Glaukoma: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Update terakhir: Apr 5, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 386.268 orang

Apakah Glaukoma?

Glaukoma adalah kondisi rusaknya saraf pada mata kita akibat dari peningkatan tekanan bola mata (tekanan intraokuler) sehingga mengakibatkan jarak penglihatan akan menurun dan memicu kebutaan. 

Glaukoma merupakan penyakit tersering yang mengakibatkan kebutaan di seluruh dunia. Glaukoma mengakibatkan penglihatan akan menurun secara perlahan bahkan mendadak. Glaukoma menyerang penderita pada usia 40 tahun atau dengan riwayat diabetes melitus.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Penyebab Glaukoma

Faktor utama darigt;glaukoma adalah peningkatan tekanan bola mata yang menyebabkan rusaknya saraf optik pada mata. Tekanan bola mata yang tinggi akan membuat bola mata kita mengeras sehingga merusak serat halus saraf optik dan menurunya peredarah darah disekitar saraf.

Bola mata bagian depan terdiri dari kornea, pupil, iris, dan lensa. Di belakang iris terdapat  cairan bernama akuos humor. Cairan terebut akan mengalir keluar menuju anterior chamber  diatas pupil, dan mengalir keluar pada sudut antara kornea dan iris

Meningkatnya produksi cairan akuos humor atau hambatan pada aliran cairan di mata mengakibatkan peningkatan tekanan bola mata sehingga memicu glaukoma.

Selain akibat dari tekanan bola mata, glaukoma juga sangat berisiko pada orang yang memiliki riwayat keluarga, diabetes, pengguna kacamata dengan minus tinggi, dan sering memakai tetes mata dengan kandungan obat steroid. 

Maka pada orang dengan riwayat diatas dibutuhkan perhatian khusus pada mata agar terhindar dari glaukoma di masa  tua.

Glaukoma secara umum dibagi menjadi dua, yakni glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup. Glaukoma jenis lain seperti glaukoma kongenital, glaukoma traumatik, atau uveitis glaukoma akan muncul akibat dari riwayat penyakit pencetus sebelumnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Glaukoma sudut terbuka

Glaukoma sudut terbuka menjadi salah satu jenis glaukoma tersering mencapai 90% dari total kasus glaukoma diseluruh dunia.  Glaukoma sudut terbuka terjadi akibat aliran akuos humor yang melambat dan sudut antara pinggir kornea dan iris melebar, mengakibatkan peningkatan tekanan bola mata. 

Glaukoma jenis ini juga disebut glaukoma tipe kronik karena gejalanya timbul sangat lambat dan gejala yang jarang terlihat atau tidak dirasakan pada penderita, hingga timbul penurunan penglihatan.

Glaukoma sudut tertutup

Glaukoma sudut tertutup jarang terjadi. Tetapi glaukoma jenis ini sering menimbulkan gejala yang signifikan. Gejala yang sering muncul pertama kali adalah mata merah mendadak disertai penurunan penglihatan.

Penyebab glaukoma sudut tertutup adalah karena tersumbatnya aliran kanal akuos humor diikuti sudut antara korna dan iris yang menyempit sehingga tekanan bola mata akan meningkat secara mendadak.

Gejala Glaukoma

Gejala umum yang muncul pada penderita glaukoma yaitu :

  • Mata merah dan nyeri
  • Jarak penglihatan menurun perlahan atau mendadak
  • Sakit Kepala
  • Mual atau Muntah
  • Adanya lingkaran seperti pelangi ketika melihat ke cahaya terang
  • Penglihatan kabur
  • Adanya blind spot (sudut buta) pada bagian sisi dan tengah luas pândano 

Diagnosis Glaukoma

  • Dokter mata akan melakukan tes penglihatan untuk mengetahui sejauh mana lapang pandang mata anda. 
  • Setelah ini dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan bola mata dengan alat bernama tonometri.  Tekanan bola mata yang tinggi memiliki angka >21mmHg pada pemeriksaan tonometri.  Dokter akan memeriksa lapang pandang tepi anda dengan kampimetri untuk menilai apakah lapang pandang anda menyempit.  
  • Tes lain berupa optalmoskopi dengan memperbesar pupil anda (dilatasi) untuk melihat apakah ada kelainan di area belakang mata.
  • Tes pachymetry juga dapat dilakukan untuk memeriksa ketebalan kornea yang dapat menunjukan tinggi rendahnya tekanan yang ada pada mata.
  • Selain itu,tes gonioscopy juga dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya cairan yang tertimbun di mata.

Pengobatan Glaukoma

Sasaran utama pada pengobatan glaukoma adalah dengan menurunkan tekanan bola mata secepat mungkin ke angka normal untuk menghindari komplikasi dan kerusakan berat. Sayangnya, penyembuhan glaukoma tidak akan sembuh secara total dalam arti penglihatan tidak dapat kembali normal

Untuk mencegah tekanan bola mata makin meningkat,  dokter memberikan obat tetes mata untuk menurunkan produksi akuos humor. Obat tetes yang sering digunakan yaitu:

  1. Beta Bloker: Timolol Maleat 0,25% dan 0,5% , levobunolol 0,25% dan 0,5%
  2. Penghambat karbonat anhidrase: dorzolamide hydrochloride 2%, brinzolamide 1%
  3. Simpatomimetik: brimonidine 0,2%
  4. Prostaglandin: latanoprost dan bimatoprost
  5. Golongan cholinergic: pilocarpine

Selain obat tetes, terdapat juga obat minum dengan fungsi yang sama seperti acetazolamide 250mg. Tetapi perlu perhatian khusus karena efek samping yang sering timbul seperti sakit perut dan jari-jari kesemutan

Terapi operasi dan laser

Jika terapi dengan obat-obatan tidak memungkinkan, maka butuh penanganan dengan operasi atau laser dengan manfaat untuk memperlancar aliran akuos humor.  Laser trabekuloplasti dan operasi trabekulotomi berfungsi untuk membuka saluran trabecular meshwork mencegah sumbatan pada akuos humor. 

Terapi ini sering digunakan pada glaukoma sudut terbuka. Pada Glaukoma sudut tertutup, laser iridotomi berfungsi untuk membuat lubang kecil untuk mengalirkan akuos humor.

Operasi

Operasi dilakukan ketika pemberian obat dan terapi laser tidak dapat mengatasi kondisi. Pilihan utama tindak operasi ini adalah trabeculectomy dimana sebagain jaringan trabecular meshwork pada saludam aqueous humor akan dibuang untuk memperlancar aliran.

Selain prosedur trabeculectomy, prosedur lainnya seperti implan dan electrocautery dapat dilakukan untuk mengatasi glaukoma. Electrocautery menggunakan alat khusus yang disebut dengan trabectome dan mengangkat jaringan trabecular meshwork. Setelah prosedur ini, penderita dapat mengalami beberapa efek samping sementara seperti mata berair, mata merah dan penglihatan kabur. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit