Dutasteride: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Feb 19, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 628.038 orang

Dutasteride merupakan salah satu jenis obat yang digunakan sebagai terapi gangguan prostat yang dinamakan hiperplasia prostat jinak. Obat ini termasuk dalam golongan penghambat 5 alfa reduktase yang berfungsi memblokade enzim yang mengubah testosterone menjadi dihidrotestosteron atau DHT. Obat ini juga termasuk antiandogen dengan menghambat pembentukan hormon.

Obat dutasteride pertama kali digunakan pada tahun 2001 dan dipromosikan sebagai terapi gangguan prostat pada beberapa negara di Asia seperti Jepang dan Korea Selatan, meskipun obat ini belum digunakan di Amerika Serikat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Sebagai golongan penghambat 5 alfa reduktase, obat ini dapat mencegah perubahan testosterone ke dihidrotestosteron. Enzim ini sendiri terdiri dari 2 tipe, tipe pertama berfungsi sebagai sirkulasi 1/3 DHT, sedang tipe kedua ditemukan di organ prostat, epididimis, da folikel rambut berfungsi pada 2/3 sirkulasi DHT.

Dihidrotestosteron merupakan salah satu androgen yang berperan pada pembesaran kelenjar prostat. Semakin besar prostat diakibatkan bertambahnya volume DHT. Sehingga obat ini dapat menghambat pembentukan DHT dalam kerja 2 tipe reduktase di atas. Dutasteride tidak mengikat reseptor androgen.

Manfaat Dutasteride

Obat dutasteride digunakan sebagai terapi antara lain:

  • BPH (Benign Prostate Hiperplasia)
    Penyakit BPH sering terjadi pada laki-laki berusia di atas 50 tahun. Rentannya penyakit di usia tersebut dapat dilihat dai hasil pemeriksaan PSA untuk penunjang diagnosis pada penyakit BPH. Hingga saat ini penyebab terjadi Benign Prostat Hyperplasia masih belum diketahui secara pasti. Munculnya penyakit BPH adalah terkait bertambahnya usia dan keseimbangan hormon androgen yang membantu kinerja kelenjar prostat yang berkurang. Gejala yang timbul pada BPH secara mayoritas merupakan gangguan kemih yang meliputi:
    • Sulit untuk mengeluarkan air kencing (mengedan)
    • Pancaran air kencing yang lemah
    • Membutuhkan waktu yang lama untuk mengeluarkan air kencing
    • Urinasi yang tidak puas atau terasa masih ada sisa 
    • Sering merasa ingin kencing pada malam hari
  • Rambut Rontok Pada Pria
    Rambut tumbuh dari kepala kulit manusia yang berfungsi sebagai pelindung kulit kepala dan sebagai penampilan. Rambut dapat ditata sedemikian rupa sehingga cocok dengan bentuk kepala dan keiinginan. Pada kulit kepala, akar rambut (hair papila dan hair bulb) tumbuh memanjang hingga keluar membentuk helai panjang berwarna hitam atau pirang sesuai genetik seseorang. Terjadinya kerontokan rambut terutama pada pria biasanya diakibatkan oleh:
    • Genetik
    • Hormon 
    • Usia
    • Penggunaan produk penata rambut
    • Penyakit
  • Terapi Hormon Transgender
    Obat dutasteride juga digunakan sebagai hterapi hormon pada wanita transgender melalui kombinasi hormon estrogen dan obat antiandrogen lainnya seperti spironolactone
  • Hirsutism
    Hirsutisme merupakan kondisi kelainan pertumbuhan rambut yang berlebih pada tubuh. Tumbuhnya rambut yang berlebih terjadi pada daerah yang biasa tidak ditumbuhi rambut atau hanya ada rambut yang minimal. Kondisi ini tidak hanya sebatas kelainan dermatologis, tetapi ini sangat berkaitan dengan suatu penyakit yang terjadi di dalam tubuh

Efek samping Dutasteride

Dari hasil penelitian oleh Food and Drugs Administration (FDA), obat dutasteride dapat meningkatkan resiko kanker prostat. Namun kasus ini sangat jarang sekali terjadi meskipun FDA telah menginformasikan efek samping berat yang timbul.

Efek samping lainnya yang dapat ditimbulkan selama penggunaan obat dutasteride antara lain:

Interaksi Dutatseride

Obat dutasteride dapat menimbulkan interaksi apabila digunakan bersamaan dengan obat lain seperti:

  • Penghambat alfa adregenik seperti terazosin atau tamsulosin
  • Penghambat kalsium channel, seperti verapamil atau diltiazem dapat meningkatkan kadar obat dutasteride
  • Penghambat Cytochrome P450 3A

Perhatian khusus sebelum mengonsumsi Dutasteride

Informasi penting yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi obat dutasteride yaitu:

  • Melakukan pemeriksaan Prostate Specific Antigen atau PSA secara rutin 3 bulan sekali selama pemberian terapi
  • Tidak boleh diberikan pada pasien kanker prostat
  • Tidak boleh diberikan pada ibu hamil, beresiko gagal janin
  • Tidak boleh mendonor darah selama mengonsumsi obat dutasteride

Dosis dan cara pemberian Dutasteride

Obat dutasteride tersedia dalam bentuk kapsul 0,5 mg. Obat ini dikonsumsi sebanyak 1 kali sehari atau dapat diberikan bersamaan dengan tamsulosin 0,4 mg perhari.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp