Fungsi Pankreas Untuk Kesehatan Tubuh Manusia

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Fungsi Pankreas Untuk Kesehatan Tubuh Manusia

Tahukah Anda apa itu pankreas? sebagian orang, umumnya tidak begitu mengenal organ tubuh yang satu ini. Bentuknya yang kecil dan letaknya di rongga perut serta dualisme fungsi pankreas membuat organ ini tidak seterkenal jantung ataupun paru-paru.

Penderita penyakit gula biasanya akan diperiksa kondisi pankreasnya karena pada organ ini dibentuk hormon yang mengatur gula darah. Disisi lain pankreas juga sangat dibutuhkan oleh sistem pencernaan. Nah, organ seperti apa sebenarnya pankreas ini? sebelum mengenal fungsi pankreas lebih dalam ada baiknya kita cermati anatomi dari organ yang kerap disebut kelenjar ganda ini.

Anatomi pankreas

Pankreas merupakan organ tubuh yang sudah dikenal sejak lama, yaitu sejak zaman yunani kuno oleh dokter bedah bernama Herophilus. Organ ini terletak di kuadran kiri atas bagian abdomen atau perut manusia. Bentuknya seperti spons berwarna kekuningan berukuran panjang sekitar 12 -  15 cm dengan berat 60 - 100 gram.

Pankreas terdiri dari bagian kepala atau disebut kaput, batang tubuh dan bagian ekor. Bagian kaputlah yang menempel dan memiliki saluran yang bermuara pada bagian awal duodenum bersamaan dengan saluran dari kantung empedu. Produk dari pankreas berupa cairan pankreas berisi enzim-enzim yang akan disalurkan melalui saluran utama yang disebut duktus pankreatikus (pancreatic duct) yang terbagi menjadi dua cabang menuju duodenum yaitu duktur wirsung dan duktus sartorini.

Hasil sekresi dari kelenjar pankreas terbagi dalam dua kelompok besar. Pertama menghasilkan enzim-enzim pencernaan dan kedua mensekresikan hormon tertentu seperti insulin, glukagon dan somatostatin. Dua perbedaan produk pankreas inilah yang menyebabkan organ ini sering disebut kelenjar ganda.

Fungsi pankreas

Kelenjar pankreas yang berfungsi dengan normal akan memproduksi dua jenis keluaran, berupa enzim dan hormon. Hasil inilah yang membuat pankreas dikategorikan sebagai kelenjar eksokrin sekaligus juga sebagai kelenjar endokrin.

Jaringan acini dan langerhans pankreas

1. Pankreas sebagai kelenjar eksokrin

Kelenjar pankreas digolongkan sebagai kelenjar eksokrin karena hasil produksinya berupa enzim-enzim pencernaan disalurkan langsung melalui sebuah saluran khusus yang disebut duktus pankreatikus dan tidak melalui darah. Enzim yang disekresikan oleh pankreas sangat penting perannya dalam pencernaan makanan.

Makanan yang sudah dicerna oleh lambung dan berbentuk bubur makanan akan diteruskan melalui usus halus atau duodenum. Pada saat makanan masuk ke dalam lengkungan awal duodenum, enzim pencernaan dari pankreas dikeluarkan untuk membantu mencerna makanan tadi menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana agar dapat diserap oleh usus.

Terdapat tiga jenis enzim yang diproduksi oleh pankreas. Enzim lipase yang bertugas memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Enzim amilase untuk memecah karbohidrat dan Enzim tripsin dan chymotripsin untuk memecah protein.

2. Pankreas sebagai kelenjar endokrin

Kelenjar endokrin merupakan kelenjar yang menghasilkan hormon dan mengalirkan hasil produksinya ke darah. Selain sebagai kelenjar eksokrin yang mengeluarkan enzim, pankreas juga memiliki fungsi endokrin.

Pankreas dibentuk oleh dua jaringan utama berupa kumpulan sel-sel yang disebut acini serta kumpulan sel lainnya yang disebut Langerhans. Kedua jaringan ini memiliki fungsi yang berbeda, acini memproduksi enzim pencernaan sementara Langerhans memproduksi hormon.

Langerhans atau dikenal sebagai pulau-pulau Langerhans karena bentuknya kumpulan sel-sel yang membentuk seperti pulau ini memiliki empat jenis sel penyusun. Keempat sel itu adalah sel alfa, sel beta sel F, dan sel delta. Masing-masing memproduksi hormon yang berbeda-beda.

Mulai dari sel alfa yang menghasilkan hormon glukagon yang berfungsi meningkatkan kadar gula dalam darah. Kemudian sel beta yang menghasilkan hormon insulin yang dapat menurunkan kadar gula darah. Sel F yang menghasilkan polipeptida pankreas yang dapat memperlambat penyerapan makanan. Serta sel delta yang menghasilkan somatostatin yang bertugas menghambat sekresi glukagon oleh sel alfa.

Penyakit yang berhubungan dengan pankreas

Fungsi pankreas yang begitu penting tentu akan sangat berhubungan dengan kesehatan tubuh. Beberapa masalah kesehatan juga mungkin timbul jika terjadi kerusakan pada organ ini. Beberapa penyakit berikut adalah yang erat kaitannya dengan pankreas.

1. Pankreatitis

Penyakit yang menyerang organ pankreas ini menyebabkan peradangan akibat produksi enzim yang berlebihan hingga mencerna dirinya sendiri. Pankreatitis dapat terjadi secara akut maupun kronis. Pada kondisi akut penyebab utamanya umumnya adalah terbentuknya batu empedu atau konsumsi alkohol berlebihan. Kondisi ini biasanya dapat mengancam nyawa.

Pada kondisi kronis panktreatitis menyebabkan turunnya fungsi pankreas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Kasus seperti ini umumnya disebabkan oleh kecanduan alkohol, atau akibat penyakit fibrosis sistik namun ada juga yang disebabkan oleh genetik.

2. Kanker pankreas

Bentuk kanker yang paling sering menyerang pankreas adalah adenokarsinoma yang terbentuk di sel-sel yang melapisi saluran pankreas. Bentuk tumor yang lebih jarang adalah tumor endokrin pankreas, angka kejadiannya hanya sekitar 5% dari keseluruhan kejadian kanker pankreas.

3. Fibrosis sistik

Penyakit akibat kelainan genetik ini dapat menyebabkan terjadinya pengentalan pada hampir seluruh sistem endokrin tubuh termasuk juga pankreas. Pengentalan pada sekresi pankreas akan menyebabkan terganggunya proses pencernaan makanan serta gangguan pada kadar gula dalam darah.

Akibatnya penderita fibrosis sisik akan rentan sakit sejak masih anak-anak. Mulai dari penyakit paru, infeksi hidung, gangguan fungsi hati dan inkonsistensi urin hingga kemandulan akibat terganggunya saluran sperma dan tebalnya cairan di dinding rahim. Hingga saat ini belum ada cara menyembuhkan kondisi ini secara total.

4. Diabetes tipe 1 dan 2

Fungsi pankreas yang mengatur kadar gula darah dengan hormon insulinnya menyebabkan organ ini sangat berhubungan dengan penyakit diabetes, baik itu diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Kenali gejala penyakit diabetes di sini.

Pada penderita diabetes pankreas mengalami kesulitan memproduksi insulin atau tidak merespon produksi insulin saat sedang mengonsumsi makanan. Akibatnya terjadi peningkatan kadar gula dalam darah dan tidak ada yang mengeremnya. Harusnya pada kondisi normal insulin akan dikeluarkan jika terjadi kelebihan gula di aliran darah.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Pancreas: Functions and disorders. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/10011.php)
What Does the Pancreas Do: Function, Problems, Role in Digestion. Healthline. (https://www.healthline.com/health/what-does-the-pancreas-do)
Pancreas (Human Anatomy): Picture, Function, Conditions, Tests, Treatments. WebMD. (https://www.webmd.com/digestive-disorders/picture-of-the-pancreas)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app