Kenali ​Glaukoma Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 933.756 orang

Glaukoma

Glaukoma saat ini menempati posisi kedua di dunia sebagai penyebab kebutaan. Posisi pertama adalah disebabkan oleh katarak. Hal ini berdasarkan data oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Menurut Kementerian Kesehatan,gt;dapat hampir 5 orang dari 1000 populasi yang menderita glaukoma pada tahun 2007 dan jumlahnya terus meningkat hingga kini. Artikel berikut akan membahas definisi, gejala, penyebab, cara penanganan dan pencegahan dari glaukoma.

Glaukoma merupakan gangguan penglihatan yang terjadi karena kerusakan pada saraf optik. Penyebab kerusakan biasanya adalah tekanan yang terjadi di dalam mata. Berdasarkan letak gangguannya, glaukoma dibagi menjadi glaukoma sudut tertutup dan terbuka. Glaukoma sudut tertutup merupakan kondisi dimana terjadi kekeringan permukaan mata akibat saluran air mata yang berada diantara kornea dan iris yang cukup sempit. Glaukoma jenis ini banyak ditemukan di beberapa negara Asia. Glaukoma sudut terbuka terjadi ketika terdapat masalah pada saluran mata dan biasanya disebut dengan istilah trabecular meshwork. Akibatnya mata tidak terdrainase dengan baik.

Selain dua jenis glaukoma di atas, terdapat dua jenis glaukoma lain berdasarkan penyebabnya yaitu glaukoma sekunder dan kongenital. Glaukoma sekunder terjadi akibatgt;cedera atau peradangan pada mata. Peradangan pada mata disebut dengan uveitis. Glaukoma kongenital biasanya terjadi pada anak-anak. Kelainan ini terjadi karena kondisi bawaan sejak lahir.

Gejala

Beberapa gejala yang ditunjukkan oleh penderita glaukoma adalah sebagai berikut:

  • Sering merasa nyeri pada bagian mata dan berujung pada sakit kepala, mual hingga muntah.
  • Ketika melihat cahaya biasanya mendapati bayangan lingkaran di sekeliling cahaya tersebut.
  • Semakin parahnya glaukoma membuat penderita makin sulit melihat dengan jelas hingga mengalami kebutaan total.
  • Glaukoma pada bayi dan anak-anak ditandai dengan kesulitan untuk melihat atau muncul kabut ketika melihat sebuah objek.

Penyebab

Seperti disebutkan sebelumnya penyebab glaukoma adalah tekanan di dalam mata yang meningkat sehingga produksi air mata berlebihan atau justru sebaliknya. Pada jangka panjang, tekanan dapat menyebabkan kerusakan pada serabut saraf retina dan juga saraf optik penghubung antara mata dan otak.

Untuk mengetahui penyebab glaukoma dokter akan melakukan uji daya penglihatan yang disebut tonometri. Uji ini dilakukan untuk mengetahui tekanan pada mata dan daya lihat mata melalui kemampuan pupil saat melebar maupun menyempit. Selain itu ada juga uji keluasan pandangan. Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi pengurangan penglihatan tepi pada penderita.

Penanganan 

Saat ini belum ada cara penanganan untuk menyembuhkan glaukoma. Perawatan diberikan untuk mengurangi tekanan yang terjadi di dalam mata dan mencegah agar kerusakan mata tidak meluas. Berikut adalah beberapa cara untuk menangani glaukoma:

  • Obat tetes mata
    Obat tetes mata merupakan langkah pertama yang disarankan oleh dokter. Dengan obat ini diharapkan produksi air mata akan lancar atau mungkin menghambat agar tidak berlebihan jumlahnya. Beberapa jenis obat tetes mata tersebut adalah Alpha-adrenergic agonists, Beta-blockers, Prostaglandin analogue, Carbonic anhydrase inhibitors, Cholinergic agents atau miotic dan Sympathomimetics. Obat-obatan tersebut merupakan obat-obatan keras yang perlu resep dokter untuk mendapatkannya. Selain itu kamu wajib mentaati petunjuk dari dokter untuk menggunakannya. Hal ini disebabkan penggunaan obat ini memiliki efek samping yang cukup vital misalnya memperburuk kondisi penderita asma dan jantung.
  • Obat oral
    Jika penggunaan obat oral dinilai kurang efektif mengatasi gangguan penglihatan, biasanya dokter akan memberikan resep obat oral. Salah satu obat oral yang digunakan oleh penderita glaukoma adalah carbonic anhydrase inhibitor. Efek samping jika kamu menggunakan obat ini adalah kesemutan pada jari dan kaki, sakit perut, sering pipis, hingga merasa depresi dan batu ginjal.
  • Laser
    Terapi ini digunakan untuk penderita glaukoma sudut tertutup. Prosedur ini dilakukan agar penyumbatan pada aqueous humour terbuka sehingga saluran air pada bagian tersebut lancar. Terdapat tiga jenis terapi laser yaitu Trabeculoplasty, Iridotomy dan Cyclodiode Laser Treatment.
  • Operasi
    Selain terapi laser, penderita glaukoma juga disarankan melakukan operasi untuk memperlancar aliran air pada aqueous humour baik dengan cara melebarkan saluran air atau pembuangan sebagian kecil lapisan yang menghambat saluran air pada daerah tersebut. Beberapa jenis operasi tersebut adalah Trabeculectomy, Aqueous shunt implant, Viscocanalostomy, Sclerectomy dalam.

Pencegahan

Beberapa cara berikut dapat kamu terapkan agar terhindar dari glaukoma atau mungkin mencegah agar glaukoma tidak menjadi lebih buruk:

  • Menerapkan gaya hidup sehat dengan berolahraga teratur dan mengatur konsumsi gula. Kadar gula darah berlebih dapat mempengaruhi tekanan pada lensa mata. Olahraga secara teratur membantu memperlancar metabolisme dalam tubuh sehingga resiko tekanan dalam mata menurun.
  • Menggunakan pelindung mata agar terhindar dari debu atau cedera pada mata.
  • Menghindari stres agar lensa mata bekerja dengan baik. Agar tidak stres kamu dapat mencoba melakukan meditasi atau rekreasi ke tempat wisata alam.
  • Melakukan pemeriksaan mata agar segera diketahui jika mengalami glaukoma. Dengan pemeriksaan dapat diketahui penyebab dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar glaukoma tidak semakin buruk.



Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit