Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Chlorella - Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Update terakhir: SEP 22, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.418.421 orang

Informasi umum

Chlorella adalah jenis ganggang yang tumbuh di air tawar. Seluruh tanaman ini digunakan untuk membuat suplemen gizi dan obat-obatan.

Sebagian besar Chlorella yang tersedia di AS ditanam di Jepang atau Taiwan. Chlorella diproses dan dibuat menjadi tablet dan ekstrak cair. Ekstrak ini mengandung "faktor pertumbuhan chlorella", yang digambarkan sebagai ekstrak klorida yang larut dalam air yang mengandung bahan kimia seperti asam amino, peptida, protein, vitamin, gula, dan asam nukleat.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. 1000 hari pertama merupakan periode percepatan tumbuh kembang yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun

Blackmores pregnancy breast feeding gold 120s 1

Ketahuilah bahwa produk chlorella dapat sangat bervariasi tergantung pada cara "penanaman" yang digunakan untuk membuatnya dibudidayakan, dipanen, dan diproses.

Para peneliti telah menemukan bahwa pengolahan chlorella dengan cara dikeringkan dapat mengandung 7% hingga 88% protein, 6% hingga 38% karbohidrat, dan 7% hingga 75% lemak.

Bagaimana cara kerjanya?

Chlorella adalah sumber protein, lemak, karbohidrat, serat, klorofil, vitamin, dan mineral yang baik. Ia dapat bertindak sebagai antioksidan dan membantu menurunkan kolesterol, tetapi masih dibutuhkan beberapa penelitian lebih lanjut.

Penggunaan dan efektifitas

Mungkin efektif untuk

  • Kekurangan zat besi selama kehamilan
    Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi chlorella dapat mengurangi risiko anemia yang disebabkan oleh terlalu sedikit zat besi dalam tubuh yang masuk oleh wanita yang sedang hamil.

Mungkin tidak efektif untuk

  • Tekanan darah tinggi saat hamil
    Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi chlorella selama kehamilan tidak mengurangi risiko tekanan darah tinggi (hipertensi gestasional).

Bukti yang tidak cukup untuk

  • Depresi
    Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi tablet ekstrak chlorella selama 6 minggu, dengan tambahan obat antidepresan yang sudah diresepkan, dapat memicu beberapa gejala depresi dan kecemasan pada pasien dengan gangguan depresi mayor.
  • Fibromyalgia
    Beberapa penderita fibromyalgia mengatakan bahwa mereka merasa lebih baik saat mereka mengonsumsi tablet chlorella dengan ekstrak cair yang mengandung asam malat setiap hari selama 2 bulan.
  • Tumor otak (glioma)
    Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi tablet chlorella dengan ekstrak chlorella cair dapat membantu penderita dengan jenis kanker otak yang disebut glioma lebih dapat mentolerir kemoterapi dan terapi radiasi. Namun, chlorella sepertinya tidak memperlambat perkembangan kanker atau meningkatkan kelangsungan hidup.
  • Hepatitis C
    Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi chlorella selama 12 minggu dapat memperbaiki kerusakan hati namun tidak menurunkan kadar virus hepatitis C dalam darah.
  • Kolesterol tinggi
    Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi chlorella selama 4 minggu mampu menurunkan jumlah kolesterol dan trigliserida tetapi tidak menurunkan LDL "kolesterol jahat" atau meningkatkan HDL “kolesterol baik".
  • Tekanan darah tinggi
    Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi chlorella setiap hari selama 1-2 bulan tidak mengurangi tekanan darah pada orang dengan tekanan darah tinggi.
  • Sindrom metabolik
    Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi produk kombinasi yang mengandung beras ragi merah, pare, chlorella, akar manis, dan protein kedelai selama 12 minggu bisa menurunkan jumlah kolesterol, LDL "kolesterol jahat", dan kadar trigliserida, tetapi tidak memperbaiki lingkar pinggang, HDL “kolesterol baik", atau kadar gula darah.
  • Bau Mulut.
  • Pencegahan kanker.
  • Pilek.
  • Sembelit.
  • Penyakit Crohn.
  • Kolitis ulseratif
  • Bisul.
  • Kondisi lainnya.

Diperlukan lebih banyak bukti untuk menilai efektivitas chlorella dalam penggunaan ini.

Efek samping dan keamanan

Chlorella AMAN dikonsumsi dalam jangka pendek (hingga 29 minggu). Efek samping yang paling umum ialah diare, mual, kentut (perut kembung), perubahan warna hijau pada tinja, dan kram perut, terutama dalam dua minggu penggunaan.

Chlorella dapat menyebabkan kulit menjadi sangat sensitif terhadap sinar matahari. Gunakan tabir surya saat berada di luar, terutama jika Anda berkulit putih.

Perhatian & peringatan khusus

  • Kehamilan dan menyusui: Chlorella mungkin aman bila diminum dengan tepat selama kehamilan. Tidak ada informasi yang cukup reliabel tentang keamanan mengonsumsi chlorella apabila Anda menyusui. Tetap pada sisi aman dan hindari penggunaan ini.
  • Alergi terhadap jamur: Chlorella dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang yang juga alergi terhadap jamur.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah (imunodefisiensi): Ada kekhawatiran bahwa chlorella dapat menyebabkan bakteri "jahat" mengambil alih dalam usus pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Jangan gunakan chlorella atau gunakan dengan hati-hati jika Anda memiliki masalah ini.
  • Sensitivitas yodium: Chlorella dapat mengandung yodium. Oleh karena itu, chlorella dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang yang sensitif terhadap yodium.

Interaksi

Interaksi moderat

Berhati-hatilah dengan kombinasi ini

  • Obat-obatan yang menurunkan sistem kekebalan tubuh (Immunosupresan) berinteraksi dengan CHLORELLA
    Chlorella dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, chlorella dapat menurunkan efektivitas obat-obatan yang digunakan untuk menurunkan sistem kekebalan tubuh.
    Beberapa obat yang menurunkan sistem kekebalan tubuh yaitu azathioprine (Imuran), basiliximab (Simulect), cyclosporine (Neoral, Sandimmune), daclizumab (Zenapax), muromonab-CD3 (OKT3, Orthoclone OKT3), mycophenolate (CellCept), tacrolimus (FK506, Prograf), sirolimus (Rapamune), prednisone (Deltasone, Orasone), corticosteroids (glucocorticoids), dan lainnya.
  • Warfarin (Coumadin) berinteraksi dengan CHLORELLA
    Chlorella mengandung vitamin K yang tinggi. Vitamin K digunakan oleh tubuh untuk membantu proses pembekuan darah. Warfarin (Coumadin) digunakan untuk memperlambat pembekuan darah.
    Dengan demikian, chlorella kemungkinan dapat menurunkan efektivitas warfarin (Coumadin). Periksalah darah Anda secara teratur. Dosis warfarin Anda (Coumadin) mungkin perlu diubah.

Dosis

Berikut dosis yang telah dipelajari dalam penelitian ilmiah:

  • Dewasa
  • Melalui mulut:
    • Untuk kekurangan zat besi selama kehamilan: Konsumsi 2 gram Chlorella (Sun Chlorella A by Sun Chlorella Corp.) tiga kali sehari dari minggu ke-12-18 kehamilan, sampai melahirkan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp