Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Clozapine: Obat Untuk Mengobati Gangguan Jiwa

Update terakhir: SEP 17, 2019 Tinjau pada SEP 17, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.419.643 orang

Mungkin Anda tidak habis pikir dengan orang yang sampai bisa bunuh diri, membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduk merinding.  Saat seseorang bisa sampai bunuh diri memang disebabkan adanya faktor luar yang memicu hal tersebut, tetapi seseorang bisa sampai bunuh diri sesungguhnya disebabkan oleh faktor internal yang mana terjadi ketidakseimbangan zat alami yang berada di otak yang disebut dengan neurotransmitter. 

Ketidakseimbangan zat ini dipercaya oleh faktor genetik. Ketidakseimbangan neurotransmitter sesungguhnya bisa diobati dengan obat anti-psikotik, salah satunya adalah Clozapine.

Mengenai Clozapine

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Tablet

Kandungan:

Antipsikotik 

Manfaat Clozapine

Clozapine adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan jiwa (tipe anti-psikotik) yang bekerja dengan membantu mengembalikan keseimbangan neurotransmitter di otak. Clozapine menurunkan halusinasi mencegah munculnya pemikiran tentang keiinginan bunuh diri pada orang yang cenderung mencoba melukai dirinya sendiri. Cozapine digunakan untuk membantu Anda untuk berpikir lebih jernih dan berpikir positif tentang diri Anda, membantu menghilangkan kegelisahan, dan membuat perasaan Anda lebih baik. Biasanya obat ini digunakan untuk menangani:

  • Pikiran ingin bunuh diri pada pasien Skizofrenia
  • Skizofrenia yang tidak bisa diobati dengan obat-obatan anti-psikotik yang biasa seperti haloperidol (Skizofrenia Tahan-Pengobatan)
  • Mania terkait dengan Bipolar Disorder
  • Gangguan Bipolar dimana seseorang merasa kesedihan yang ekstrim kemudian dalam hitungan menit menjadi euphoria (tertawa dalam keadaan bahagia).

Sedangkan kontraindikasi dari penggunaan obat ini meliputi :

  • hipersensitifitas clozapine atau komponen lain dalam formulasi,
  • riwayat agranulositosis atau granulositopenia karena klozapine, 
  • epilepsi tidak terkontrol,
  • depresi sitem saraf pusat berat atau status koma, 
  • ileus paralitik,
  • gangguan myeloploriferatif, digunakan dengan obat lain yang mempunyai risiko menimbulkan agranulositosis atau penekanan sumsum tulang.

Bagaimana dosis pemberian Clozapine?                        

Dewasa : Dosis awal 12.5 mg sehari sekali atau sehari dua kali, ditingkatkan (titrasi)sesuai toleransi pasien kenaikan dosis 25-50 mg/hari digunakan selama 2 sampai 4 minggu.

Lansia : pemilihan dan titrasi dosis harus dilakukan dengan hati-hati.; Penghentian terapi : bila pemberian dosis terganggu/terputus ≥ 48 jam, terapi harus diulang dengan dosis 12.5-25 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan lebih cepat dari titrasi awal, kecuali pada kasus henti jantung pada saat titrasi awal.

Untuk penghentian terapi yang direncanakan, dilakukan penurunan dosis secara bertahap selama 1-2 minggu. Bila terapi dihentikan secara tiba-tiba dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan pada pasien. Terapi clozapine tidak boleh diulang pada pasien dengan penghentian terapi jika WBC<2000/mm3 atau ANC<1000/mm3. Terapi dapat diulangi bila WBC> 3500 /mm3 dan ANC >2000/mm3.

Efek Samping Penggunaan Clozapine

Semua obat-obatan berpotensi untuk menyebabkan reaksi alergi. Segera dapatkan pertolongan medis secara darurat jika Anda memiliki tanda-tanda reaksi alergi terhadap clozapine seperti: gatal-gatal, nyeri kulit, ruam yang menyebar dan menyebabkan kulit mengelupas; sulit bernapas; pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan Anda.

Infeksi serius yang dapat berakibat fatal juga dapat terjadi selama menjalani pengobatan dengan clozapine. Hubungi dokter segera jika Anda memiliki tanda-tanda infeksi seperti: lemah-letih-lesu, demam, gusi bengkak, sakit tenggorokan, luka pada mulut yang menyakitkan, rasa sakit saat menelan, luka kulit, gejala flu, batuk dan kesulitan bernapas.

Dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang clozapine dapat menyebabkan gangguan pada gerakan otot yang serius yang mungkin tidak dapat disembuhkan. Gejala gangguan seperti gerakan otot yang tak terkendali pada bibir, lidah, mata, wajah, lengan, atau kaki Anda. Semakin lama Anda meminum obat ini, semakin besar kemungkinan Anda untuk mengembangkan gangguan pada gerakan ini. Risiko efek samping ini lebih tinggi pada wanita dan orang dewasa yang lebih tua.

Selain hal-hal di atas, efek samping pada penggunaan clozapine yang umumnya ditemukan pada pengguna clozapine adalah : 

  • penambahan berat badan;
  • tremor, pusing, sensasi berputar;
  • sakit kepala, mengantuk;
  • mual, sembelit;
  • mulut kering, atau peningkatan air liur;
  • penglihatan kabur; atau
  • detak jantung cepat, peningkatan berkeringat.

Efek pemberian clozapine jika anda hamil
Mungkin Aman: jika diberikan pada trimester ketiga kehamilan

Efek pemberian clozapine jika anda sedang menyusui
Kontraindikasi Absolut: Akan menyebabkan penyakit hematologik pada anak

Efek pemberian clozapine jika anda berusia di atas 60 tahun:
manajemen atau pemantauan tindakan pencegahan: Dapat menyebabkan sedasi, memperburuk gangguan kognitif dan meningkatkan risiko jatuh. Meningkatnya risiko kematian jika Anda menderita pikun (dementia). membuat irama jantung tidak normal. Tinggi gula darah yang dapat memperburuk pembuluh darah pada jantung dan otak, meningkatkan kolesterol dan gula darah. Menyebabkan atau memperparah sembelit dan memperburuk gangguan saluran kencing

Efek pemberian clozapine kepada seorang anak di bawah 12 tahun
tindakan pencegahan manajemen atau pemantauan: Risiko neutropenia(kondisi dimana berkurangnya sel darah putih) berat, kejang, kardiomiopati(gangguan jantung), hipotensi ortostatik (tekanan darah yang menurun drastis saat seseorang berubah posisi dari duduk ke berdiri), henti napas. Keamanan dan kemanjuran belum diketahui secara pasti.

Interaksi Obat Clozapine

Obat clozapine dapat berinteraksi dengan obat-obatan lainnya, termasuk:

  • Ciprofloxacin
  • Digoxin
  • Warfarin
  • Phenytoin
  • Omeprazole
  • Fluvoxamine
  • Lithium
  • Chloramphenicol
  • Penisilin
  • Kotrimoksazol
  • Benzodiazepines

Peringatan

  • Beritahukan dokter bila Anda memiliki riwaya penyakit jantung, gangguan pembuluh darah, gangguan kelenjar prostat, penyakit hati, penyakit ginjal, diabetes, epilepsi, gangguan pernapasan, glaukoa, depresi, tumor pada kelenjar adrenal (pheochromocytoma), gangguan pencernaan.
  • Beritahukan dokter bila sedang mengkonsumsi obat-obatan lain. 
  • Selalu ikuti anjuran dokter. Clozapine dapat mengakibatkan penurunan jumlah sel darah putih, kejang, gangguan jantung.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis , segera periksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. 

Referensi

Alessi-Severini, S. Warnez, S. (2014). Clozapine: A Review of Clinical Practice Guidelines And Prescribing Trends. BioMed Central Psychiatry, 12, pp. 102.

BPOM RI (2018). Cek BPOM. Clozapine.

Drugs (2017). Clozapine.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp