Hiperventilasi : Penyebab,Gejala,dan Pengobatannya

Update terakhir: May 6, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 391.325 orang

Hiperventilasi adalah kondisi ketika Anda mulai benapas dengan sangat cepat. Proses bernapas yang sehat terjadi dengan adanya keseimbangan antara menghirup oksigen dan melepaskan karbon dioksida. 

Anda tidak memenuhi keseimbangan ini ketika Anda mengalami hiperventilasi dengan menghembuskan lebih dari menghirup. Hal ini menyebabkan pengurangan karbon dioksida terlalu cepat dari tubuh. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Rendahnya karbon dioksida menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang membawa darah ke otak. Berkurangnya suplai darah ke orak menyebabkan pusing dan kebas di tangan. 

Hiperventilasi yang parah dapat menyebabkan kehilangan kesadaran. Pada beberapa orang, hiperventilasi merupakan hal yang jarang. Hiperventilasi hanya terjadi pada saat kondisi panik tertentu karena rasa takut, stres, atau fobia

Pada beberapa yang lain, hiperventilasi terjadi karena respon kondisi emosional tertentu seperti depsresi, kecemasan atau marah. Saat hiperventilasi terjadi secara sering, maka disebut sindrom hiperventilasi. Hiperventilasi juga sering disebut:

  • Pernapasan mendalam yang cepat (atau sangat cepat)
  • Bernapas yang berlebihan
  • Laju pernapasan (atau pernapasan) yang cepat dan mendalam

Penyebab umum Hiperventilasi

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan hiperventilasi. Kondisi ini paling umum disebabkan kecemasan, panik, tegang atau stress. Hiperventilasi juga sering muncul sebagai serangan panik. Penyebab lainnya antara lain:

  • Pendarahan
  • Penggunaan stimulan
  • Overdosis obat (misalnya overdosis aspirin)
  • Nyeri yang parah
  • Kehamilan
  • Infeksi pada paru-paru
  • Penyakit paru-paru seperti chronic obstructive pulmonary disease (COPD) atau asma
  • Penyakit jantung seperti serangan jantung
  • Ketoasidosis diabetik (komplikasi kadar gula darah yang tinggi pada orang-orang dengan diabetes tipe 1)
  • Cidera kepala
  • Berpergian hingga ketinggian 6000 kaki
  • Sindrom hiperventilasi

Kapan harus memeriksakan diri akibat Hiperventilasi

Hiperventilasi dapat menjadi masalah serius. Gejala dapat berlangsung 20 hingga 30 menit. Anda harus mencari pengobatan untuk menyembuhkan hiperventilasi ketika gejala berikut terjadi:

  • Bernapas secara cepat dan mendalam untuk pertama kali
  • Hiperventilasi bertambah parah, bahkan setelah mencoba pengobatan di rumah
  • Nyeri
  • Demam
  • Pendarahan
  • Merasa cemas, tegang atau stes
  • Sering menghela nafas atau menguap
  • Denyut jantung yang berdegup dan kencang
  • Masalah keseimbangan tubuh, pusing atau vertigo
  • Mati rasa atau kebas di tangan, kaki atau di sekitar mulut
  • Dada sesak, penuh, tertekan atau nyeri

Gejala lain biasanya terjadi tidak sering dan akan terlihat bahwa gejala berhubungan dengan hiperventilasi. Beberapa gejala ini antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Sakit kepala
  • Kembung
  • Kedutan
  • Berkeringat
  • Perubahan kemampuan melihat, seperti kabur atau tunnel vision
  • Masalah konsentrasi atau memori
  • Kehilangan kesadaran (pingsan)

Pastikan dokter Anda tahu jika Anda memiliki gejala yang sedang berjalan. Anda juga mungkin memiliki kondisi yang disebut sindrom hiperventilasi. Sindrom ini belum dapat dimengerti dan memiliki gejala yang sama seperti gangguan panik. Sindrom ini juga sering disalah artikan dengan asma.

Mengobati Hiperventilasi

Merupakan hal yang penting untuk tetap tenang pada kasus hiperventilasi akut. Akan sangat membantu untuk memiliki seseorang bersama Anda untuk memandu Anda melewati episode hiperventilasi. 

Tujuan pengobatan selama episode adalah untuk meningkatkan kadar karbon dioksida pada tubuh Anda dan memperlambat laju pernapasan Anda.

Perawatan di rumah

Anda dapat mencoba teknik yang dapat membantu mengurangi hiperventilasi akut.

  • Bernapas menggunakan bibir yang dikerucutkan
  • Bernapas perlahan-lahan di dalam kantung atau tangan yang ditengadahkan
  • Benapas menggunakan perut (diafragma) daripada menggunakan dada Anda
  • Menahan napas selama 10 hingga 15 detik dengan interval tertentu

Anda juga dapat mencoba pernapasan nostril. Hal ini melibatkan penutupan mulut dan bernapas melalui hidung. Tekniknya, dengan menutup mulut, tutuplah lubang hidung kanan dan bernapaslah melalui lubang hidung kiri. 

Kemudian lakukan sebaliknya dengan menutup lubang hidung sebelah kiri dan bernapas dengan lubang hidung sebelah kanan. Ulangi hal ini hingga pernapasan kembali normal

Beberapa orang mungkin merasa olahraga yang ringan seperti berjalan atau jogging sambil bernapas menggunakan hidung membantu mereka mengatasi hiperventilasi.

Mengurangi stress

Jika Anda mengalami sindrom hiperventilasi, Anda mungkin ingin mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. Jika Anda mengalami kecemasan atau stress, Anda mungkin ingin memeriksakan diri ke psikolog untuk membantu Anda memahami dan mengatasi kondisi Anda. 

Belajarlah cara mengurangi stres dan teknik bernapasn untuk membantu Anda mengontrol kondisi Anda.

Akupuntur

Akupuntur juga dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk sindrom hiperventilasi. Akupuntur adalah pengobatan alternatif Cina. Akupuntur melibatkan penusukan jarum tipis pada daerah di tubuh Anda untuk meningkatkan kesehatan. Sebuah studi menemukan bahwa akupuntur membantu mengurangi kecemasan dan tingkat keparahan hiperventilasi.

Pengobatan Hiperventilasi

Tergantung tingkat keparahannya, dokter akan meresepkan obat. Contoh obat untuk hiperventilasi antara lain:

  • Alprazolam
  • Doxepin
  • Paroxetine

Mencegah Hiperventilasi

Anda dapat mempelajari teknik pernapasan dan relaksasi untuk mencegah hiperventilasi, yaitu:

  • Meditasi
  • Teknik pernapasan ganti-ganti lubang hidung, pernapasan perut mendalam, dan pernapasan seluruh tubuh
  • Olahraga pikiran seperti tai chi, yoga atau qigong

Berolahraga secara rutin (berjalan, berlari, bersepeda dan sebagainya) juga dapat membantu mencegah hiperventilasi. Ingatlah untu tetap tenang jika Anda mengalami gejala hiperventilasi apapun. 

Cobalah metode pernapasan untuk mengembalikan pernapasan Anda menuju normal dan pastikan Anda memeriksakan diri ke dokter. Hiperventilasi dapat disembuhkan, tetapi Anda mungkin memiliki masalah lainnya. 

Dokter dapat membantu Anda untuk mencari akar masalah dan menemukan pengobatan yang cocok.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit