Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Makanan dan Diet Sehat

Bahaya Mie Instan Yang Perlu Diwaspadai

Update terakhir: OCT 13, 2019 Tinjau pada OCT 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.157.717 orang

Bahaya Mie Instan Yang Perlu Diwaspadai

Mie instan merupakan makanan cepat saji yang sangat mudah didapat, karena mudah tersaji dan harganya tergolong murah. Namun apakah ini merupakan makanan yang sehat dan apakah ada bahaya mie instan bagi kesehatan jika sering dikonsumsi?

Terlepas dari bahaya mie instan, nyatanya makanan ini sangat populer di kalangan pelajar dan mahasiswa, orang-orang yang sibuk atau tak sempat memasak atau bagi mereka yang lagi di perjalanan, atau karena memang senang dengan rasanya, yang jelas mie instan itu praktis dan cepat sebagai pengganjal perut yang lapar.

Dibalik kepraktisan yang ditawarkan, ternyata ada sejumlah bahaya yang terkandung dalan mie instan, apa sajakah itu?

Berdasarkan hasil penelitian bahaya mie instan antara lain dapat meningkatkan risiko perubahan metabolik yang terkait dengan diabetes melitus, penyakit jantung, dan stroke.

Penelitian dilakukan pada perempuan di Korea Selatan yang dikenal memiliki kelompok konsumsi mie instan (ramen) terbesar di dunia, di mana tercatat orang-orang di sana telah mengkonsumsi 3,4 miliar paket mie instan pada tahun 2010.

Hyun Shin dan rekan-rekannya di Baylor dan Harvard University menganalisis kesehatan dan diet hampir 11.000 orang dewasa di Korea Selatan antara usia 19 - 64 tahun. Dalam penelitian ini tidak memperhatikan pola makanan sehari-harinya, dan apapun aktivitas fisik yang dilakukan.

"Meskipun mie instan merupakan makanan yang mudah dan lezat, mungkin ada peningkatan risiko sindrom metabolik karena mie instan banyak mengandung sodium (natrium) tinggi, lemak jenuh yang tidak sehat dan beban glikemik," Papar peneliti.

Hasilnya, wanita yang makan mie instan dua kali seminggu atau lebih memiliki risiko lebih tinggi terkena sindrom metabolik daripada mereka yang makan mie instan lebih jarang, atau tidak sama sekali.

Orang dengan sindrom metabolik mungkin cendrung  memiliki tekanan darah tinggi atau kadar gula darah tinggi, dan menghadapi peningkatan risiko penyakit jantung , stroke dan diabetes melitus.

Namun tak demikian pada pria, Shin dan rekan-rekannya menduga bahwa perbedaan biologis antara jenis kelamin, seperti efek dari hormon seks dan metabolisme , mungkin menjelaskan kurangnya hubungan yang jelas pada laki-laki antara makan mie instan dan mengembangkan sindrom metabolik.

Baca juga: Bolehkah ibu hamil makan mie instan?

Jadi apa yang sebenarnya membuat mie instan berbahaya?

"Mie instan tinggi lemak, tinggi garam (natrium), tinggi kalori - semua faktor tersebut dapat memberikan kontribusi untuk beberapa masalah kesehatan di atas" kata Young. "Itu tidak berarti bahwa setiap orang akan mengalami dampak yang sama, tetapi yang perlu diingat adalah bahwa mie instan bukanlah produk yang sehat, dan itu adalah makanan olahan." tutur peneliti.

Makanan olahan memang umumnya mengandung gula dan garam yang tinggi, karena makanan tersebut dirancang untuk memiliki masa simpan yang lama, agar awet. Namun di sisi lain tidak cukup baik bagi kesehatan.

Tips Sehat Makan Mie Instan

Ada beberapa cara agar bahaya mie instan tidak sampai memberikan efek buruk, berikut tips dari peneliti:

  • Jangan makan mie instan setiap hari
  • Makanlah dengan porsi yang kecil (jangan banyak-banyak)
  • Campurlah dengan sayuran sehat atau makanan segar (bukan olahan).
  • Jangan makan mie instan setiap hari
  • Makanlah dengan porsi yang kecil (jangan banyak-banyak)
  • Campurlah dengan sayuran sehat atau makanan segar (bukan olahan).

Baca juga: Bahaya mie instan untuk darah tinggi

Jadi kesimpulannya, boleh saja makan mie instan asal jangan dijadikan makanan utama apalagi makanan rutin. Salam Sehat :)

Sumber: HuffPost, LiveScience

 

 

EDITING

 

Mie instan merupakan makanan cepat saji yang sangat mudah didapat, karena mudah tersaji dan harganya tergolong murah. Namun apakah ini merupakan makanan yang sehat dan apakah ada bahaya mie instan bagi kesehatan jika sering dikonsumsi?

 

Terlepas dari bahaya mie instan, nyatanya makanan ini sangat populer di kalangan pelajar dan mahasiswa, orang-orang yang sibuk atau tak sempat memasak atau bagi mereka yang lagi di perjalanan, atau karena memang senang dengan rasanya, yang jelas mie instan itu praktis dan cepat sebagai pengganjal perut yang lapar.

Dibalik kepraktisan yang ditawarkan, ternyata ada sejumlah bahaya yang terkandung dalan mie instan, apa sajakah itu?

 

Berdasarkan hasil penelitian bahaya mie instan antara lain dapat meningkatkan risiko perubahan metabolik yang terkait dengan diabetes melitus, penyakit jantung, dan stroke.

 

Penelitian dilakukan pada perempuan di Korea Selatan yang dikenal memiliki kelompok konsumsi mie instan (ramen) terbesar di dunia, di mana tercatat orang-orang di sana telah mengkonsumsi 3,4 miliar paket mie instan pada tahun 2010.

Hyun Shin dan rekan-rekannya di Baylor dan Harvard University menganalisis kesehatan dan diet hampir 11.000 orang dewasa di Korea Selatan antara usia 19 - 64 tahun. Dalam penelitian ini tidak memperhatikan pola makanan sehari-harinya, dan apapun aktivitas fisik yang dilakukan.

"Meskipun mie instan merupakan makanan yang mudah dan lezat, mungkin ada peningkatan risiko sindrom metabolik karena mie instan banyak mengandung sodium (natrium) tinggi, lemak jenuh yang tidak sehat dan beban glikemik," Papar peneliti.

Hasilnya, wanita yang makan mie instan dua kali seminggu atau lebih memiliki risiko lebih tinggi terkena sindrom metabolik daripada mereka yang makan mie instan lebih jarang, atau tidak sama sekali.

Orang dengan sindrom metabolik mungkin cendrung  memiliki tekanan darah tinggi atau kadar gula darah tinggi, dan menghadapi peningkatan risiko penyakit jantung , stroke dan diabetes melitus.

Namun tak demikian pada pria, Shin dan rekan-rekannya menduga bahwa perbedaan biologis antara jenis kelamin, seperti efek dari hormon seks dan metabolisme , mungkin menjelaskan kurangnya hubungan yang jelas pada laki-laki antara makan mie instan dan mengembangkan sindrom metabolik.

Baca juga: Bolehkah ibu hamil makan mie instan?

 

Jadi apa yang sebenarnya membuat mie instan berbahaya?

"Mie instan tinggi lemak, tinggi garam (natrium), tinggi kalori - semua faktor tersebut dapat memberikan kontribusi untuk beberapa masalah kesehatan di atas" kata Young. "Itu tidak berarti bahwa setiap orang akan mengalami dampak yang sama, tetapi yang perlu diingat adalah bahwa mie instan bukanlah produk yang sehat, dan itu adalah makanan olahan." tutur peneliti.

Makanan olahan memang umumnya mengandung tinggi glukosa (dari tepung) dan tinggi sodium. Selain itu mie instant juga mengandung Tertiary butylhydroquinone (TBHQ) yang digunakan untuk mengawetkan makanan. Jumlah dosis yang diperbolehkan oleh FDA adalah 0.02$ dari total minyak pada makanan. Kelebihan terpapar dari TBHQ ini menurut penelitian dapat menyebabkan kita lebih rentan terkena asma, rinitis, dermatitis.

 

Tips Makan Mie Instan

Ada beberapa cara agar bahaya mie instan tidak sampai memberikan efek buruk, berikut tips dari peneliti:

Baca juga: Bahaya mie instan untuk darah tinggi

Jadi kesimpulannya, boleh saja makan mie instan asal jangan dijadikan makanan utama apalagi makanan rutin. Salam Sehat :)

Sumber: HuffPost, LiveScience

 

Referensi

Link, R. Healthline (2017). Are Instant Noodles Bad for You?

NHS Choices UK (2015). How Much Salt is Good for Me?

WebMD (2015). The Facts About Bisphenol A.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit