Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Cordycep: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Update terakhir: DEC 8, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.086.655 orang

Cordyceps adalah jamur yang hidup pada ulat tertentu yang terdapat di daerah pegunungan tinggi Cina. Cordyceps alami sulit didapat dan harganya bisa jadi mahal. Sebagian besar suplemen dibuat dengan Cordyceps yang tumbuh di laboratorium.

Cordyceps paling sering digunakan untuk gangguan ginjal dan masalah seksual pria. Ia juga digunakan setelah transplantasi ginjal, masalah hati, meningkatkan kinerja atletik, dan banyak kondisi lainnya tetapi tidak ada bukti ilmiah yang akurat dalam mendukung penggunaan ini.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Bagaimana cara kerjanya?

Cordyceps kemungkinan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara merangsang sel-sel dan bahan kimia tertentu. Cordyceps juga mungkin dapat memerangi aktivitas sel kanker dan dapat memperkecil ukuran tumor, terutama kanker paru-paru atau kulit.

Penggunaan dan Efektifitas

Mungkin Tidak Efektif untuk

  • Kinerja atletik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi cordyceps atau kombinasi cordyceps dengan roseroot tidak meningkatkan daya tahan pada pria pengendara sepeda terlatih.

Bukti yang Tidak Cukup untuk

  • Kerusakan ginjal yang disebabkan oleh obat amikacin. Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi cordyceps dengan obat amikacin dapat mengurangi kerusakan ginjal yang disebabkan oleh obat pada orang tua.
  • Asma. Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi cordyceps saja dapat mengurangi gejala asma pada orang dewasa. Namun, penelitian awal lainnya menunjukkan bahwa mengonsumsi cordyceps dengan herbal lainnya selama 6 bulan tidak mengurangi kebutuhan akan obat atau memperbaiki gejala asma pada anak-anak.
  • Kemoterapi. Bukti awal menunjukkan bahwa mengonsumsi cordyceps selama atau setelah kemoterapi dapat memperbaiki kualitas hidup dan meningkatkan toleransi terhadap perawatan.
  • Penyakit ginjal kronis (CKD). Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi cordyceps dengan terapi standar dapat meningkatkan fungsi ginjal. Namun, sebagian besar studi ini berkualitas rendah dan hanya dilakukan selama 6 bulan atau kurang.
  • Kerusakan ginjal yang disebabkan oleh pewarna kontras (Contrast induced nephropathy). Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi cordyceps saat menjalani pemeriksaan dengan menggunakan pewarna kontras mampu mengurangi kemungkinan kerusakan ginjal yang disebabkan oleh pewarna tersebut. Tetapi penelitian awal lainnya tidak menunjukkan adanya manfaat.
  • Kerusakan ginjal yang disebabkan oleh obat siklosporin. Ada bukti awal yang menyatakan bahwa mengonsumsi cordyceps dengan siklosporin dapat mengurangi kerusakan ginjal yang disebabkan oleh siklosporin pada orang dengan transplantasi ginjal.
  • Hepatitis B. Bukti awal menunjukkan bahwa mengonsumsi cordyceps dapat meningkatkan fungsi hati pada penderita hepatitis B. Namun, cordyceps tampaknya kurang efektif dibandingkan dengan suplemen astragalus dan polygonum (fo-ti).
  • Hasrat seksual. Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi produk spesifik cordyceps (CordyMax Cs-4) setiap hari selama 40 hari dapat meningkatkan gairah seks pada orang dengan gairah seks rendah.
  • Transplantasi ginjal. Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi cordyceps dengan siklosporin dosis rendah dapat meningkatkan kelangsungan hidup 1 tahun, mencegah penolakan transplantasi, dan mengurangi risiko infeksi sama seperti mengonsumsi siklosporin dosis standar pada penerima transplantasi ginjal.
    Cordyceps juga tampaknya meningkatkan kelangsungan hidup transplantasi ginjal, penolakan transplantasi ginjal, dan infeksi yang sama dengan mengonsumsi obat azathioprine untuk mencegah penolakan organ.
    Ia juga dapat mengurangi risiko gangguan fungsi ginjal jangka panjang yang disebut chronic allograft nephropathy. Ini adalah penyebab utama kegagalan transplantasi ginjal.
  • Anemia.
  • Gangguan pernapasan.
  • Infeksi paru-paru (Bronkitis).
  • Batuk.
  • Mengurangi kelelahan.
  • Pusing.
  • Sering buang air kencing pada malam hari.
  • Aritmia jantung.
  • Kolesterol tinggi.
  • Gangguan hati.
  • Disfungsi seksual pria.
  • Memperpanjang umur.
  • Dering di telinga.
  • Kelemahan.
  • Kondisi lainnya.

Diperlukan lebih banyak bukti untuk menilai efektivitas cordyceps dalam penggunaan ini.

Efek Samping dan Keamanan

Cordyceps MUNGKIN AMAN bagi kebanyakan orang apabila dikonsumsi dengan tepat dan jangka pendek.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Perhatian & Peringatan Khusus:

Kehamilan dan menyusui : Tidak ada informasi yang cukup dapat diandalkan tentang keamanan penggunaan cordyceps jika Anda sedang hamil atau menyusui. Tetap pada sisi aman dan hindari penggunaan ini.

"Penyakit autoimun" seperti sklerosis ganda (MS), lupus (lupus eritematosus sistemik, SLE), artritis reumatoid (RA), atau kondisi lainnya : Cordyceps dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi lebih aktif. Hal ini bisa meningkatkan gejala penyakit autoimun. Jika Anda memiliki salah satu dari kondisi ini, sebaiknya menghindari penggunaan cordyceps.

Gangguan pendarahan : Cordyceps mungkin dapat memperlambat pembekuan darah. Mengonsumsi cordyceps dapat meningkatkan risiko pendarahan pada penderita gangguan pendarahan.

Pembedahan : Mengonsumsi cordyceps mungkin dapat meningkatkan risiko pendarahan selama operasi. Hentikan penggunaan cordyceps 2 minggu sebelum operasi dijadwalkan.

Interaksi

Interaksi Moderat

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Berhati-hatilah dengan kombinasi ini

  • Siklofosfamid (Cytoxan, Neosar) berinteraksi dengan CORDYCEPS

Siklofosfamid (Cytoxan, Neosar) digunakan untuk menurunkan sistem kekebalan tubuh. Cordyceps sepertinya meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Mengonsumsi cordyceps bersama dengan siklofosfamid (Cytoxan, Neosar) mungkin dapat menurunkan efektivitas siklofosfamid (Cytoxan, Neosar).

  • Obat-obatan yang menurunkan sistem kekebalan tubuh (Immunosupresan) berinteraksi dengan CORDYCEPS

Cordyceps mungkin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, cordyceps dapat menurunkan efektivitas obat-obatan yang menurunkan sistem kekebalan tubuh. 

Beberapa obat yang mengurangi sistem kekebalan tubuh adalah azathioprine (Imuran), basiliximab (Simulect), cyclosporine (Neoral, Sandimmune), daclizumab (Zenapax), muromonab-CD3 (OKT3, Orthoclone OKT3), mikofenolat (CellCept), tacrolimus (FK506, Prograf), sirolimus (Rapamune), prednison (Deltasone, Orasone), kortikosteroid (glukosteroid) dan lainnya.

  • Prednisolon berinteraksi dengan CORDYCEPS

Prednisolon terkadang digunakan untuk mengurangi sistem kekebalan tubuh. Mengonsumsi cordyceps mungkin dapat membuat prednisolon kurang efektif untuk menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Dosis

Dosis cordyceps yang tepat tergantung pada beberapa faktor seperti usia pengguna, kesehatan, dan beberapa kondisi lainnya. Saat ini tidak ada informasi ilmiah yang cukup untuk menentukan kisaran dosis yang tepat untuk cordyceps. 

Ingatlah bahwa produk alami tidak selalu aman dan dosisnya penting. Pastikan untuk mengikuti petunjuk yang relevan pada label produk dan konsultasikan dengan apoteker atau dokter Anda atau profesional kesehatan lainnya sebelum menggunakannya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini