Prickly Pear: Informasi Manfaat dan Cara Kerja

Dipublish tanggal: Mei 17, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Waktu baca: 3 menit

Kaktus pir berduri atau juga yang dikenal sebagai nopal atau opuntia, adalah tanaman yang dapat digunakan untuk mengobati diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, dan mabuk. Tanaman ini juga dipercaya memiliki kegunaan antivirus dan anti-inflamasi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kaktus pir berduri dapat menurunkan kadar gula darah pada diabetes tipe 2. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak kaktus pir berduri dapat mengurangi efek mabuk karena efek anti-inflamasinya.

Iklan dari HonestDocs
Meso Slimming Treatment di Reface Clinic

Meso Slimming merupakan teknik non-bedah kosmetik dimana mikroskopis kecil dari obat-obatan kelas medis, vitamin, mineral dan asam amino disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Penyuntikan dilakukan pada bagian atas dan tengah untuk mengatasi berbagai jenis masalah penumpukan lemak. Suntikan akan diberikan ke dalam mesoderm, yaitu lapisan lemak dan jaringan di bawah kulit. Befungsi untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan dan selulit.

Mungkin terlalu dini untuk menyebut kaktus pir berduri sebagai makanan super, tetapi tanaman ini bisa menjadi bagian dari diet sehat. Kaktus pir berduri memiliki kandungan serat, antioksidan dan karoten yang tinggi. Kaktus pir berduri cukup populer di berbagai belahan dunia, khususnya Amerika Latin, yang merupakan asal dari tanaman tersebut.

Bagian yang memiliki manfaat kesehatan dari tanaman ini adalah bagian daun, bunga, batang dan buah. Kaktus pir berduri dapat dimakan utuh (direbus atau dipanggang) atau juga dibuat menjadi jus dan selai.

Manfaat Kaktus Pir Berduri

  • Diabetes. Dosis tunggal kaktus pir berduri dapat menurunkan kadar gula darah sebesar 17% hingga 48% pada beberapa orang.
  • Pembesaran prostat. Penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi bunga kaktus pir berduri dalam bentuk bubuk dapat mengurangi gejala pembesaran prostat.
  • Kolesterol tinggi yang diwariskan (hiperkolesterolemia familial). Penelitian awal menunjukkan bahwa mengkonsumsi kaktus pir berduri setiap hari selama 4 minggu diiringi dengan diet yang sehat dapat mengurangi kadar kolesterol total dan rendah lipoprotein (LDL atau "kolesterol jahat") pada orang dengan kolesterol tinggi yang diwariskan.
  • Mabuk. Menggunakan ekstrak kaktus pir berduri sebelum minum alkohol dapat mengurangi gejala mabuk seperti mual, anoreksia, dan mulut kering. Namun, tampaknya tidak mengurangi gejala seperti sakit kepala, pusing, diare, atau pegal.

Kaktus Pir Berduri disebut-sebut memiliki banyak manfaat kesehatan. Namun, perlu Anda ketahui bahwa tidak semua efek tersebut terbukti secara klinis. Contohnya :

  • Sindrom metabolik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa menggunakan produk tertentu yang berasal dari daun kaktus pir berduri selama 6 minggu tidak mengurangi lemak darah pada wanita dengan sindrom metabolik.
  • Penurunan berat badan Penelitian menunjukkan bahwa kaktus pir berduri tidak mengurangi berat badan pada pasien yang berat badannya normal atau kelebihan berat badan.
  • Radang usus besar.
  • Diare.
  • Mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus.
  • Kondisi lain.
  • Diperlukan lebih banyak bukti untuk menilai efektivitas kaktus pir berduri untuk penggunaan ini.

Dosis Kaktus Pir Berduri

Dosis kaktus pir berduri untuk diabetes: 300 gram kaktus pir berduri dikukus dan 500 gram batang kaktus pir berduri. Sedangkan belum ada dosis yang ditentukan secara klinis untuk penggunaan kaktus berduri dalam mengatasi penyakit lain. Hal ini disebabkan kurangnya penelitian secara klinis yang menyebutkan dosis baku untuk penggunaan pada masing-masing penyakit.

Efek Samping Kaktus Pir Berduri

Kaktus pir berduri cukup aman untuk dikonsumsi sebagai makanan. Daun, batang, bunga, buah, dan ekstrak standar kaktus pir berduri juga aman bila diminum sebagai obat dalam jumlah yang sesuai untuk periode waktu yang singkat. Pada beberapa orang, kaktus pir berduri dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti diare, mual, peningkatan jumlah dan frekuensi buang air besar, kembung, dan sakit kepala. Dalam kasus yang jarang terjadi, makan buah kaktus pir berduri dalam jumlah besar dapat menyebabkan sumbatan pada usus bagian bawah.

Interaksi Kaktus Pir Berduri

Obat-obatan untuk diabetes

Mengkonsumsi kaktus pir berduri bersamaan dengan obat anti-diabetes dapat menyebabkan penurunan gula darah secara ekstrim (hipoglikemia). Lakukan pemantauan gula darah secara rutin untuk mencegah terjadinya komplikasi hipoglikemia.

Perhatian

  • Kehamilan dan menyusui: Tidak ada informasi yang cukup mengenai keamanan dalam mengkonsumsi kaktus pir berduri jika Anda sedang hamil atau menyusui.
  • Pembedahan: Kaktus pir berduri dapat mempengaruhi kadar gula darah, membuat kontrol gula darah menjadi sulit selama dan setelah operasi. Hentikan mengkonsumsi kaktus pir berduri setidaknya 2 minggu sebelum menjalani operasi.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Prickly Pear Uses, Benefits & Dosage Herbal Database. Drugs.com. (https://www.drugs.com/npp/prickly-pear.html)
Probable hypoglycemic adverse drug reaction associated with prickly pear cactus, glipizide, and metformin in a patient with type 2 diabetes mellitus. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20516361)
Prickly Pear Cactus: Uses, Side Effects, Interactions, Dosage, and Warning. WebMD. (https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-880/prickly-pear-cactus)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app