Benarkah Bubble Tea Brown Sugar Bikin Tidak Sehat?

Dipublish tanggal: Jul 18, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit
Benarkah Bubble Tea Brown Sugar Bikin Tidak Sehat?

Penikmat bola boba alias bubble tea semakin menjamur saja. Bahkan saking larisnya, sekarang ini tersedia berbagai varian bubble tea yang semakin menggugah selera. Salah satunya adalah varian bubble tea brown sugar.

Kombinasi kenyalnya tekstur boba dengan manisnya brown sugar memancing para pecinta minuman manis tergiur untuk mencobanya. Namun tunggu dulu, ada juga yang mengatakan bahwa bubble tea brown sugar berbahaya alias tidak sehat. Apa benar begitu? Simak faktanya berikut ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Apa itu bubble tea?

Bubble atau pearl termasuk salah satu topping favorit bagi banyak orang. Bubble tea adalah bola-bola manis yang terbuat dari tepung tapioka. Biasa disebut juga dengan boba tea, milk tea, atau teh susu mutiara.

Dilihat dari bentuknya, bubble tea memiliki tekstur kenyal, bulat, dan hitam. Ditambah lagi dengan rasanya yang manis sehingga menambah cita rasa pada minuman.

Sayangnya, bubble tea tergolong miskin gizi karena tidak mengandung kalori, vitamin, maupun mineral sama sekali. Namun setidaknya, bola-bola hitam manis ini terbuat dari bahan alami sehingga cukup menyehatkan dan mengenyangkan.

Baca Selengkapnya: Suka Minum Bubble Tea, Amankah Bagi Kesehatan?

Apa itu brown sugar?

Sekarang ini Anda mungkin banyak menemukan berbagai minuman yang mengandung brown sugar. Tidak hanya bubble tea saja, brown sugar juga kerap kali ditambahkan pada kopi hingga kue. Namun, tahukah Anda apa itu brown sugar?

Tidak sedikit orang menganggap brown sugar sama dengan gula aren. Padahal keduanya berbeda, lho!

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Brown sugar adalah gula pasir yang diberi molasses atau gula tetes tebu. Molasses itulah yang membuat warna brown sugar menjadi lebih gelap dan sedikit meningkatkan nilai gizinya.

Melansir dari Livestrong, setiap 100 gram brown sugar mengandung 9 miligram (mg) magnesium, 133 mg kalium, dan 83 mg kalsium. Angka tersebut memang cenderung lebih tinggi daripada gula pasir biasa yang mengandung 2 mg kalium, 1 mg kalsium, dan nol magnesium. Namun bagaimana pun, kandungan tersebut tetap saja tidak mampu mencukupi kebutuhan mineral harian tubuh.

Baca Juga: Benarkah Manfaat Gula Aren Semanis Rasanya?

Benarkah kombinasi bubble tea brown sugar tidak sehat?

Walaupun rasanya manis dan menyegarkan, bubble tea brown sugar menjadi tidak sehat dan berbahaya jika dikonsumsi terlalu sering. Anda pasti jadi bertanya-tanya, mengapa demikian?

Ada 2 alasan utama yang membuat minuman bubble tea brown sugar tidak sehat dan membahayakan tubuh, yaitu:

1. Sulit dicerna tubuh

Pertama, butiran bubble tea yang kenyal membuatnya sulit dicerna oleh tubuh. Terlebih lagi, beberapa jenis bubble tea dibuat dengan tambahan agen pengental sehingga semakin susah dicerna.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Bila dikonsumsi dalam jumlah banyak, sistem pencernaan Anda harus bekerja ekstra untuk melumatkan bola-bola tapioka tersebut. Hal ini tentu saja bisa mengganggu kesehatan pencernaan Anda.

Melansir dari Very Well Fit, bola-bola tapioka diyakini tidak memberikan manfaat apa pun bagi kesehatan. Walaupun mengandung kalori yang dapat menambah energi, belum ada satupun penelitian yang membuktikan minuman bubble tea itu menyehatkan.

2. Meningkatkan risiko diabetes

Pada dasarnya, minum teh hijau atau teh hitam memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Mulai dari menurunkan risiko penyakit jantung dan kardiovaskular, diabetes, arthritis, hingga kanker. Hal ini dikarenakan teh hijau mengandung polifenol, senyawa antioksidan bersifat anti-inflamasi yang dapat melawan peradangan dalam tubuh.

Namun, akan lain ceritanya jika Anda menambahkan krimer nonsusu, brown sugar, atau berbagai topping lainnya ke dalam minuman bubble tea Anda. Ketiga bahan tersebut dapat meningkatkan jumlah lemak dan gula sehingga memicu penyakit kronis di masa mendatang.

Banyak orang menganggap brown sugar cenderung lebih aman dan menyehatkan bagi tubuh. Sayangnya, hal ini tidak berlaku pada bubble tea brown sugar, apalagi jika ditambah taburan pearl di atasnya.

Mount Alvernia Hospital, sebuah rumah sakit swasta nirlaba di Singapura, telah membandingkan asupan gula dan kalori pada berbagai varian bubble tea beserta topping di dalamnya. Hasilnya cukup mengejutkan, varian bubble tea brown sugar tidak sehat alias membahayakan tubuh.

Menurut para ahli, minuman bubble tea brown sugar mengandung 18,5 sendok makan (sdm) gula. Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI, batas konsumsi gula per hari untuk anak adalah sekitar 2-6 sendok teh (sdt), sedangkan untuk orang dewasa sekitar 5-9 sdt. Terlihat jelas bahwa kandungan gula pada bubble tea brown sugar jauh lebih tinggi alias melebihi angka yang dianjurkan.

Hal ini diperparah dengan banyaknya minuman yang dijual di pasaran mengandung pemanis tambahan. Nah, kombinasi antara bubble tea, brown sugar, dan pemanis tambahan dalam satu gelas tentu saja akan membuat kandungan gulanya semakin besar.

Jika dikonsumsi terlalu banyak, varian bubble tea brown sugar dapat melonjakkan asupan gula dan kalori dalam tubuh. Hal ini jelas tidak baik bagi kesehatan karena bisa memicu diabetes dan obesitas.

Bagaimana cara minum bubble tea brown sugar yang sehat?

Perlu dicatat bahwa tidak semua bubble tea brown sugar berbahaya alias tidak sehat bagi tubuh. Hal ini sebetulnya tergantung dari cara Anda menyajikan minuman manis tersebut.

Tenang, Anda tetap bisa minum bubble tea brown sugar dengan cara yang lebih aman dan sehat, kok. Begini caranya:

  1. Pilih ukuran gelas yang lebih kecil dan minta kurangi gulanya, sekitar kurang dari 30%.
  2. Pilih topping yang kalorinya lebih rendah. Misalnya lidah buaya (aloe vera), jeli, atau white pearls daripada bola-bola tapioka alias pearl. Bahkan kalau bisa, Anda tidak perlu menambahkan topping sama sekali supaya sajian bubble tea Anda lebih sehat.
  3. Tambahkan susu segar, baik susu rendah lemak atau susu skim yang lebih sehat.
  4. Batasi minum bubble tea brown sugar maksimal 1-2 kali per minggu. Sebaiknya konsumsi minuman manis ini berdua dengan teman atau saudara agar kalorinya terbagi.
  5. Kurangi asupan gula sedikit demi sedikit. Cara ini dapat membantu melatih kepekaan rasa manis Anda. Seiring berjalannya waktu, Anda akan terbiasa membatasi diri dari minuman manis demi menjaga kesehatan.

Yuk, batasi minum bubble tea brown sugar agar hidup lebih sehat!

Baca Selengkapnya: Pemanis Buatan vs Gula vs Madu: Mana yang Terbaik?

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Are Bubble Tea Pearls Safe? We Asked a Doctor for the Facts. Health.com. (https://www.health.com/food/bubble-tea-pearls-constipation)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app