HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Keratosis Lichenoid - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Apr 29, 2019 Update terakhir: Jun 25, 2020 Waktu baca: 3 menit

Keratosis lichenoid adalah kondisi kulit yang biasanya muncul berupa plak tunggal, kecil, sedikit meninggi dari permukaan kulit, adanya area yang menebal, atau papula. Kondisi ini juga biasa disebut sebagai:

  • keratosis lichenoid jinak
  • lichen planus seperti keratosis
  • lichen planus solliter

Keratosis lichenoid biasanya muncul selama tiga bulan hingga lebih dari satu tahun.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Namun, dalam beberapa kasus keratosis lichenoid dapat disalah artikan sebagai jenis kondisi kulit lainnya, termasuk kanker kulit. Jika Anda melihat adanya perubahan pada kulit, Anda harus selalu meminta dokter untuk memeriksanya.

Penyebab dan faktor resiko Keratosis Lichenoid

Penyebab pasti keratosis lichenoid sampai saat ini masih tidak diketahui. Kemungkinan penyebabnya karena reaksi peradangan. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda secara keliru menyerang kulit Anda sendiri. 

Reaksi ini dapat dipicu oleh paparan sinar matahari yang berlebihan atau sinar UV, iritasi kulit, dan beberapa obat-obatan. Penelitian menunjukkan bahwa hampir 50 persen orang dengan keratosis lichenoid memiliki mutasi genetik yang sama yang terlibat dalam lentigo dan keratosis seboroik.

Faktor resiko

Keratosis lichenoid lebih sering terjadi pada wanita tetapi juga terjadi pada pria. Penyakit ini paling umum terjadi pada wanita di usia 50 dan 60 tahun. Namun, saat ini sudah dapat terlihat pada orang yang berusia 30 hingga 80 tahun.

Faktor risiko meliputi:

  • Usia pertengahan atau lebih tua
  • Kulit putih
  • Ras Eropa
  • Mata berwarna terang
  • Rambut pirang atau merah
  • Riwayat tanning di bawah sinar matahari

Tanda dan gejala Keratosis Lichenoid

Keratosis lichenoid paling sering ditemukan pada:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12
  • Dada
  • Punggung atas
  • Bahu
  • Lengan bagian atas
  • Lengan bawah

Kadang-kadang dapat juga terjadi pada daerah kepala, wajah, dan leher. Keratosis lichenoid biasanya mempengaruhi kulit yang sering terkena sinar ultraviolet (UV) dari paparan sinar matahari.

Keratosis lichenoid biasanya tidak memiliki gejala khusus. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan:

  • Gatal
  • Rasa terbakar
  • Rasa tersengat
  • Rasa kencang pada kulit
  • Nyeri tekan atau rasa ketidaknyamanan

Keratosis lichenoid biasanya terlihat seperti lesi bulat kecil atau oval di permukaan kulit. Ukurannya bisa berkisar dari 3 milimeter hingga satu sentimeter atau lebih. 

Keratosis lichenoid mungkin terlihat seperti luka atau kutil yang tumbuh. Penyakit ini mungkin akan tampak meradang atau merah, atau seperti bercak kering bersisik di kulit. 

Jika Anda menyentuh area tersebut mungkin akan terasa kering, kasar, halus, menimbul, atau lebih tebal dibandingkan dengan area kulit lainnya.

Cara mencegah terjadinya Keratosis Lichenoid

Untuk mencegah terjadinya keratosis lichenoid langkah yang dapat Anda lakukan salah satunya yaitu dengan cara menghindari paparan sinar matahari secara langsung. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Lindungi kesehatan kulit Anda dengan menggunakan sunblock atau sunscreen saat keluar ruangan. Konsultasikan kembali ke dokter kulit mengenai cara terbaik untuk mencegah terjadinya keratosis lichenoid.

Cara mengobati Keratosis Lichenoid

Diagnosis Keratosis Lichenoid

Dermoscopy

Dokter spesialis kulit mungkin dapat mendiagnosis keratosis lichenoid dengan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Dokter juga dapat melihat daerah tersebut dengan mikroskop khusus kulit. Alat tersebut disebut juga dengan dermoscopy.

Dermoscopy menggunakan mikroskop berdaya tinggi untuk membantu mendiagnosis keratosis lichenoid dan kondisi kulit lainnya. Alat medis ini bukanlah alat yang invasif. 

Alat non invasif berarti, seorang spesialis kulit dapat melihat langsung ke area tersebut dan melihat area bawah kulit tanpa perlu memotong kulit tersebut. Dermoscopy memungkinkan dokter spesialis kulit untuk melihat sel-sel kulit dan pembuluh darah di dalam dan di bawah kulit.

Dokter Anda mungkin akan menggunakan minyak mineral atau cairan ke kulit Anda untuk membantu melihat dan mengambil foto di daerah tersebut dengan dermoscopy. Prosedur ini sangat sederhana dan tidak menimbulkan rasa nyeri.

Biopsi

Anda mungkin juga memerlukan tindakan biopsi kulit. Biopsi dilakukan dengan cara mengangkat dan menghilangkan seluruh atau sebagian lesi dengan cara mengikis atau memotongnya. 

Sampel biopsi akan diperiksa oleh seorang ahli di laboratorium. Laporan laboratorium akan membantu dokter untuk mengkonfirmasi diagnosis dan mengesampingkan kondisi penyakit lain.

Pengobatan Keratosis Lichenoid

Keratosis lichenoid biasanya dapat hilang dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus. Dokter kulit Anda mungkin akan meresepkan obat untuk mengatasi rasa gatal, menyengat, dan gejala lain dengan:

Gel silikon dapat digunakan untuk melindungi keratosis lichenoid dari gesekan pakaian yang dapat mengiritasi. Gel ini menciptakan pelindung untuk membantu menjaga area tetap lembab dan mengurangi rasa gatal.

Area keratosis lichenoid juga dapat diangkat. Dokter kulit Anda dapat melakukan beberapa prosedur minor seperti:


2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app