertumbuhannya. 

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa terdapata bakteri di dalam darah pasien, maka dokter dapat menguji ketahanan bateri akan antibiotik

Tindakan ini disebut juga dengan tes resistensi, dan dilakukan selama 24-48 jam untuk menentukan jenis antibiotik yang paling ampuh untuk membunuh bakteri yang tersebar di dalam darah. 

Jika sampel darah dari beberapa lokasi pengambilan menunjukkan hasil yang berbeda, maka diduga bahwa telah terjadi infeksi pada kulit atau sampel telah terkontaminasi bakteri. 

Jika tidak ada bakteri yang tumbuh setelah dibiarkan selama beberapa hari, maka dapat disimpulkan bahwa darah pasien bersih dari mikroorganisme. 

Meskipun demikian, jika pasien tetap mengalami gejala-gejala yang sama dengan hasil positif, maka dokter bisa menyarankan pasien untuk menjalani tes tambahan guna memastikan adanya infeksi. 

Yang harus diketahui ialah medium yang digunakan sebagai tempat tumbuh virus berbeda dari medium tumbuh untuk bakteri atau jamur. Karenanya, pasien disarankan untuk melakukan tes tambahan apabila diduga terkena infeksi virus. 

Setelah kultur darah 

Jika ditemukan mikroorganisme yang bersarang dalam darah pasien setelah prosedur selesai, maka dokter akan memberikan antibiotik atau antijamur untuk membasmi bakteri yang ada. 

Jika bakteri yang menjadi penyebab infeksi, maka antibiotik diberikan melalui suntikan. 

Namun, apabila antibiotik yang efektif untuk membunuh bakteri sudah diketahui setelah tes resistensi, maka pengobatan antibiotik akan diberikan sesuai dengan hasil tes tersebut. 

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Susceptibility testing: At a glance. (2016, January 20) (https://labtestsonline.org/understanding/analytes/susceptibility/tab/glance/)
Ramachandran, G. (2014, January). Gram-positive and gram-negative bacterial toxins in sepsis. Virulence, 5(1), 213-218. Retrieved by (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3916377/)
Blood culture: The test. (2015, November 9) (http://labtestsonline.org/understanding/analytes/blood-culture/tab/test)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app