Mudah Menular, Ini 5 Langkah Efektif Mencegah Hepatitis A

Dipublish tanggal: Jul 2, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 4, 2019 Waktu baca: 3 menit
Mudah Menular, Ini 5 Langkah Efektif Mencegah Hepatitis A

Hepatitis A merupakan penyakit peradangan hati yang paling ringan bila dibandingkan jenis hepatitis B lainnya. Namun jangan salah, penyakit ini sangat mudah menular hanya lewat air dan makanan yang terkontaminasi, sehingga perlu diantisipasi oleh masyarakat sejak dini.

Terlebih lagi, gejala hepatitis A biasanya juga tidak langsung muncul. Hal inilah yang membuat kita semakin sulit mengetahui kapan pastinya seseorang terkena virus hepatitis. Penyakit hepatitis A umumnya baru diketahui setelah mewabah di masyarakat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Sebelum mewabah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah hepatitis A. Bagaimana caranya?

Cara mencegah penularan hepatitis A

Jangan tunggu sampai muncul gejala, baru melakukan pencegahan hepatitis A. Ingat, seseorang sudah dapat menularkan virus hepatitis A meskipun gejalanya belum muncul.

Berikut ini berbagai cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah hepatitis A, di antaranya:

1. Cuci tangan pakai sabun

Tangan merupakan tempat favorit bagi bakteri dan kuman untuk berkembang biak. Walau secara kasat mata tangan terlihat bersih, Anda mungkin tidak sadar bahwa virus hepatitis A telah menempel pada tangan Anda.

Itulah sebabnya, cuci tangan pakai sabun (CTPS) sangat penting dilakukan untuk mencegah hepatitis A. Pastikan untuk selalu mencuci tangan secara rutin, terutama:

  • Sebelum mengolah dan menyiapkan makan
  • Setelah buang air kecil atau besar
  • Sebelum menyusui bayi
  • Sebelum dan sesudah mengolah makanan
  • Setelah mengganti popok bayi

Cuci tangan bertindak sebagai upaya merontokkan virus dan bakteri yang menempel di permukaan tangan. Dengan menggunakan sabun, hal ini akan memberikan perlindungan ganda pada tangan supaya terhindar dari kontaminasi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Baca Selengkapnya: Cara Mencuci Tangan yang Benar

2. BAB di jamban yang bersih

Virus hepatitis A keluar dari tubuh manusia melalui feses. Bila kondisi sanitasinya buruk, maka virus ini dapat terbawa aliran air dan mengontaminasi manusia. Apalagi jika Anda tidak mencuci tangan setelah buang air besar.

Agar terhindar dari penularan hepatitis A, selalu gunakan jamban yang bersih ketika buang air besar. Menjaga sanitasi yang baik tidak hanya bisa mencegah hepatitis A, tapi juga menjaga tubuh Anda dari paparan kuman penyakit dari jamban yang kotor.

3. Konsumsi makanan sehat, bergizi, dan bersih

Faktor makanan adalah penyebab hepatitis A menular yang paling utama. Virus hepatitis A dapat menempel pada makanan yang ditangani oleh penderita hepatitis A, apalagi jika penderita tidak mencuci tangan dengan baik setelah ke kamar mandi.

Sebelum dikonsumsi, pastikan makanan maupun minuman tersebut terjamin kebersihannya. Pastikan makanan tersebut diolah dengan cara yang benar, bersih, dan disajikan oleh orang yang menggunakan alat pelindung diri (seperti masker dan sarung tangan) sesuai standar. Hindari juga konsumsi makanan yang tidak matang atau dijual di pinggir jalan, terlebih jika kelihatannya tidak higienis.

Pilih berbagai jenis sayuran, buah-buahan, telur, hingga daging yang kondisinya bersih dan bergizi. Setelah itu, masak makanan dengan suhu minimal 85 derajat Celcius untuk membunuh virus hepatitis A dalam makanan. Makanan kaya nutrisi dapat membantu menjaga daya tahan tubuh Anda sehingga tidak mudah terkena virus dari luar. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

4. Minum vitamin, bila perlu

Supaya tidak ketularan hepatitis A, Anda wajib menjaga daya tahan tubuh dengan baik. Menurut Kementerian Kesehatan, sistem imun yang kuat akan mampu melawan bakteri dan virus dengan mudah. Bahkan kalaupun nantinya tertular hepatitis A, penderitanya dapat sembuh dengan cepat dan sempurna selama daya tahan tubuhnya optimal.

Minum vitamin bisa menjadi salah satu cara menjaga daya tahan tubuh tetap sehat. Sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter mengenai jenis dan dosis vitamin yang tepat untuk Anda.

Baca Juga: 6 Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh

5. Vaksin hepatitis

Vaksin hepatitis merupakan cara terbaik untuk mencegah hepatitis A. Coba ingat-ingat lagi, sudahkah Anda dan keluarga mendapatkan vaksin hepatitis?

Vaksin hepatitis biasanya diberikan sejak anak berusia 1 tahun. Jenis vaksin ini dapat melindungi tubuh 4 minggu setelah mendapatkan dosis pertama. Lakukan vaksin hepatitis berulang setiap 6-12 bulan untuk perlindungan jangka panjang.

Jika belum pernah, segera kunjungi layanan kesehatan untuk mendapatkan vaksin hepatitis. Hal ini wajib dilakukan, apalagi kalau Anda hidup berdekatan dengan penderita atau pernah berhubungan seksual dengan penderita hepatitis A.

Baca Selengkapnya: Penyakit Hepatitis A Mewabah, Bagaimana Cara Penularannya?

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Hepatitis A questions and answers for the public. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/hepatitis/hav/afaq.htm#E2.
Doshani M, et al. Recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices for use of hepatitis A vaccine for persons experiencing homelessness. MMWR Morbidity and Mortality Weekly Report. 2019;68:6.
Nelson NP, et al. Update: Recommendations of the advisory committee on immunization practices for use of hepatitis A vaccine for postexposure prophylaxis and for preexposure prophylaxis for international travel. MMWR. 2018;67:43.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app