Epoetin Beta : Manfaat,Efek Samping,dan Dosis

Update terakhir: Feb 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 294.091 orang

Epoetin Beta merupakan salah satu jenis obat yang digunakan untuk mengobati anemia akibat gagal jantung kronik dan kanker kemoterapi. Obat ini merupakan bagian dari sintesis eritropoetin yang  dapat berfungsi untuk memproduksi sel darah merah dari sumber protein. 

Pemberian dosis tinggi juga dpaat membantu mempercepat peningkatan angka hematologi.

Methoxy plyethylene glycol-epoetin beta menstimulasi produksi hemoglobin dengan menstimulasi reseptor eritropoetin. Epoetin Beta berasal dari sintesis rekombinan protein dari eritropoetin.  

Eritropoetin sendiri adalah sitokin glikoprotein yang disekresi oleh ginjal. Eritropoetin menstimulasi prosuksi sel darah merah di sumsum tulang. 

Eritropoetin merupakan hormon penting dari pembentukan sel darah merah. Eritropoetin dapat dikeluarkan oleh ginjal apabila terjadi hipoksia atau penurunan oksigen dalam tubuh akibat menurunnya sel darah merah. 

Eritropoetin menjaga prekursor sel darah merah di sumsum tulang dan mencegah sel agar tidak mati.

Manfaat Epoetin Beta

Epoetin Beta merupakan jenis obat yang berasal dari hormon eritropoetin yang berperan dalam pencegahan anemia pada penyakit gagal ginjak kronik.

Gagal Ginjal Kronik

Gagal ginjal kronik merupakan suatu tahap kerusakan organ ginjal yang sangat fatal akibat menurunnya fungsi ginjal sebagai filtrasi selama 3 bulan atau lebih.

Ginjal secara normal menyaring darah dan cairan berlebih sehingga dibuang melalui urin. Ginjal juga menghasilkan enzim renin yang berfungsi menjaga tekanan darah dan garam di dalam tubuh.

Ginjal juga merupakan tempat terbentuknya hormon Eritropoetin yang merangsang sumsum tulang memproduksi sel darah merah.

Ginjal yang rusak dapat meningkatkan serum kreatinin melalui tes darah dan urin. 

Gejala yang dialami pada gagal ginjal kronik diantaranya:

  • Nafsu makan menurun
  • Pembengkakan cairan di betis
  • Penurunan kadar hemoglobin
  • Hipertensi atau peningkaan tekanan darah
  • Kadar kreatinin meningkat atau azotemia
  • Penumpukan urea dalam darah atau uremia
  • Metabolik asidosis
  • Kadar kalium dalam darah meningkat
  • Anemia

Penyebab Utama penyakit gagal ginjal kronik diantaranya:

  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Glomerulonefritis
  • Batu ginjal

Pasien penyakit ginjal kronik dapat menimbulkan penurunan nilai hemoglobin atau Hb kurang dari 11 g/dl dengan lafu glumerulus filtrasi dibawah 60 ml/menit.

Epoetin beta lebih dipilih karena obat ini memilii konsentrasi serta waktu paruh yang lebih tinggi Terdapat juga epoetin alfa yang tidak digunakan karena memiliki efek nyeri pada daerah suntikan.

Efek samping Epoetin Beta

Efek samping yang ditimbulkan selama pemberian suntikan Epoetin beta antara lain:

Efek samping tersering

  • Demam ringan
  • Hipertensi atau peningkatan tekanan darah
  • Takikardia
  • Penggumpalan darah

Efek samping minimal

  • Diare
  • Nyeri sendi
  • Spasme otot
  • Mual muntah
  • Rasa lelah

Dosis dan cara pemberian Epoetin Beta

Obat epoetin beta merupakan obat injeksi yang diberikan setiap dua kali setiap bulannya. Obat ini dapat diberikan di rumah sakit sesuai jadwal pemberian dari dokter, atau dapat diberikan di rumah dengan tata cara pemberian yang telah diajarkan dari rumah sakit.

Obat epoetin beta terdapat pada syringe dan diadministrasikan melalui jarum. Dosis obat epoetin beta adalah recormon 2000IU/0,3 ml prefilled syringe.

Jangan mengocok obat epoetin beta karena dapat merusak kandungan obat. Obat epoetin beta yang sudah berubah warna tidak boleh digunakan lagi.

Jarum pemberian obat epoetin beta tidak boleh digunakan dua kali. Setelah pemberian injeksi, obat dan jarum harus segera dibuang.

Obat disimpan dalam lemari pendingin dan jauh dari cahaya sinar matahari dan jangkauan anak-anak. Selama pemberian obat ini harus

Beritahu dokter apabila efek samping mulai timbul, nyeri di daerah suntikan, serta dosis obat kurang. Jaga kebersihan selama pemberian untuk menghindari kontaminasi dengan infeksi kuman yang dapat menempel. 

Selama pemberian epoetin Beta, pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan darah seperti hemoglobin dan serum kreatinin dan ureum harus siperiksa secara berkala.

Dosis pemberian obat harus sesuai dengan resep dokter. Jangan menggandakan dosis obat atau mencampurkan dengan obat lain. Sebaiknya lakaukan pemberian obat di rumah sakit agar terhindar dari kesalahan pemberian.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit