Hipertiroid: Gejala, Penyebab, Pengobatan

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Hipertiroid: Gejala, Penyebab, Pengobatan

Penyakit hipertiroid atau Hipertiroidisme adalah penyakit yang terjadi ketika kelenjar tiroid terlalu aktif sehingga memproduksi hormon tiroid secara berlebihan. Hal ini ditandai dengan metabolisme tubuh yang meningkat (hipermetabolisme) dan tingginya serum hormon tiroid bebas yang bisa diketahui melalui pemeriksaan darah.

Gejala hipertiroid ada banyak, termasuk detak jantung yang cepat (takikardia), kelelahan, penurunan berat badan, gugup, dan tremor. Untungnya penyakit ini dapat diobati, dan pengobatannya tergantung pada penyebabnya.

Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:

  • Pengertian
  • Gejala
  • Penyebab
  • Diagnosis
  • Pengobatan

Apa itu kelejar tiroid?

Kelenjar tiroid adalah organ yang terletak di bagian depan leher yang memproduksi hormon untuk mengontrol metabolisme (cara tubuh menggunakan energi), pernapasan, detak jantung, sistem saraf, berat badan, suhu tubuh, dan banyak fungsi lainnya dalam tubuh.

Lebih lanjut baca: Anatomi dan Fungsi Kelenjar Tiroid. Ketika kelenjar tiroid terlalu aktif (hipertiroid), maka proses tubuh akan terjadi lebih cepat.

Seperti apa ciri-ciri dan gejala hipertiroid?

Seperti telah disinggung sebelumnya, gejala hipertiroid akan terkait dengan efek dari kelebihan hormon tiroid. Hormon tiroid mengontrol metabolisme, sehingga jumlah hormon T4 atau T3 yang berlebihan menyebabkan peningkatan metabolisme tubuh atau kita sebut dengan hipermetabolik.

Orang dengan penyakit hipertiroid biasanya akan memiliki detak jantung yang cepat, penurunan berat badan, dan tidak tahan panas karena selalu gerah. Selain itu dapat juga mengalami peningkatan tekanan darah, gugup, tremor (gemetaran), berkeringat banyak, merasa gampang lapar, gelisah, dan mengalami kesulitan berkonsentrasi. Buang air besar bisa lebih sering dan wanita mungkin memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur (sering telat).

Kelenjar tiroid dapat terlihat membesar atau sering kita sebut dengan gondok. Jika penyebabnya adalah penyakit Graves, maka akan terlihat mata pasien tampak cukup menonjol (melotot) yang disebut exophthalmos.

Gejala hipertiroid lainnya termasuk:

  • Kelemahan
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Sulit tidur
  • Gatal
  • Rambut rontok
  • Mual dan muntah
  • Perkembangan payudara pada pria (Ginekomastia)

Hipertiroidisme juga bisa menyebabkan fibrilasi atrium, aritmia berbahaya yang dapat menyebabkan stroke. Gagal jantung kongestif juga dapat terjadi. Segeralah ke dokter apabila mengalami pusing, sesak napas, kehilangan kesadaran, atau detak jantung cepat dan tidak teratur.

Apa penyebab hipertiroid?

Berbagai kondisi dapat menjadi penyebab hipertiroid. Penyakit yang paling sering menyebabkan hipertiroidisme adalah penyakit Graves (penyakit autoimun), di mana tubuh membuat antibodi yang disebut thyroid-stimulating immunoglobulin (TSI) yang menyebabkan kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroid. Penyakit Graves ada kaitannya dengan keluarga dan lebih sering ditemukan pada wanita.

Penyakit Hipertiroid juga bisa disebabkan oleh gondok beracun atau multinodular goiter (toxic goiter), yang merupakan benjolan atau nodul di kelenjar tiroid yang menyebabkan tiroid memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang berlebihan.

Selain itu, radang kelenjar tiroid yang disebut tiroiditis akibat virus atau masalah dengan sistem kekebalan tubuh juga bisa menjadi penyebab hipertiroid sementara.

Selain itu, beberapa orang yang mengkonsumsi terlalu banyak yodium (baik dari makanan atau suplemen) atau yang mengambil obat yang mengandung yodium (seperti amiodarone) dapat menyebabkan kelenjar tiroid terlalu banyak menghasilkan hormon tiroid.

Penyebab lain hipertiroid meliputi: Tumor ovarium atau testis dan tumor jinak dari kelenjar tiroid atau hipofisis.

Pengobatan Hipertiroid

Penyakit Hipertiroid didiagnosis berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar thyroid stimulating hormone (TSH) dan hormon tiroid T3 dan T4. Tak jarang dokter juga memerlukan pemeriksaan penunjang seperti USG atau scan tiroid untuk melihat apakah ada nodul, atau meradang atau terlalu aktif.

Selanjutnya dokter akan memberikan pengobatan yang tepat.

Obat Hipertiroid

Obat antitiroid dan yodium radioaktif merupakan andalan pengobatan pada penyakit hipertiroid. Obat antitiroid menghambat sintesis hormon tiroid dan yodium radioaktif secara efektif menghancurkan sel-sel tiroid sehingga produksi hormon dapat ditekan.

Methimazole adalah contoh obat hipertiroid. Namun, obat ini dapat memiliki efek samping, seperti menurunkan jumlah sel darah putih. Obat Beta-blocker (propranolol) dapat membantu untuk mengontrol denyut nadi cepat, berkeringat, kecemasan, dan tekanan darah. Baca juga: Obat Darah Tinggi.

Operasi

Kadang-kadang, sebagian atau seluruh kelenjar tiroid mungkin harus diangkat dengan operasi. Ketika kelenjar tiroid sudah diangkat, maka pasien memerlukan suplemen hormon tiroid untuk mencegah hipotiroid.

Pengobatan juga penting untuk mencegah tiroid storm atau tirotoksikosis dan komplikasi lainnya. tirotoksikosis adalah memburuknya gejala sebagai akibat dari pelepasan sejumlah besar hormon tiroid secara tiba-tiba. Hal ini dapat terjadi karena stres atau infeksi.

Tips Perawatan

Konsumsi sejumlah kalori, kalsium, dan natrium yang tepat selama dan setelah pengobatan adalah hal penting. Diet dengan terlalu banyak kalori dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau obesitas.

Penyakit Hipertiroid juga dapat menyebabkan tulang menjadi keropos (osteoporosis). oleh karenna itu diperlukan suplemen vitamin D dan kalsium selama dan setelah pengobatan. Pastikan untuk selalu mengonsultasikannya dengan dokter.


19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app