Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Flurbiprofen: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Update terakhir: DEC 6, 2019 Tinjau pada DEC 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.304.646 orang

Flurbiprofen merupakan salah satu jenis obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan yang disebabkan peradangan pada daerah sendi yang disebut arthritis. Obat ini termasuk golongan NSAID. Selain sebagai terapi peradangan sendi, obat ini juga digunakan untuk preoperasi mata.

Obat flurbiprofen merupakan golongan derivatif asam propionate. Obat ini merupakan bagian dari NSAID atau Nonsteroidal Anti- inflammatory agents. Obat NSAID memiliki efek analgetik dan antipiretik.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Blackmores Celery dapat digunakan untuk kesehatan sendi dan meredakan sakit akibat arthirits, encok dan rematik. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores celery 7000 120 1

Obat flurbiprofen memiliki mekanisme yang sama dengan golongan ibuprofen, fenoprofen, ketoprofen. Flurbiprofen merangsang aktivitas antiinflamatori dan analgesik. Flurbiprofen menghambat cyclooxygenase (COX), enzim yang bertanggung jawab untuk mengubah asam arachidonte menjadi prostaglandin G2 dan PGG2 menjadi prostaglandin H2 di lajur sintesis prostaglandin.

Obat ini menurunkan knsentrasi prostaglandin yang berespon pada inflamasi, pembengkakan, serta nyeri. Obat flurbiprofen menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2.

Mengenai Flurbiprofen

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Tablet 

Kandungan:

Obat NSAIDs

Manfaat Flurbiprofen

Obat flurbiprofen berguna sebagai obat antiinflamasi pada peradangan sendi serta sebagai terapi preoperatif operasi mata melalui sediaan tetes mata atau topikal. Beberapa penyakit tersebut diantaranya:

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Blackmores Celery dapat digunakan untuk kesehatan sendi dan meredakan sakit akibat arthirits, encok dan rematik. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores celery 7000 120 1
  1. Ankylosing Spondylitis
    Ankylosing spondylitis merupakan inflamasi pada tulang belakang yang berlangsung lama. Inflamasi juga mencakup tualng leher hingga tulang panggul. Nyeri punggung belakang menajdi gejala utama pada penyakit ini. Nyeri disertai kaku semakin memberuk dalam beberapa waktu. Hingga saat ini belum ada terapi yang dapat menyembuhkan ankylosing spondylitis secara total.
  2. Artritis Rematik
    Rheumatoid arthritis merupakan salah satu penyakit autoimun yang menyerang persendian. Inflamasi autoimun ini menimbulkan gejala nyeri dan kaku pada persendian terutama pada jari-jari tangan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Peradangan tersebut dapat timbul di beberapa persendian tubuh seperti pada pergelangan tangan, siku, lutut, pundak, dan pergelangan kaki. Gejala yang ditimbulkan antara lain:
    1. Pembengkakan Sendi
    2. Kemerahan dan rasa hangat pada persendian
    3. Sendi terasa kaku terutama pada pagi hari
    4. Nyeri pada persendian
    5. Struktur tulang menjadi bengkok (terutama pada jari-jari tangan)
    6. Demam tidak tinggi
    7. Rasa lelah
    8. Hilang nafsu makan
  3. Osteoartritis
    Osteoartritis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh peradangan pada sendi yang bersifat degeneratif. Penyakit ini paling sering muncul pada usia dewasa hingga usia lanjut. Kondisi ini disebabkan oleh kakunya bantalan persendian di antara dua tulang seperti pada lutut, siku tangan, punggung, dan pinggul yang menagkibatkan rusaknya kartilago yang dapat beresiko keterbatasan anggota gerak hingga kecacatan.

Dosis dan cara pemberian Flurbiprofen

Obat flurbiprofen tersedia dalam bentuk tablet sediaan 50 mg dan 100 mg. tersedia juga obat flurbiprofen tetes mata (topikal) dengan sediaan solution 0,03%.

Pada gangguan persendian seperti arthritis rematik dan osteoarthritis dapat diberikan 200- 300 mg per hari yang dibagi 2 hingga 4 dosis.

Pada intraoperative miosis inhibitoan, oabt diberikan 4 tetes pada mata yang terkena. Obat diberikan 2 jam sebelum prosedur operasi. Hanya dokter atau petugas kesehatan yang dapat melakukan prosedur tetes mata karena terkait persiapan sebelum dilakukan operasi.

Pada penderita ankylosing spondylitis, obat diberikan sebanyak 50 mg atau 100 mg dibagi dosis. Dosis maksimal dapat diberikan sebanyak 300 mg per hari. 

Efek samping Flurbiprofen

Efek samping yang dapat terjadi pada pengobatan dengan flurbiprofen antara lain:

  • Nyeri dada, nyeri perut, dan sulit bernapas
  • Feses berwarna gelap, berdarah
  • Ada batu darah
  • Sulit buang air kecil
  • Berat badan meningkat
  • Kelemahan otot
  • Kesemutan otot

Interaksi Flurbiprofen

Obat flurbiprofen memiliki interaksi dengan obat lainnya seperti:

  • Obat pengencer darah 
  • Obat kortikosteroid
  • Obat aspirin
  • Obat lithium
  • Obat antihipertensi golongan beta bloker seperti nadolol, metoprolol
  • Obat antihipertensi golongan ACEI seperti enalapril, benazepril

Perhatian khusus terkait pengobatan Flurbiprofen

Informasi Penting terkait penggunaan obat flurbiprofen antara lain:

  • Obat ini tidak boleh diberikan pada ibu hamil dan menyusui
  • Obat ini tidak boleh diberikan pada penderita gangguan pendarahan dan anemia
  • Obat ini tidak boleh diberikan apda penderita penyakit jantung dan hipertensi berat
  • Obat ini tidak boleh diberikan pada penderita gangguan saluran cerna seperti gastritis atau perforasi usus

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini