Busulfan: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Apr 2, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.150.245 orang

Kanker merupakan penyakit parah yang belum bisa diobati secara maksimal hingga kini. Keparahan kanker tergantung dari derajatnya. Sebenarnya kanker bisa diobati jika terdeteksi pada derajat yang masih rendah, masalahnya sebagian besar orang yang terkena kanker akan memeriksakan diri ke dokter jika sudah pada tahap yang parah dan sulit diobati. Pengobatan kanker yang paling sering dilakukan adalah operasi dan kemoterapi, operasi bisa dilakukan jika ukuran dan derajat keparahan sel kanker masih ringan. Tetapi jika sel kanker sudah pada tahap yang lebih lanjut, apalagi sudah menyebar ke jaringan tubuh bagian lain, satu-satunya jalan adalah kemoterapi. Salah satu obat kemoterapi adalah Busulfan.

Mengenai Busulfan

Golongan:

Obat resep

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Kemasan:

Oral dan suntik intravena

Kandungan:

Kemoterapi sitotoksik

Manfaat Busulfan

Busulfan adalah obat kemoterapi dan juga dikenal dengan nama merek dagangnya Myleran atau Busulfex. Tablet Busulfan disebut Myleran dan suntikan disebut Busulfex.

Anda mungkin menggunakan obat ini sebagai perawatan untuk:

  • Leukemia myeloid kronis (CML) sejenis kanker darah
  • Jenis kanker lain yang memerlukan pengobatan dengan stem cell atau transplantasi sumsum tulang
  • Beberapa jenis kelainan darah yang disebut sindrom Myelodysplastic (MDS)

Busulfan disetujui oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA) untuk pengobatan leukemia myeloid kronis (CML) pada tahun 1999. Busulfan adalah pilihan pertama dari pengobatan kemoterapi pada leukemia myeloid kronis (CML) hingga tergeser oleh obat yang baru, yang dikenal dengan nama Imatinib, meskipun Busulfan masih banyak digunakan untuk pengobatan kemoterapi karena biaya pengobatan yang relatif rendah dari obat tersebut.

Dosis dan sediaan Busulfan

Busulfan tersedia dalam tablet yang dijual dengan merek dagang Myleran dengan kandungan 2 mg Busulfan per tablet. Setelah tahun 2002, permintaan akan Busulfan dalam sediaan injeksi sangat besar, sehingga dipasarkanlah obat Busulfan yang dijual dengan merek dagang Busulfex. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Busulfex tersedia sebagai solusi intravena (suntikan melalui pembuluh darah) dengan sediaan 6 mg / ml. Busulfex terbukti sama efektifnya dengan Busulfan oral (Myleran), dengan efek samping yang lebih sedikit.

Untuk orang dewasa dengan leukemia myeloid kronis (CML), dosis obat busulfan yang biasa diberikan adalah: Dosis awal: 60 mcg/kg atau 1.8 mg/m2 diminum sehari sekali. Rentang dosis biasa untuk induksi remisi adalah 4 sampai 8 mg/hari.

Untuk anak-anak dengan leukemia myelogenous kronis, dosis busulfan adalah:

  • Berat badan ≤ 12 kg = 1.1 mg/kg (berdasarkan berat badan)
  • Berat badan ≥ 12 kg = 0.8 mg/kg (berdasarkan berat badan)

Dosis diberikan setiap 6 jam sebagai infus 2 jam selama 4 hari dengan total 16 dosis. Pemantauan obat terapeutik dan penyesuaian dosis dianjurkan mengikuti dosis pertama.

Efek samping apa saja yang dapat ditimbulkan dari penggunaan Busulfan?

Kemoterapi adalah proses memasukkan obat melalui pembuluh darah ke dalam tubuh, melalui darah mengalir ke ke seluruh tubuh. 

Dengan demikian, kemoterapi dapat merusak berbagai organ tubuh, dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti:

  • leukosit dan trombosit menurun, 
  • depresi
  • kulit kering
  • BAK berdarah, 
  • penurunan sel imun tubuh, 
  • mudah terinfeksi, 
  • hiperpigmentasi
  • rambut rontok
  • mual
  • gangguan saluran pencernaan
  • gangguan sistem taraf (bila digunakan dalam dosis tinggi)
  • hiperbilirubinemia
  • penyakit venookulsif hepatik
  • displasia broncopolmonari
  • fibrosis paru-paru interstitial

Penggunaan Busulfan saat periode kehamilan dan menyusui

Ini dapat membahayakan janin yang berkembang di dalam rahim. Penting untuk diketahui sebaiknya Anda menunda atau mencegah kehamilan 6 bulan sesudah pengobatan untuk mencegah terjadinya komplikasi kehamilan. 

Bicarakan dengan dokter atau perawat Anda tentang kontrasepsi yang efektif sebelum memulai pengobatan. 

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA). Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A = Tidak berisiko (Aman)
  • B = Tidak berisiko pada penelitian terhadap hewan tetapi belum ada penelitian pada manusia
  • C = Berisiko pada penelitian terhadap hewan tetapi belum ada penelitian pada manusia
  • D = Ada bukti positif dari risiko terhadap manusia
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui 

Obat ini juga dapat masuk ke dalam ASI, oleh karena itu jika Anda dalam perawatan obat ini, usahakan untuk tidak memberikan ASI kepada anak Anda karena dapat meningkatkan risiko efek samping pada anak Anda.

Penting bagi Anda untuk menyimpan daftar tertulis dari semua obat yang diresepkan dan yang tidak diresepkan (over-the-counter) yang Anda gunakan, serta produk apa pun seperti vitamin, mineral, atau suplemen makanan lainnya. Anda harus membawa daftar ini bersama Anda setiap kali Anda pergi ke dokter.

Interaksi Obat Busulfan

Obat busulfan dapat berinteraksi dengan obat-obatan lainnya termasuk:

  • Bila dikonsumsi dengan obat-obatan mielosupresi dapat meningkatkan efek penekanan pada aktivitas sumsum tulang.
  • Bila dikonsumsi dengan obat-obatan sitotoksik dapat meningkatkan efek toksisitas pada paru-paru.
  • Bila digunakan sebelum atau sesudah radioterapi, dapat meningkatkan risiko munculnya efek samping kedua pengobatan (busulfan dan radioterapi). 
  • Bila dikonsumsi dengan itraconazole, paracetamol atau cyclophosphamide dapat menimbulkan penurunan kadar pembuangan busulfan dalam tubuh.
  • Bila dikonsumsi dengan obat tioguanin dapat menimbulkan risiko toksisitas liver, varises esofagus

Peringatan

  • Beritahukan dokter bila memiliki sistem imun yang lemah,riwayat epilepsi, cedera kepala, gangguan pernapasan dan lainnya. 
  • Obat ini dapat mempengaruhi kesuburan organ reproduksi, baik pria maupun wanita.
  • Penderita yang menderita leukemia mieloid kronis yang sudah resisten terhadap busulfan tidak boleh diberikan busulfan kembali untuk pengobatan berikutnya.
  • Bila mengalami reaksi alergi atau overdosis, segera periksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp