Doctor men
Ditinjau oleh
AHMAD MUHLISIN

Hipotensi Ortostatik - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: DEC 12, 2019 Tinjau pada DEC 12, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 726.946 orang

Apa penyebab pusing saat berdiri?

Hipotensi ortostatik, juga disebut hipotensi postural, adalah penurunan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba ketika berdiri dengan cepat. Tekanan darah sendiri adalah perbandingan kekuatan darah terhadap dinding pembuluh darah arteri.

Ketika seseorang berdiri dengan tiba-tiba, gaya gravitasi akan menarik darah ke kaki sehingga tekanan darah akan menurun. Untuk mengimbangi hal ini, refleks jantung akan berdetak lebih cepat untuk memompa lebih banyak darah. Ketika tidak dapat mengimbangi, maka terjadilah hipotensi postural.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Hipotensi ortostatik lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Berdasarkan penelitian, sekitar 20 persen orang yang berusia lebih dari 65 tahun mengalami hipotensi ortostatik. Orang dengan hipotensi ortostatik mungkin merasa pusing ketika mereka berdiri. Kondisi ini seringkali bersifat ringan dan berlangsung hanya beberapa menit setelah berdiri. Beberapa orang mungkin pingsan dan mengalami kehilangan kesadaran.

Apa penyebab Hipotensi Ortostatik?

Ada banyak faktor penyebab yang menyebabkan kondisi hipotensi ortostatik, diantaranya adalah:

  • dehidrasi
  • anemia, atau jumlah sel darah merah yang rendah
  • penurunan volume darah, yang disebut hipovolemia, yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu seperti diuretik thiazide dan loop diuretik
  • kehamilan
  • kondisi jantung, seperti serangan jantung atau penyakit katup
  • diabetes, kondisi tiroid, dan penyakit lain dari sistem endokrin
  • penyakit Parkinson
  • istirahat di tempat tidur jangka panjang atau imobilitas
  • cuaca panas
  • obat tekanan darah dan antidepresan
  • alkohol atau penggunaan narkoba saat minum obat tekanan darah
  • diuretik
  • penuaan

Gejala Hipotensi Ortostatik

Gejala hipotensi ortostatik yang paling umum adalah pusing dan berkunang-kunang saat berdiri. Gejala biasanya akan hilang setelah duduk atau berbaring.

Gejala umum lainnya termasuk:

  • mual
  • jantung berdebar
  • sakit kepala
  • kelemahan
  • kebingungan
  • penglihatan kabur

Gejala lainnya yang kurang umum yang dapat terjadi meliputi:

  • pingsan
  • sakit dada
  • sakit leher dan bahu

Diagnosis Hipotensi Ortostatik

Jika dokter mencurigai adanya kondisi hipotensi ortostatik, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan seperti pemeriksaan tekanan darah dalam posisi duduk, berbaring, dan berdiri. Diagnosis hipotensi ortostatik dapat ditegakkan apabila tekanan darah sistolik turun 20 milimeter merkuri (mm Hg), atau tekanan darah diastolik Anda turun 10 mm Hg dalam waktu tiga menit setelah berdiri.

Iklan dari HonestDocs
Beli Akrinor Tab 100s via HonestDocs

AKRINOR TAB 100S dapat digunakan untuk keperluan sebagai berikut: jantung, hipotensi primer & sekunder, gangguan sirkulasi ortostatik. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Screen shot 2019 04 12 at 10.45.23

Untuk menemukan penyebab yang mendasarinya, pemeriksaan penunjang lainnya juga dapat dilakukan, seperti: 

  • pemeriksaan fisik
  • pemeriksaan detak jantung
  • tes darah lengkap (CBC), untuk mendeteksi adanya anemia
  • electrocardiogram (EKG), untuk memeriksa irama jantung
  • ekokardiogram, untuk memeriksa katup jantung dan fungsi jantung
  • latihan tes stres, untuk mengukur detak jantung saat berolahraga
  • tes kemiringan (tilt table test)

Pengobatan Hipotensi Ortostatik

Pengobatan untuk hipotensi ortostatik akan bergantung pada penyebabnya. Umumnya, perawatan yang disarankan mencakup perubahan gaya hidup berikut:

  • Tingkatkan asupan cairan dan batasi asupan alkohol jika mengalami dehidrasi.
  • Berdiri perlahan saat bangun dari kursi atau tempat tidur.
  • Lakukan latihan isometrik sebelum bangun untuk membantu meningkatkan tekanan darah. Misalnya, peras bola karet atau handuk dengan tangan Anda.
  • Sesuaikan dosis atau beralih ke obat lain jika obat adalah penyebabnya.
  • Kenakan stoking kompresi untuk membantu sirkulasi darah di kaki.
  • Hindari menyilangkan kaki atau berdiri dalam waktu lama.
  • Hindari berjalan dalam cuaca panas.
  • Tidurlah dengan kepala sedikit terangkat.
  • Hindari makan makanan kaya karbohidrat.

Untuk gejala parah, obat-obatan yang berfungsi untuk meningkatkan volume darah atau menyempitkan pembuluh darah dapat diberikan, seperti:

  • fludrocortisone
  • midodrine
  • erythropoietin
  • pyridostigmine

Pada umumnya, mengobati penyebab yang mendasarinya akan menyembuhkan gejala hipotensi ortostatik. Apabila kondisi tidak membaik, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit