Komplikasi Demam pada Anak

Dipublish tanggal: Sep 19, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 3 menit

Demam pada anak dalam usia kisaran 6 bulan sampai 5 tahun dapat memicu kejang demam. Kejam demam atau penyakit step adalah kejang pada anak yang dipicu oleh demam bukan kelainan otak. 

Kejang demam terlihat seperti penyakit yang menakutkan sehingga membuat orang tua khawatir, tetapi kejang demam umumnya tidak menimbulkan dampak dan gejala yang serius.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Ketika mengalami kejang demam, tubuh anak akan berguncang hebat diiringi gerakan menyentak di lengan dan tungkai (seluruh kaki dari pangkal paha ke bawah), serta kehilangan kesadaran. 

Orang tua juga perlu waspada jika kejang yang dialami oleh anak terjadi selama lebih dari 5 menit dan diiringi dengan muntah, leher kaku, dan sesak napas.

Bila anak Anda mengalami kejang demam, segera beri pertolongan pertama untuk anak Anda. Sebelum itu, Bunda disarankan untuk tidak panic dan diharapkan tetap tenang agar mampu memberikan pertolongan pertama dengan baik. Berikut langkah-langkag untuk pertolongan pertama saat anak mengalami kejang demam:

  • Buka atau longgarkan pakaian anak terutama pada bagian leher.
  • Jangan meletakkan benda apa pun di mulut anak, termasuk minuman dan obat-obatan.
  • Letakkan anak di tempat yang datar, dan tempat tersebut luas dan bebas, sehingga tidak akan membentur atau tertimpa benda tertentu saat kejang.
  • Posisikan anak tidur menyimpang, untuk mencegahnya tersedak saat kejang.
  • Catat berapa lama anak mengalami kejang.
  • Singkirkan benda tajam dari jangkaun anak.
  • Tetap pegang anak untuk mencegah cedera.
  • Ucapkanlah kata-kata yang menenangkan agar anak merasa lebih nyaman.
  • Amati kondisinya saat kejang, terutama bila dia kesulitan bernapas atau wajahnya menjadi pucat dan kebiruan. Ini menandakan bahwa ia kekurangan oksigen dan membutuhkan penanganan medis secepatnya.
  • Jika memungkinkan, rekam kejadian saat anak sedang kejang, sehingga dokter bisa mengetahui dengan pasti seperti apa kejang yang dialami anak.

Saat anak sedang kejang, jangan mencoba paksa untuk menghentikan kejang pada anak, karena pada umumnya kejang akan berhenti dengan seiring waktu. 

Kejang demam pada umumnya hanya berlangsung selama 1-2 menit. Setelah kejang berhenti, segera bawa anak ke dokter agar dapat diperiksa oleh dokter apa yang menyebabkan demam pada anak. Apabila kejang berlangsung selama lebih dari 5 menit, Anda harus segera mencari pertolongan medis.

Kejang demam pada sebagian besar yang terjadi pada anak tidaklah berbahaya dan bukan merupakan tanda adanya epilepsy atau kerusakan otak. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Kejang demam juga tidak menyebabkan anak mengalami penurunan kemampuan belajar atau gangguan mental. Tetapi sebagai orang tua tetap perlu untuk waspada. 

Karena ada beberapa kasus yang jarang terjadi, demam yang diikuti dengan kejang dapat menjadi tanda dari meningitis atau radang selaput otak disebabkan oleh bakteri atau virus yang bergerak menuju meninges melalui aliran darah atau pun gangguan serius lainnya yang akan membahayakan Si Kecil.

Komplikasi Kejang Demam

Kejang demam sederhana tidak mengakibatkan kerusakan pada otak maupun kecactan mental. Salah satu komplikasi dari kejang demam adalah kemungkinan mengalami kejang demam kembali di kemudian hari dengan risiko yang lebih besar jika:

  • Jeda waktu antara awal demam dengan munculnya kejang cukup singkat.
  • Kejang demam pertama kali terjadi ketika suhu tidak terlalu tinggi.
  • Usia anak di bawah 18 bulan ketika mengalami kejam demam pertama.
  • Memiliki anggota keluarga lain yang juga pernah mengalami kejang demam.

Anak yang pernah mengalami kejang demam memiliki risiko menderita epilepsi di kemudian hari, tetapi risiko ini terjadi pada anak yang mengalami kejang kompleks. 

Selain epilepsi, bisa juga anak penderita kejang demam berisiko mengalami kelainan otak atau ensefalopi, namun hal ini sangat jarang terjadi.

Maka dari itu, saat Si Kecil mengalami kejang, Bunda perlu memberikan pertolongan pertama kejang demam dengan tepat. Perlu diingat kembali, diusahakan Bunda tetap tenang saat memberi pertolongan pertama kepada anak. 

Jika anak mengalami kejang demam dan membutuhkan pertolongan darurat, segeralah bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat jika tidak ingin terjadi sesuatu yang lain terhadap anak Anda.

20 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Cover your cough. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/flu/protect/covercough.htm.
When and how to wash your hands. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/handwashing/when-how-handwashing.html.
Febrile seizures fact sheet. National Institute of Neurological Disorders and Stroke. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Febrile-Seizures-Fact-Sheet.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app