Kenali Penyebab, Gejala dan Pengobatan Perikoronitis

Perikoronitis biasanya terjadi ketika gigi geraham terimpaksi sebagian. Bakteri kemudian terakumulasi di sekitar jaringan halus, menyebabkan inflamasi.Faktor berikut ini bisa menyebabkan peningkatan risiko perikoronitis:
Dipublish tanggal: Agu 11, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Kenali Penyebab, Gejala dan Pengobatan Perikoronitis

Perikoronitis adalah inflamasi pada jaringan di sekitar gigi geraham ke tiga, atau yang umum disebut dengan gigi bungsu. Kondisi ini paling sering terjadi pada gigi geraham yang sebagian terimpaksi, atau tidak sepenuhnya terlihat. 

Perikoronitis juga umum terjadi pada gigi geraham bagian bawah daripada gigi geraham bagian atas,

Iklan dari HonestDocs
Beli Anti Inflamasi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 42

Kebanyakan orang yang mengalami perikoronitis memiliki jaringan gusi yang menutupi mahkota gigi yang akan muncul ke permukaan.

Dokter mungkin akan merekomendasikan untuk mengangkat jaringan gusi penutup ini atau mencabut gigi bungsu ini, berdasarkan beberapa faktor. Terkadang, hanya mengatasi gejala utama adalah cara yang paling baik.

Apa itu gejala perikoronitis?

Gejala perikoronitis bisa bermacam-macam, berdasarkan apakah kondisi Anda akut atau kronis.

Gejala perikoronitis akut antara lain:

  • Nyeri yang parah di sekitar gigi bagian belakang Anda
  • Jaringan gusi yang membengkak
  • Nyeri pada saat mengunyah
  • Keluarnya nanah
  • Trimus (kejang mulut)

Gejala perikoronitis akut juga berikut ini:

  • Nafas yang bau
  • Rasa yang tidak enak dari mulut Anda
  • Rasa nyeri yang ringan atau berat selama satu atau dua hari

Apa penyebab dan faktor risiko perikoronitis?

Perikoronitis biasanya terjadi ketika gigi geraham terimpaksi sebagian. Bakteri kemudian terakumulasi di sekitar jaringan halus, menyebabkan inflamasi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

Faktor berikut ini bisa menyebabkan peningkatan risiko perikoronitis:

  • Berusia antara 20 hingga 29 tahun
  • Gigi bungsu belum keluar secara jelas
  • Kebersihan mulut yang buruk
  • Jaringan gusi yang berlebihan
  • Stres emosional dan rasa lelah
  • Kehamilan

Kesehatan keseluruhan tidak menunjukkan faktor risiko untuk mengalami perikoronitis.

Bagaimana perikoronitis didiagnosis?

Dokter gigi Anda akan memeriksa gigi Anda untuk melihat apakah gigi bungsu Anda telah keluat sebagian dan untuk melihat apakah terdapat gusi penutupnya. Dokter gigi akan mencatat gejala Anda dan akan melakukan X-ray.

Apa saja komplikasi perikoronitis?

Komplikasi perikoronitis utama adalah rasa nyeri dan bengkak di sekitar geraham. Anda juga akan memiliki kesulitan mengunyah atau mengalami kejang mulut. 

Pada beberapa kasus, infeksi bisa menyebar dari gigi yang terpengaruh dan ke area mulut lainnya.

Meskipun langka, seseorang yang mengalami perikoronitis dapat mengalami komplikasi yang mengancam jiwa yang disebut dengan Ludwig’s angina, yaitu infeksi yang menyebar ke kepala dan leher mereka.

Iklan dari HonestDocs
Beli Anti Inflamasi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 42

Infeksi yang menyebar ke aliran darah, yang juga disebut dengan sepsis, merupakan komplikasi yang mengancam jiwa yang langka terjadi.

Bagaimana perikoronitis ditangani?

Dokter gigi Anda akan mempertimbangkan beberapa faktor ketika menentukan bagaimana untuk menangani perikoronitis Anda. Tiga pilihan penanganan tersebut antara lain:

  • Mengatur atau mengurangi rasa nyeri di sekitar gigi geraham Anda
  • Menghilangkan penutup yang menutupi gigi Anda
  • Mencabut gigi

Mengatur rasa nyeri

Jika gigi diharapkan untuk bisa muncul ke permukaan seutuhnya sendiri, dokter gigi Anda akan membantu Anda mengatur gejala tanpa menghilangkan penutup atau mencabut gigi Anda. 

Pada kasus ini, ibuprofen atau asetaminofen akan membantu. Dokter gigi juga akan membersihkan jaringan gusi di sekitar gigi Anda untuk mencegah penumpukan plak dan partikel makanan. 

Dokter juga bisa menggunakan bius lokal untuk membantu mengurangi rasa nyeri selama proses ini dilakukan.

Jika Anda mengalami pembengkakan atau infeksi, Anda akan diberi resep antibiotik.

Operasi

Dokter gigi Anda akan mengarahkan Anda kepada dokter operasi mulut jika dokter telah menentukan apakah gigi yang harus dicabut atau penutup gusi yang harus dihilangkan. 

Pada beberapa kasus, penutup gigi akan tumbuh kembali, sehingga operasi harus dilakukan lagi. Pencabutan gigi biasanya menyelesaikan masalahnya. 

Tetapi terkadang terdapat pemikiran untuk mempertahankan gigi akan lebih baik jika diperlukan.

Perawatan di rumah

Meskipun merupakan hal yang penting untuk memeriksakan diri ke dokter gigi atau dokter operasi mulut untuk mendapatkan perawatan, dokter juga akan merekomendasikan perawatan di rumah. 

Hal ini harus dilakukan bersamaan dengan pengobatan profesional. Pengobatan di rumah antara lain:

  • Obat pereda nyeri yang dijual bebas
  • Pembilas air garam hangat
  • Irigator air untuk mulut
  • Kebersihan mulut yang baik, termasuk menyikat gigi dan flossing

Hindari kompres menggunakan air panas, dan segera dapatkan bantuan medis jika Anda mengalami demam.

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
KUMAR T S, DR MAHESH. (2013). Correlation of Pericoronitis and the Status of Eruption of Mandibular Third Molar: A Clinico Radiographic Study. Journal of Indian Academy of Oral Medicine and Radiology. 25. 00. 10.5005/jp-journals-10011.. ResearchGate. (Accessed via: https://www.researchgate.net/publication/313008007_Correlation_of_Pericoronitis_and_the_Status_of_Eruption_of_Mandibular_Third_Molar_A_Clinico_Radiographic_Study)
BRADSHAW, S. & PHERO, J.A. & White, Roddy & Phillips, Ceib. (2012). Quality of Life Outcomes, Pericoronitis Symptoms, and Third Molar Removal.. ResearchGate. (Accessed via: https://www.researchgate.net/publication/266804426_Quality_of_Life_Outcomes_Pericoronitis_Symptoms_and_Third_Molar_Removal)
Katsarou, Thomai & Kapsalas, Andreas & Souliou, Christina & Stefaniotis, Theodoros & Kalyvas, Demos. (2019). Pericoronitis: A clinical and epidemiological study in greek military recruits. Journal of Clinical and Experimental Dentistry. 11. e133-e137. 10.4317/jced.55383.. ResearchGate. (Accessed via: https://www.researchgate.net/publication/330927807_Pericoronitis_A_clinical_and_epidemiological_study_in_greek_military_recruits)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app