4 Jenis Infeksi Telinga Pada Anak dan Gejalanya

Dipublish tanggal: Des 10, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
4 Jenis Infeksi Telinga Pada Anak dan Gejalanya

Daya tahan tubuh yang dimiliki oleh anak-anak belum cukup kuat untuk menangkal segala macam infeksi dari bakteri maupun virus yang masuk ke dalam tubuh, termasuk pada telinga. Telinga anak rentan mengalami infeksi karena bagian-bagiannya belum berkembang dengan sempurna. Karena itulah, para ortu wajib mengetahui berbagai infeksi telinga pada anak dan cara mengatasinya berikut ini.

Penyebab dan gejala infeksi telinga pada anak

Tubuh manusia memproduksi cairan lendir yang mengalir di hidung menuju paru-paru. Lendir tersebut berfungsi untuk menjaga kelembapan dan menyaring kotoran yang masuk.

Saat anak sedang flu atau pilek, produksi lendir cenderung lebih banyak dan kental. Akibatnya, terjadi penumpukan lendir pada tabung yang menghubungkan saluran eustachius di tenggorokan dan telinga tengah.

Terlebih, saluran eustachius pada anak berukuran lebih pendek daripada yang dimiliki orang dewasa. Hal itulah yang menyebabkan anak lebih mudah mengalami penyumbatan oleh lendir. Telinga tersumbat akibat lendir bisa menjadi tempat bagi bakteri untuk berkumpul dan menyebabkan infeksi. 

Terdapat beberapa gejala infeksi telinga pada anak yang perlu Anda ketahui, antara lain:

  • Demam
  • Nyeri pada telinga
  • Nafsu makan berkurang
  • Susah tidur
  • Kesulitan mendengar dan menjaga keseimbangan
  • Keluar cairan dari telinga

Bila si kecil mengalami beberapa gejala tersebut, segera bawa ia ke dokter terdekat. Infeksi telinga bisa sangat mengganggu aktivitas anak karena rasa nyeri di telinga, bahkan dapat mengganggu pendengaran.

Jenis infeksi telinga pada anak

Ada banyak jenis infeksi telinga pada anak, dan masing-masingnya memiliki gejala yang berbeda. Di antaranya:

1. Otitis media akut

Otitis media akut merupakan jenis infeksi telinga pada anak yang paling umum. Kondisi ini terjadi akibat peradangan dan penumpukan lendir di bagian belakang gendang telinga

Biasanya, anak akan mengalami demam, nafsu makan hilang, dan rasa sakit pada telinga. Infeksi ini biasanya berlangsung cepat.

2. Otitis media dengan efusi (cairan)

Jenis infeksi telinga ini terjadi ketika ada sisa-sisa lendir yang terperangkap di gendang telinga. Perlu diwaspadai karena infeksi otitis media dengan efusi pada anak tidak menimbulkan gejala apa pun. Oleh karena itu, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter THT bila ia mengeluh tidak nyaman di telinganya.

3. Otitis media kronis dengan efusi (cairan)

Apabila lendir yang terperangkap di gendang telinga dibiarkan untuk jangka waktu yang lama, otitis media bisa berkembang menjadi kronis. Hati-hati, anak yang terkena infeksi ini dapat mengalami gangguan pendengaran.

4. Otitis eksterna

Otitis ekstrenal bisa terjadi pada anak dan menyerang kulit di bagian luar telinganya. Kondisi ini terjadi apabila ada air yang masuk ke dalam telinga tapi tidak langsung dikeringkan. Akibatnya, telinga menjadi tempat bagi batkeri dan jamur untuk berkembang biak.

Jenis infeksi telinga pada anak ini juga bisa disebabkan oleh berenang, mengorek telinga, hingga iritasi kulit. Gejala otitis eksterna pada anak meliputi rasa sakit di telinga saat mengunyah, merah dan gatal pada bagian dalam telinga, hingga keluarnya cairan dari telinga.

Baca Juga: Telinga Anak Berdarah, Apa yang Harus Dilakukan?

Bagaimana cara menjaga kesehatan telinga anak?

Untuk meminimalisir risiko terjadinya infeksi pada telinga anak, Anda dapat melakukan hal-hal berikut:

1. Bersihkan telinga anak dengan benar

Telinga sebetulnya memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Oleh karena itu, Anda tidak perlu membersihkan telinga anak dengan cotton bud atau alat pengorek telinga lainnya karena justru bisa mendorong kotoran masuk lebih jauh ke dalam telinga. 

Bila Anda ingin menggunakan cotton bud, sebaiknya hanya bersihkan daerah sekitar daun telinga saja. Jangan asal membersihkan semua bagian telinga agar tidak memicu infeksi.

2. Jaga agar telinga tetap kering

Telinga yang lembab akan memudahkan bakteri untuk muncul di saluran telinga, sehingga memicu infeksi pada telinga anak. Oleh karena itu, selalu jaga telinga anak agar tetap dalam kondisi kering agar tidak mengundang bakteri. 

3. Gunakan tutup telinga saat berenang

Saat berenang, air bisa masuk melalui telinga dan menyebabkan kuman ikut masuk. Gunakan penutup telinga apabila Anda mengajak anak berenang.

4. Rutin berkunjung ke dokter THT

Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga perlu rutin memeriksakan kondisi telinganya ke dokter THT. Hal ini karena infeksi telinga pada anak dapat berkembang dengan cepat, sehingga perlu penanganan secepat mungkin sebelum si kecil kehilangan kemampuan pendengaran. 

5. Vaksin

Pemberian vaksin juga dapat membantu mencegah risiko infeksi telinga pada anak. Jenis vaksin ini dikenal dengan nama pneumokokus konjugasi (PCV) dan vaksin flu agar risiko infeksi telinga berkurang.

Baca Juga: Mengobati Sakit Telinga Dengan 5 Cara Efektif dan Aman

Beberapa cara di atas sangat penting dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi telinga pada anak. Biasanya, gangguan pada telinga dapat hilang sendiri dalam beberapa hari. Apabila si kecil merasakan tidak nyaman di bagian telinga dan tidak kunjung reda, segera bawa ia dokter THT terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. 


17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Yang R, et al. Transtympanic delivery of local anesthetics for pain in acute otitis media. Molecular Pharmaceutics. 2019;16:1555.
Rieu-Chevreau C, et al. Risk of occurrence and recurrence of otitis media with effusion in children suffering from cleft palate. International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology. 2019;120:1.
Coleman A, et al. The unsolved problem of otitis media in indigenous populations: A systematic review of upper respiratory and middle ear microbiology in indigenous children with otitis media. Microbiome. 2018;6:199.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app