Gangguan Makan Berlebih - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: May 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 978.654 orang

Gangguan makan berlebih atau Binge Eating Disorder (BED) umumnya dikenal dengan kebiasaan makan berlebihan secara kompulsif atau mengkonsumsi makanan dalam jumlah tidak normal, tidak dapat berhenti dan kehilangan kontrol

Episode makan berlebihan biasanya disebut sebagai gangguan makan berlebihan jika terjadi minimal dua kali per minggu selama enam bulan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

BED pertama kali dijelaskan pada tahun 1959 oleh Albert Stunkard, seorang psikiater, dan peneliti, sebagai Night Eating Syndrome (NES) atau gangguan makan berlebihan pada malam hari

Istilah Binge Eating Disorder dibuat untuk mendefinisikan perilaku makan berlebihan yang serupa dengan NES tetapi tidak hanya terjadi pada malam hari.

Meskipun gangguan makan berlebih dapat terjadi pada pria dan wanita dengan berat badan normal, seringkali gangguan ini dapat menyebabkan penambahan berat badan yang tidak diinginkan atau obesitas, yang secara tidak langsung dapat menyebabkan gangguan kompulsif lebih lanjut.

Pria dan wanita yang menderita gangguan makan akan merasa bersalah setelah makan dalam porsi besar dan seringkali memiliki kondisi lain terkait, seperti depresi atau kecemasan.

Apa penyebab seseorang mengalami Gangguan Makan Berlebih?

Penyebab pasti gangguan makan berlebih tidak diketahui, ada berbagai faktor yang diduga mempengaruhi perkembangan gangguan ini. Faktor-faktor tersebut dapat meliputi:

  • Biologis: Kelainan biologis, seperti penyimpangan hormon atau mutasi genetik, dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan makan berlebih.
  • Psikologis: Seseorang yang mengalami depresi cenderung untuk melampiaskan perasaannya dengan makan makanan berlebih. Ketidakpuasan mengenai bentuk tubuh, merasa rendah diri, dan kesulitan mengatasi perasaan juga dapat berkontribusi pada gangguan makan.
  • Sosial dan Budaya: Situasi traumatis, seperti riwayat pelecehan seksual, dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami gangguan makan berlebihan. Tekanan sosial untuk menjadi kurus, yang biasanya dipengaruhi melalui media, juga dapat memicu kondisi ini.

Gejala Gangguan Makan Berlebih

Ketika seseorang yang menderita gangguan makan berlebih, biasanya mereka akan merasa malu untuk makan bersama dengan orang lain. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala lain pada orang yang mengalami gangguan makan berlebih:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Terus makan bahkan setelah sudah kenyang
  • Ketidakmampuan untuk berhenti makan atau mengontrol apa yang dimakan
  • Menimbun makanan untuk dikonsumsi secara diam-diam
  • Makan secara normal di hadapan orang lain tetapi makan berlebih jika sedang sendiri
  • Mengalami perasaan stres atau kecemasan yang hanya bisa dihilangkan dengan makan
  • Konsekuensi dari gangguan makan berlebih melibatkan banyak kesulitan fisik, sosial, dan emosional.

Kebiasaan makan berlebih dapat menyebabkan komplikasi, diantaranya :

  • Penyakit kardiovaskular
  • Diabetes tipe 2
  • Insomnia atau sleep apnea
  • Hipertensi
  • Penyakit kantong empedu
  • Nyeri otot dan / atau persendian
  • Gangguan pencernaan
  • Depresi dan / atau kecemasan

Apakah Gangguan Pola Makan dapat dicegah?

Karena penyebab utama terjadinya gangguan makan tidak diketahui secara pasti, hingga saat ini belum ada metode yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya gangguan ini. Namun ada beberapa hal yang dapat mengurangi resiko seseorang mengalami gangguan makan berlebih, yaitu :

  • Menyibukan diri dengan berbagai aktivitas.
  • Hindari stres
  • Ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial

Segera periksakan diri Anda ke dokter, jika Anda mulai merasa bahwa Anda mengalami gangguan makan untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.

Bagaimana penanganan Gangguan Pola Makan Berlebih?

Penanganan gangguan pola makan berlebih dapat dilakukan oleh ahli medis seperti dokter spesialis kejiwaan, ahli gizi, dan terapis.  Program perawatan dilakukan dengan mengatasi masalah mendasar yang terkait dengan kebiasaan makan yang buruk, dengan berfokus pada mengatasi penyebab utama masalah tersebut.

Ada juga tiga jenis terapi yang dapat sangat membantu dalam pengobatan gangguan makan berlebih, yang meliputi:

  • Cognitive-behavioral therapy (CBT): Jenis terapi yang bertujuan membantu seseorang memahami pikiran dan perasaan yang mempengaruhi perilaku mereka.
  • Psikoterapi Interpersonal (IPT): Suatu bentuk terapi di mana fokusnya adalah pada hubungan individu dengan anggota keluarga dan teman sebaya dan cara mereka melihat diri mereka sendiri.
  • Dialectical Behavior Therapy (DBT): Suatu jenis terapi yang berfokus untuk mengatasi stres dan mengatur emosi.

Selain metode-metode di atas, sesi terapi kelompok yang dipimpin oleh terapis gangguan makan yang terlatih, serta kelompok pendukung gangguan makan juga dapat menjadi metode yang efektif untuk sembuh gangguan makan berlebih.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit