Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Kesehatan Fisik

Kad: Ketoasidosis Diabetik

Update terakhir: OCT 13, 2019 Tinjau pada OCT 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.627.680 orang

Kad: Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis Diabetik (KAD) merupakan kedaruratan pada diabetes melitus (DM) tipe I dan tipe 2.Namun kondisi tersebut paling besar didapatkan pada pasien diabetes tipe I.  Dengan tata laksana yang adekuat, angka kematian dapat ditekan sampai 2%.

Definisi Ketoasidosis Diabetik (KAD) adalah adanya kadar gula darah > 250 mg/dl , adanya keton didalam darah (ketonemia), dan darah bersifat asam karena peningkatan bend aketon dan penurunan jumlah bikarbonat asidosis (pH < 7,32) . Kondisi ini dapat dicegah dengan control gula darah yang baik pada penderita  diabetes melitus. Edukasi pada pasien sangat penting.

Ketoasidosis Diabetik (KAD) dapat didiagnosis melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :

Anamnesis

  • Kasus baru DM tipe 1 seringkali bermanifestasi sebagai KAD sehingga manifestasi klasik DM yaitu poliuria, polidipsia, dan polifagia dapat ditemukan.
  • Gejala-gejala lain seperti asidosis dikeluhkan sebagai pernafasan cepat dan dalam (Kussmaul) dengan bau pernafasan aseton.
  • Ketonemia akan terlihat sebagai berat badan yang menurun akibat proses peningkatan gluconeogenesis, peningkatan glikogenolysis  dan penurunan penggunaan glukosa oleh ogan hati, otot dan sel lemak.
  • Dalam keadaan KAD berat (pH < 7.0 dan kadar bikarbonat serum < 10 mEq/L) pasien datang berobat dalam keadaan syok dengan atau tanpa koma.
  • Pasien DM tipe 1 lama, sering disertai gejala tambahan seperti nyeri perut dan malaise.
  • Kita mewaspadai adanya KAD apabila kita temukan dehidrasi berat namun masih terjadi poliuria.

Pemeriksaan fisik

Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan gejala asidosis, dehidrasi sedang sampai berat dengan atau tanpa syok, bahkan sampai koma

Poliuria,polifagia, polydipsia, kehilangan berat badan, kelemahan, kondisi dehidrasi (mukosa bibir kering, turgor kulit buruk, denyut nadi meningkat (takikardia), tekanan darah menurun (hipotensi) dan syok. Pernafasan kusmaul, nafas berbau aseton, mual muntah dan nyeri perut.

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang awal yang utama adalah kadar gula darah (>250 mg/dl), urinalisis didapatkan keton dalam urin (ketonuria), dan analisis gas darah (pH < 7.25). Kadar elektrolit darah, keton darah, darah tepi lengkap, dan fungsi ginjal diperiksa sebagai data dasar.

Dasar pengobatan ketoasidosis diabetik adalah: •     Terapi cairan •     Insulin •     Koreksi gangguan elektrolit •     Pemantauan •     Penanganan infeksi

Medikamentosa

Terapi cairan

Prinsip-prinsip resusitasi cairan

  • Apabila terjadi syok, atasi syok terlebih dahulu dengan memberikan cairan NaCl 0,9% dalam 1 jam sampai syok teratasi.
  • Resusitasi cairan selanjutnya diberikan secara perlahan dalam 36 - 48 jam berdasarkan derajat dehidrasi.
  • Selama keadaan belum stabil secara metabolik (kadar bikarbonat natrium> 15 mE/q/L, gula darah < 200 mg/dl, pH > 7,3) maka pasien dipuasakan.
  • Perhitungan kebutuhan cairan resusitasi total sudah termasuk cairan untuk mengatasi syok.
  • Apabila ditemukan hipernatremia maka lama resusitasi cairan diberikan selama 72 jam.
  • Jenis cairan resusitasi awal yang digunakan adalah NaCl 0.9% Apabila kadar gula darah sudah turun mencapai <250 mg/dl cairan diganti dengan Dekstrosa 5% dalam NaCl 0,45%.

Terapi insulin

Prinsip-prinsip terapi insulin

  • Diberikan setelah syok teratasi dan resusitasi cairan dimulai.
  • Gunakan rapid (regular) Insulin secara intravena dengan dosis insulin antara 0,05 -0,1 U/kgBB/jam. Bolus insulin tidak perlu diberikan
  • Penurunan kadar gula secara bertahap tidak lebih cepat dari 75 - 100 mg/dl/jam.
  • Insulin intravena dihentikan dan asupan per oral dimulai apabila secara metabolik sudah stabil (kadar biknat> 15 mEq/q/L, q/L, gula darah <200 mg/dl, pH > 7.3). Sebelum insulin dihentikan asupan per oral diberikan dengan menambah dosis insulin sebagai berikut :
    • Untuk makan ringan dosis insulin digandakan 2 kali selama makan sampai 30 menit setelah selesai.
    • Untuk makan besar dosis insulin digandakan 3 kali selama makan sampai 60 menit setelah selesai.
  • Selanjutnya insulin regular diberikan secara subkutan dengan dosis 0,5-1 U/kgBB/hari dibagi 4 dosis atau untuk pasien lama dapat digunakan dosis sebelumnya.
  • Untuk terapi insulin selanjutnya dirujuk ke dokter ahli endokrinologi anak.

Koreksi elektrolit

1.   Tentukan kadar natrium dengan menggunakan rumus : Kadar Na terkoreksi = Na + 1.6 (kadar gula darah - 100) /  100 (nilai gula darah dalam satuan mg/dL).

2.   Pada hipernatremia gunakan cairan NaCl 0,45%. 3.   Kalium diberikan sejak awal resusitasi cairan kecuali pada anuria. Dosis K = 5 mEq/kgbb per hari diberikan dengan kekuatan larutan 20-40 mEq/L dengan kecepatan tidak lebih dari 0,5 mEq/kg/jam. 4.   Asidosis metabolik tidak perlu dikoreksi.

Penanganan Ketoasidosis Diabetik (KAD) yang berhasil tidak terlepas dari pemantauan yang baik, meliputi, nadi, kecepatan pernafasan, tekanan darah, pemeriksaan neurologis, kadar gula darah, balans cairan, suhu badan. Keton urin harus sampai negatip.

 

Referensi

American Diabetes Association. (2015). DKA (Ketoacidosis) & Ketones

Mayo Clinic (2015). Diseases & Conditions. Diabetic Ketoacidosis.

NHS Choices (2017). Health A-Z. Diabetic ketoacidosis.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit