HEALTH SHOP

Penyakit

Obat

Cari Rumah Sakit

Tanya Dokter

Artikel

Hewan Peliharaan

Apotik

Hubungi Kami

Temukan info penyakit, obat-obatan, rumah sakit, dan artikel kesehatan lainnya di sini

Omeprazole Ocuson Gusi Bengkak Hiv
Buka di app

Campak - Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Jan 21, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit

Penyakit Campak adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan yang ditandai dengan demam, batuk, mata merah, dan ruam bintik-bintik merah pada kulit. Campak pada bayi perlu mendapatkan perhatian khusus, karena pada kasus yang berat bisa menyebabkan kematian.

Campak, juga dikenal sebagai rubeola, adalah penyakit yang sangat menular yang dapat menyebar melalui kontak dengan lendir dan air liur yang terinfeksi. Batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi dapat melepaskan virus ke udara. Virus ini dapat hidup di permukaan benda-benda selama beberapa jam. Siapa pun yang kontak dengan materi terkontaminasi dalam waktu dekat dapat terinfeksi dengan virus campak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Obat Batuk Pei Pa Koa dapat membantu meredakan batuk berdahak, sakit tenggorokan, melegakan sakit tenggorokan, dan memelihara kesehatan paru-paru. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Minum dari gelas orang yang terinfeksi atau berbagi peralatan makan dengan orang yang terinfeksi juga bisa meningkatkan risiko infeksi campak.

Penyakit campak atau morbili menjadi salah satu penyebab utama kematian pada anak-anak. Tercatat sebanyak 139.300 kematian terkait dengan campak pada tahun 2010, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sebagian besar korban berada di bawah usia 5 tahun.

Kenali Gejala Campak pada bayi dan anak

Gejala campak umumnya muncul dalam waktu 14 hari dari paparan virus. Gejalanya termasuk:

  • Batuk
  • Demam
  • Mata merah
  • Sensitivitas terhadap cahaya (tidak suka di ruangan terang, cenderung memilih ruangan gelap)
  • Nyeri otot
  • Ingusan
  • Sakit tenggorokan
  • Bintik-bintik putih di dalam mulut

Tanda utama yang membuat kebanyakan orangtua mengenali campak pada bayinya yaitu munculnya ruam kulit luas, ini merupakan tanda klasik dari campak. Ruam ini bisa bertahan hingga tujuh hari dan umumnya muncul dalam tiga sampai lima hari dari paparan virus. Ruam campak biasanya berkembang di kepala dan perlahan-lahan menyebar ke bagian lain dari tubuh. Tanda-tanda ruam campak yaitu berwarna merah, gatal, dan menimbul.

Segera hubungi dokter jika Anda curiga Anda memiliki campak. Jika Anda belum menerima vaksin campak dan Anda datang ke dalam kontak dengan orang yang terinfeksi, kunjungi dokter Anda untuk menerima vaksin campak dalam waktu 72 jam dari kontak untuk mencegah infeksi. Anda juga dapat mencegah infeksi dengan dosis immuneglobulin diambil dalam waktu enam hari kontak dengan orang yang terinfeksi.

Siapa saja yang berisiko terkena Campak?

Jumlah kasus campak telah menurun secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir akibat imunisasi campak. Namun, penyakit ini belum benar-benar dihilangkan. Bahkan, ada 222 kasus campak di 2011, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ( CDC ).

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Obat Batuk Pei Pa Koa dapat membantu meredakan batuk berdahak, sakit tenggorokan, melegakan sakit tenggorokan, dan memelihara kesehatan paru-paru. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Campak terutama terjadi pada anak-anak yang tidak divaksinasi. Beberapa orangtua memilih untuk tidak memvaksinasi anak-anak mereka karena takut bahwa vaksin akan memiliki efek buruk pada anak-anak mereka. Padahal sebagian besar anak-anak dan orang dewasa yang menerima vaksin campak tidak mengalami efek samping. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, vaksin telah dikaitkan dengan kejang, tuli, kerusakan otak, dan koma. Bahkan beberapa orangtua percaya bahwa vaksin campak dapat menyebabkan autisme pada anak-anak. Namun, banyak penelitian belum menemukan hubungan antara autisme dan imunisasi.

Kekurangan vitamin A juga merupakan faktor risiko untuk penyakit campak. Anak-anak dengan asupa vitamin A yang terlalu sedikit memiliki risiko lebih tinggi terserang virus campak.

Prosedur Diagnosis

Ketika anak mengalami ruam berupa bintik-bintik merah pada kulit, bukan berarti bahwa itu adalah penyakit campak, karena ada banyak penyakit lain yang memiliki gejala hampir sama, sebagai contoh campak jerman. Untuk perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter untuk memastikan diagnosis campak.

Dokter akan memeriksa ruam kulit dan memeriksa gejala yang merupakan ciri khas dari penyakit ini, seperti bintik-bintik putih di mulut, demam, batuk, dan sakit tenggorokan. Jika tidak dapat mengkonfirmasi diagnosis berdasarkan pengamatan, dokter mungkin memesan tes darah untuk memeriksa virus campak.

Pengobatan Campak

Penyebab campak sudah jelas, yaitu virus (Morbili virus), namun tidak ada obat khusus yang diresepkan dokter untuk membunuh virus campak. Lalu bagaimana campa disembuhkan? Virus akan musnah dengan sistem pertahanan tubuh alami kita. Virus dan gejala campak biasanya hilang dalam waktu dua sampai tiga minggu.

Walau demikian, upaya untuk meringankan gejala tetap dilakukan, dalam hal ini dokter dapat merekomendasikan:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Obat Batuk Pei Pa Koa dapat membantu meredakan batuk berdahak, sakit tenggorokan, melegakan sakit tenggorokan, dan memelihara kesehatan paru-paru. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

  • Acetaminophen atau parasetamol untuk meringankan demam dan nyeri otot
  • Beristirahat untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Minum banyak cairan (enam sampai delapan gelas air sehari)
  • Humidifier untuk mengkondisikan udara agar meringankan batuk dan sakit tenggorokan
  • Suplemen vitamin A

Komplikasi

Penyakit morbili dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, seperti pneumonia dan ensefalitis (radang otak). Bahkan, campak adalah penyebab kelima utama kematian dan penyakit pada anak-anak di seluruh dunia.

Komplikasi lain yang terkait dengan campak meliputi:

Langkah Pencegahan

Imunisasi dapat membantu mencegah wabah campak. Imunisasi MMR adalah vaksinasi 3 in 1 yang dapat melindungi anak-anak dari penyakit campak, gondongan, dan rubella (campak jerman). Anak-anak dapat menerima vaksinasi MMR pertama pada usia 12 bulan, dan dosis kedua antara usia 4 dan 6 tahun. Orang dewasa yang belum pernah menerima imunisasi dapat melakukannya kapan saja sesuai petunjuk dokter.

Jika Anda atau anggota keluarga kontak dengan virus campak dan telah terjangkiti penyakit ini, maka batasi interaksi dengan orang lain. Ini termasuk tinggal dalam satu ruangan seperti aktifitas sekolah atau bekerja dan menghindari kegiatan sosial dimana menuntut interaksi dengan banyak orang.

13 Referensi

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Harding, M. Patient (2018). Measles. (https://patient.info/skin-conditions/viral-rashes/measles)

Mayo Clinic (2018). Diseases and Conditions. Measles. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/measles/symptoms-causes/syc-20374857)

National Health Service UK (2018). Health A-Z. Measles. (https://www.nhs.uk/conditions/measles/)

Kementerian Kesehatan RI (2018). Imunisasi MR Massal di Pulau Jawa pada 2017 Berhasil Turunkan Kasus Campak dan Rubella. (https://www.depkes.go.id/article/view/18082900001/imunisasi-mr-massal-di-pulau-jawa-pada-2017-berhasil-turunkan-kasus-campak-dan-rubella.html)

Better Health (2018). Conditions and Treatments. Measles. (https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/measles)

Kids Health (2019). For Parents. Measles. (https://kidshealth.org/en/parents/measles.html)

Ikatan Dokter Anak Indonesia (2017). Jadwal Imunisasi 2017. (https://morinagaplatinum.com/id/milestone/jadwal-imunisasi-si-kecil-rekomendasi-idai-2017)

Bowes, J. (2016). Measles, Misinformation, and Risk: Personal Belief Exemptions and the MMR Vaccine. Journal of Law and the Biosciences, 3(3), pp. 718-725. (https://academic.oup.com/jlb/article/3/3/718/2566733)

Oktaviasari, K. (2018). Hubungan Imunisasi Campak dengan Kejadian Campak di Provinsi Jawa Timur. Jurnal Berkala Epidemiologi, 6(2), pp. 166-173. (https://e-journal.unair.ac.id/JBE/article/download/8690/5371)

Measles: Causes, symptoms, and treatment (https://www.medicalnewstoday.com/articles/37135.php)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Penyakit Yang Banyak Dibaca
1
1
3
1

Bagaimana dgn anak umur 9 tahun bisa kah mengkomsumsix

Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis
4
4

Buka di app