Gangguan Kecemasan Akan Perpisahan: Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan

Update terakhir: May 7, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 744.704 orang

Gangguan kecemasan akan perpisahan atau yang biasa disebut separation anxiety disorder (SAD) merupakan suatu bagian normal dari perkembangan anak. Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi yang berusia antara 8 dan 12 bulan, dan biasanya menghilang sekitar usia 2 tahun. Namun, kondisi tersebut juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Beberapa anak memiliki gejala kecemasan akan perpisahan selama masa sekolah dasar dan masa remaja. Kondisi tersebut disebut juga dengan gangguan kecemasan akan perpisahan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Tiga hingga empat persen anak-anak menderita umumnya mengalami gangguan tersebut. Gangguan kecemasan akan perpisahan cenderung mengindikasikan masalah mood atau suasana hati dan masalah kesehatan mental.

Penyebab dan faktor resiko Gangguan Kecemasan Akan Perpisahan

Gangguan kecemasan akan perpisahan biasanya muncul setelah peristiwa stress atau traumatis yang signifikan dalam kehidupan seorang anak, seperti tinggal di rumah sakit, kematian orang yang dicintai atau hewan peliharaan, atau perubahan lingkungan (seperti pindah ke rumah baru atau pindah sekolah). Anak-anak yang orangtuanya terlalu protektif mungkin lebih rentan terhadap gangguan kecemasan tersebut.

Selain itu, fakta bahwa anak-anak dengan gangguan kecemasan akan perpisahan biasanya memiliki anggota keluarga dengan gangguan kecemasan atau gangguan mental lainnya yang menunjukkan bahwa kerentanan terhadap gangguan tersebut mungkin diturunkan.

Gangguan kecemasan akan perpisahan lebih mungkin terjadi pada anak-anak dengan beberapa kondisi sebagai berikut:

  • riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan atau depresi
  • memiliki kepribadian yang pemalu
  • status sosial ekonomi yang rendah
  • orang tua yang terlalu protektif
  • kurangnya interaksi yang baik pada orangtua

Gangguan kecemasan akan perpisahan juga dapat terjadi setelah peristiwa kehidupan yang penuh tekanan seperti:

  • pindah ke rumah baru
  • pindah sekolah baru
  • perceraian orang tua
  • kematian anggota keluarga terdekat

Tanda dan gejala Gangguan Kecemasan Akan Perpisahan

Gejala gangguan kecemasan akan perpisahan terjadi ketika seorang anak dipisahkan dari orang tua atau pengasuhnya. Ketakutan akan perpisahan juga dapat menyebabkan perilaku terkait masalah kecemasan. Beberapa perilaku yang paling sering terjadi meliputi:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01
  • Menempel terus dengan orang tua
  • Selalu menangis
  • Penolakan untuk melakukan hal-hal yang membutuhkan pemisahan
  • Mengalami sakit fisik, seperti sakit kepala atau muntah
  • Cepat marah dan emosi
  • Penolakan untuk pergi ke sekolah
  • Kinerja sekolah yang buruk
  • Kegagalan berinteraksi secara sehat dengan anak-anak lain
  • Menolak untuk tidur sendirian
  • Mengalami mimpi buruk

Cara Mengatasi Terjadinya Gangguan Kecemasan Akan Perpisahan

Sampai saat ini langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi kejadian gangguan kecemasan akan perpisahan pada anak-anak masih tidak diketahui. Namun, deteksi dan intervensi dini dapat mengurangi keparahan gangguan, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan normal anak, dan meningkatkan kualitas hidup yang dialami oleh anak-anak atau remaja dengan gangguan kecemasan akan perpisahan.

Cara mengobati Gangguan Kecemasan Akan Perpisahan

Diagnosa

Anak-anak yang mengalami tiga atau lebih dari gejala yang telah disebutkan di atas dapat didiagnosis dengan gangguan kecemasan akan perpisahan. Dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan untuk mengonfirmasi diagnosis tersebut.

Dokter mungkin juga akan melihat Anda berinteraksi dengan anak Anda. Hal ini menunjukkan apakah gaya pengasuhan Anda mempengaruhi cara anak Anda menghadapi gangguan kecemasan tersebut.

Pengobatan

Terapi dan pengobatan dapat digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan akan perpisahan. Kedua metode pengobatan tersebut dapat membantu anak mengatasi kecemasan dengan cara yang positif.

Terapi

Terapi yang paling efektif adalah terapi perilaku kognitif (CBT). Dengan CBT, anak-anak diajarkan teknik mengatasi kecemasan. Teknik umum lainnya yaitu teknik pernapasan dalam dan relaksasi.

Terapi interaksi orangtua dan anak adalah cara lain untuk mengobati gangguan kecemasan akan perpisahan. Teknik tersebut memiliki tiga fase pengobatan utama:

  • Child-directed interaction (CDI) yang berfokus pada peningkatan kualitas hubungan orangtua dan anak. Teknik tersebut melibatkan kehangatan, perhatian, dan pujian pada anak.
  • Interaksi terarah yaitu teknik mendidik orang tua tentang mengapa anak mereka merasa cemas.
  • Interaksi dengan orang tua yang mengajarkan orang tua untuk berkomunikasi secara jelas dengan anak mereka. Teknik ini dapat membantu mengelola perilaku yang buruk.

Obat-obatan

Tidak ada obat-obatan khusus untuk gangguan kecemasan akan perpisahan. Obat Antidepresan kadang-kadang dapat digunakan pada anak yang sudah besar dengan kondisi tersebut jika bentuk pengobatan lain tidak efektif.

 Pemberian obat adalah keputusan yang harus dipertimbangkan dengan cermat oleh orang tua atau wali anak dan dokter. Anak-anak juga harus dimonitor secara ketat untuk munculnya efek samping obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit