Kenali Cutaneus Larva Migrans Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 620.274 orang

Penyakit Cutaneus Larva Migrans

Cutaneus Larva Migrans adalah penyakit yang disebabkan oleh masuknya larva yang menimbulkan infeksi pada manusia. Larva yang dimaksud berasal dari cacing tambang. Kondisi ini muncul pada orang yang jarang menggunakan alas kaki dan melakukan aktivitas di luar ruangan. Infeksi dari parasit tersebut ditualrkan melalui binatang anjing, kucing, dan binatang ternak.

Beberapa orang sebagian dari kita sangat tidak memperhatikan kebersihan dan perlindungan diri khususnya bagi mereka yang beraktivitas keluar rumah tanpa menggunakan alas kaki di daerah pesisir atau lingkungan yang dipenuhi oleh pasir. Banyak dari penderita infeksi yang menimbulkan penyakit Cutaneus Larva Migrans tinggal di daerah pesisir atau hutan di beberapa negara subtropis seperti asia tenggara, amerika selatan, dan benua afrika. Berbagai infeksi bisa saja menyebar melalui jaringan kulit dan masuk ke dalam tubuh sehingga berkembang menjadi infeksi.

Pada penyakit Cutaneus Larva Migrans, infeksi disebabkan oleh parasit dari cacing tambang antara lain:

  1. Ancylostoma brazillense
  2. Bunostomum Phlebotomum

Parasit ini menjadi penyebab utama timbulnya Cutaneus Larva Migrans dari binatang peliharaan seperti anjing dan kucing. Parasit lain yang masih satu keluarga yaitu Ancylostoma caninum.

Parasit jenis ini banyak ditemukan pada hewan ternak seperti domba, kambing, dan kuda.

Cacing yang masuk ke dalam jaringan bawah kulit di epidermis akan berkembang biak dengan mengeluarkan telur cacing. Larva cacing yang sudah berkembang di dalam tubuh dapat berjalan masuk hngga ke paru-paru, sistem limfatik, hingga usus.

Gejala Cutaneus Larva Migrans

Gejala awal yang paling dirasakan pada beberapa orang dengan Cutaneus Larva Migrans adalah rasa gatal. Rasa gatal dikeluhkan bersamaan dengan sensasi tertusuk-tusuk di satu daerah kulit dan berlangsung cukup lama. Rasa gatal terkadang juga dapat menganggu tidur. Gejala selanjutnya yang timbul yaitu:

  1. Kulit kemerahan
  2. Muncul Benjolan
  3. Menyebar

Kulit yang tadinya terasa gatal berubah menjadi kemerahan.

Kulit yang merah semakin lama akan timbul benjolan yang memiliki struktur seperti ular dengan panjang sekitar 3 milimeter.

Setelah 1 minggu apabila tidak ditangani, larva tersebut akan berkembang dan menyebar ke paru-paru dan usus kecil sehingga timvul gejala batuk, napas pendek, hingga anemia. Terkadang larva tersebut tidak menimbulkan gejala hingga 1 tahun dan beresiko menimbulkan infeksi lainnya yang lebih berat.

Diagnosis Cutaneus Larva Migrans

Pemeriksaan pada penyakit Cutaneus Larva Migrans dilihat dari keluhan yang dirasakan oleh pasien. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan melihat lokasi masuknya larva cacing, jenis kelainan kulit, dan adanya gejala lain yang berkaitan dengan penyebaran larva seperti pada paru dan usus kecil. Dokter juga menanyakan apakah adanya riwayat seperti kontak dengan binatang peliharaan atau peternakan, atau pernah bermain di daerah berpasir tanpa alas kaki.

Gejala yang ditimbulkan pada Cutaneus Larva Migrans bentuknya sangat khas dan biasanya dokter sudah dapat mendiagnosis penyakit tersebut dengan pemeriksaan fisik. Tetapi apabila ingin dilakukan pemeriksaan kulit lebih lanjut makan diperlukan biopsi kulit dengan mengambil sampel dari bekas jaringan tempat masuknya larva cacing ke dalam kulit.

Penanganan Cutaneus Larva Migrans

Hingga saat ini obat cacing merupakan terapi utama untuk mengobati Cutaneus Larva Migrans. Obat cacing atau antihelmintik yang utama yaitu albendazole dan ivermectin. Penggunaan jenis obat dan dosisnya disesuaikan oleh dokter bergantung keadaan penderita. Dosis yang diberikan kepada orang dewasa berbeda dengan yang diberikan kepada anak-anak, begitu juga penanganan infeksi Cutaneus Larva Migrans pada wanita hamil.

Untuk mengurangi rasa gatal yang meyengat cukup diberikan obat antihistamin. Obat ini bertujuan untuk menekan produksi histamin dari dalam tubuh yang menimbulkan gatal pada area masuknya larva cacing di jaringan kulit dalam. Beberapa obat antihistamin dapat menyebab kantuk. Maka dari itu penggunaan obat ini perlu diperhatikan pada pasien yang bekerja pada siang hari.

Apabila kondisi tersebut masih tidak sembuh dengan obat-obatan, dokter memilih untuk melakukan tindakan cryotherapy atau terapi beku yang berfungsi untuk mengurangi perkembangan larva yang dapat menyebar ke organ lain melalui pembuluh darah.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit