Tidak Semua Gejala Virus Corona Disebut Suspek, Ini Tahapannya

Dipublish tanggal: Mar 3, 2020 Update terakhir: Agu 5, 2021 Waktu baca: 3 menit
Tidak Semua Gejala Virus Corona Disebut Suspek, Ini Tahapannya

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Presiden Joko Widodo melaporkan bahwa ada 2 WNI yang dinyatakan positif terjangkit COVID-19 pada Senin (2/3).
  • Kemenkes RI mengungkapkan ada 4 tahapan diagnosis virus corona, yaitu people under observation, suspectprobable, dan confirm.
  • People under observation artinya orang yang sedang dalam pemantauan, meskipun tampak sehat dan tidak ada keluhan.
  • Seseorang dikatakan suspek COVID-19 apabila ia mengalami gejala virus corona setelah pergi ke Wuhan atau wilayah terkena wabah.
  • Dalam kategori probable, seseorang dinyatakan mungkin terkena virus corona, tapi belum pasti virus novel corona.
  • Jika hasil pemeriksaan menemukan adanya virus corona COVID-19, maka seseorang dinyatakan confirm atau positif terinfeksi virus corona. 
  • Klik untuk membeli perlengkapan new normal dari rumah Anda melalui HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.
  • Dapatkan paket cek COVID-19 berupa swab PCR, swab antigen, dan rapid test dengan harga bersahabat dan tim medis berpengalaman di HDmall.

Mitos Indonesia 'kebal' virus corona telah terpatahkan semenjak Presiden Joko Widodo melaporkan bahwa ada 2 WNI yang dinyatakan positif terjangkit COVID-19 pada Senin (2/3). Kabar ini kian membuat panik masyarakat, bahkan tak jarang terburu-buru menggolongkan orang yang sakit demam atau batuk pilek sebagai suspek virus corona. Padahal, tidak semua kasus penyakit bisa langsung digolongkan sebagai suspek. Bagaimana membedakannya?

Baca juga: Indonesia Positif Corona, Perhatikan Informasi Penting Berikut

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Kapan seseorang dikatakan suspek virus corona?

Ratusan mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Wuhan, China, berhasil dipulangkan ke Indonesia akibat maraknya virus corona COVID-19. Namun, mereka sempat harus diisolasi di Natuna selama 14 hari untuk memantau kemungkinan munculnya gejala virus corona dalam tubuh.

Isolasi adalah prosedur memisahkan orang yang suspek maupun positif terkena penyakit menular dengan orang sehat yang tidak terkontaminasi. Hal ini dilakukan untuk melindungi orang lain dari droplet penderita sehingga orang sehat tidak ikut ketularan.

Baca selengkapnya: Seseorang Suspek Virus Corona, Harus Dikarantina Atau Isolasi?

Sayangnya, masih banyak yang salah kaprah soal pengertian suspek virus corona. Saking paniknya, orang yang mengalami gejala demam hingga batuk pilek langsung dianggap sebagai suspek COVID-19, padahal ternyata belum tentu.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan ada 4 tahapan diagnosis virus corona yang perlu diketahui, yaitu:

1. People under observation

People under observation artinya orang yang sedang dalam pemantauan. Meskipun seseorang terlihat dalam keadaan sehat dan baik-baik saja tanpa ada keluhan, tapi pernah ke Wuhan atau wilayah endemis corona lainnya, maka orang tersebut tetap harus diobservasi kondisi kesehatannya. Sekarang ini, status people under observation kerap disebut dengan orang dalam pemantauan (ODP).

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Obat batuk ibu anak pei pa koa 75 ml 1

Walaupun tidak memiliki riwayat perjalanan ke wilayah penyebaran coronavirus maupun kontak langsung dengan penderita, tapi seseorang mengalami gejala batuk pilek atau demam yang diduga gejala virus corona, hal ini juga bisa dikategorikan sebagai people under observation atau ODP.

2. Suspect

Suspek adalah kondisi ketika seseorang harus mendapatkan pengawasan terkait virus corona. Seseorang dikatakan suspek COVID-19 apabila ia mengalami gejala virus corona setelah pergi ke Wuhan atau wilayah yang terkena wabah. Suspek juga dapat disebut dengan pasien dalam pengawasan (PDP).

Menurut CDC, kriteria seseorang dapat dicurigai sebagai PDP atau suspek virus corona COVID-19 adalah:

  • Demam atau mengalami gejala infeksi saluran pernapasan bawah lainnya, seperti batuk atau sesak napas. Gejala ini muncul dalam waktu 14 hari setelah kontak langsung dengan seseorang yang sudah positif terinfeksi COVID-19, termasuk bagi petugas kesehatan.
  • Demam dan mengalami gejala infeksi saluran pernapasan bawah lainnya, seperti batuk atau sesak napas, sehingga butuh rawat inap. Gejala ini muncul setidaknya 14 hari setelah bepergian ke Kota Wuhan atau wilayah endemis lainnya, atau setelah melakukan kontak langsung dengan orang yang diduga terinfeksi virus corona.
  • Demam dengan gejala infeksi saluran pernapasan bawah yang parah (seperti pneumonia) yang memerlukan rawat inap dan tanpa penjelasan diagnosis lainnya (contohnya influenza), meskipun tidak ada sumber pajanan yang diketahui.

Orang yang suspek coronavirus akan diisolasi di dalam ruang isolasi pernapasan. Ruangan khusus ini mampu mengendalikan aliran udara untuk mencegah kuman maupun ke luar ruangan.

3. Probable

Probable adalah tahap pemeriksaan lanjutan dari pasien suspek. Dalam kategori ini, seseorang dinyatakan mungkin terkena virus corona, tapi belum pasti virus novel corona. Masih dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikannya.

4. Confirm

Jika hasil pemeriksaan menemukan adanya virus corona COVID-19, maka barulah orang tersebut dinyatakan confirm atau positif terinfeksi virus corona. 

Baca selengkapnya: Lindungi Tubuh Anda dari Virus Corona Covid-19 dengan 6 Cara Ini

Jadi, tidak semua orang yang mengalami demam maupun batuk pilek bisa langsung dikategorikan sebagai suspek virus corona. Ada hal-hal lain yang dipertimbangkan dan harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan diagnosis COVID-19.

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin.     

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19): Evaluating and Reporting PUI. (https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-nCoV/hcp/clinical-criteria.html). 27 Februari 2020.
CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). (https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/about/prevention-treatment.html). 15 Februari 2020.
WHO. Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public. (https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public).

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app