Berbagai Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Dipublish tanggal: Nov 5, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 3 menit
Berbagai Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Orang yang terkena diabetes harus benar-benar menjaga asupan makannya supaya gula darahnya tetap terkendali. Sebab jika tidak, diabetes yang tidak terkontrol tidak hanya bisa memperparah gejalanya, tapi juga memicu berbagai komplikasi diabetes yang bisa membahayakan tubuh. 

Komplikasi diabetes terbagi menjadi 2 kategori, yaitu komplikasi akut (jangka pendek) dan komplikasi kronis (jangka panjang). Komplikasi penyakit diabetes melitus bisa terjadi dan menyerang bagian dan organ tubuh lainnya. 

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan Gula Darah (Diabetes) via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket gula darah (diabetes) hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h02 gula darah %28diabetes%29

Komplikasi diabetes yang akut

Komplikasi akut adalah jenis komplikasi diabetes yang mengintai dalam jangka pendek. Komplikasi akut dapat terjadi ketika kadar gula darah meningkat atau menurun secara drastis.

Komplikasi diabetes akut harus segera ditangani oleh dokter. Sebab jika terlambat, hal ini dapat membahayakan tubuh pasien bahkan bisa menyebabkan kematian. 

Berbagai penyakit yang dapat terjadi akibat komplikasi diabetes akut adalah:

1. Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah menurun secara drastis. Hal ini umumnya disebabkan oleh konsumsi obat antidiabetes yang cukup banyak, sehingga kadar insulin dalam tubuh jadi terlalu banyak. Akibatnya, kadar gula darah justru merosot tajam.

Selain itu, penyebab hipoglikemia juga bisa karena sering telat makan. Gejala hipoglikemia meliputi tubuh gemetar, keringat dingin, detak jantung cepat, penglihatan kabur, sakit kepala, hingga pusing. Tak hanya itu, kadar gula yang terlalu rendah juga dapat membuat seseorang menjadi lemas, pingsan, dan bahkan koma. 

2. Ketosiasis diabetik

Berbeda dengan hipoglikemia, ketosiasis diabetik disebabkan karena adanya peningkatan kadar gula darah yang terlalu tinggi. Tubuh tidak dapat menggunakan gula di dalam tubuh sebagai bahan bakar, sehingga tubuh harus mengolah lemak dan menjadikan zat keton menjadi sumber energi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Hal ini menyebabkan zat asam semakin menumpuk di dalam darah. Bila tidak segera ditangani, seseorang dapat mengalami dehidrasi, sesak napas, koma, hingga kematian. 

3. Hyperosmolar hyperglycemic state (HHS)

Komplikasi diabetes akut yang satu ini cukup membahayakan karena memiliki tingkat kematian hingga 20%. Hyperosmolar hyperglycamic state (HHS) terjadi karena adanya peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh yang sangat tinggi dalam waktu tertentu. Berbagai gejala HHS meliputi haus berkepanjangan, lemas, kejang-kejang, hingga koma. 

Berbagai komplikasi akut ini harus diperhatikan dan ditangani secara khusus oleh dokter agar tidak berlanjut menjadi kondisi yang membahayakan.

Komplikasi diabetes kronis

Komplikasi kronis adalah jenis komplikasi diabetes yang berlangsung secara bertahap. Hati-hati, kadar gula darah tinggi yang tidak terkendali dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan yang serius pada organ tubuh lain. 

Berbagai komplikasi diabetes yang tergolong kronis antara lain:

1. Retinopati diabetik

Komplikasi diabetes kronis yang paling umum adalah rusaknya pembuluh darah pada retina, dalam istilah medis disebut dengan retinopati diabetik. Kondisi ini bahkan dapat menyebabkan kebutaan, katarak, dan glaukoma.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan Gula Darah (Diabetes) via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket gula darah (diabetes) hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h02 gula darah %28diabetes%29

Itulah sebabnya, penderita diabetes melitus harus rutin memeriksa kesehatan mata mereka agar tidak terjadi kerusakan. 

Baca Selengkapnya: 4 Penyakit Mata Ini Menghantui Penderita Diabetes

2. Nefropati diabetik

Tingginya kadar gula dalam tubuh tentu akan membuat kerja ginjal menjadi lebih berat. Komplikasi diabetes ini bahkan dapat menyebabkan ginjal gagal berfungsi dan menyebabkan kematian.

Pada tahap awal, kondisi ini memang tidak memperlihatkan gejala apa pun. Namun, pada tahap yang lebih serius maka penderita akan merasa mudah lelah dan mengalami pembengkakan pada kaki. 

3. Neuropati diabetik 

Diabetes yang tidak terkontrol dapat memicu kerusakan saraf, baik secara langsung maupun tidak langsung. Rusaknya saraf dapat menyebabkan terjadinya ganguuan sensorik baik berupa kesemutan, mati rasa, nyeri, hingga gangguan pencernaan.

Untuk menghindari berbagai komplikasi diabetes tersebut, maka setiap penderita diabetes melitus harus terus memperhatikan kadar gula darahnya. Risiko komplikasi diabetes dapat dihindari dengan menerapkan pola hidup sehat, mengatur asupan gizi, hingga mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter.

Pastikan untuk terus mengecek kadar gula darah secara rutin agar tetap dalam batas normal. Seimbangkan juga dengan rajin berolahraga dan menghindari merokok supaya tubuh Anda tetap sehat dan terhindar dari risiko komplikasi diabetes.

Baca Juga: 11 Makanan yang Menjadi Pantangan Penderita Diabetes

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Complications of diabetes. Diabetes UK. (https://www.diabetes.org.uk/guide-to-diabetes/complications)
Diabetes Complications & Long-Term Risks. Cleveland Clinic. (https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11877-diabetes-complications)
Diabetes & Preventing Complications. Cleveland Clinic. (https://my.clevelandclinic.org/health/articles/10675-diabetes-preventing-complications)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app