Makanan dan Diet Sehat

Bahaya Mie Instan yang Perlu Diwaspadai

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Feb 20, 2020 Tinjau pada Mei 24, 2019 Waktu baca: 2 menit
Bahaya Mie Instan yang Perlu Diwaspadai

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Rasa yang enak dan menggugah selera membuat mie instan digemari oleh beragam kalangan dan usia
  • Kandungan MSG, natrium, dan kalori yang tinggi pada mie instan membuatnya dikelompokkan ke dalam makanan yang kurang sehat
  • Ibu hamil, anak-anak, penderita hipertensi dan autisme tidak disarankan untuk mengonsumsi mie instan
  • Mengonsumsi mie instan yang terlalu sering dapat meningkatkan risiko kerusakan otak dan disfungsi organ tubuh
  • Konsumsi mie instan boleh, asal diimbangi dengan asupan nutrisi lain serta sayuran untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh

Mie instan merupakan makanan cepat saji yang sangat mudah dikonsumsi karena mudah tersaji dan harganya tergolong murah. Selain itu, mie instan juga sangat dinikmati oleh berbagai kalangan dan usia karena rasa mie instan yang enak dan beragam. Tetapi apakah ada bahaya mie instan bagi tubuh jika sering dikonsumsi?

Bahaya mie instan yang perlu diwaspadai

Berdasarkan hasil penelitian, mengonsumsi mie instan setiap hari bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Meski diklaim mengandung vitamin, mineral, maupun protein di dalamnya, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Justru kandungan karbohidrat dan MSG yang ada di mie instan yang cukup banyak dapat menyebabkan kerusakan otak dan berbagai fungsi organ tubuh termasuk penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Menurut penelitian lainnya, bahaya mie instan lainnya juga bisa meningkatkan risiko kanker karena kandungan zat lilin yang diduga menjadi bahan campuran pembuatan mie instan. Bahkan tak hanya itu, bahaya mie instan juga diperkirakan dapat meningkatkan risiko perubahan metabolisme dalam tubuh yang terkait dengan penyakit diabetes melltus, penyakit jantung, dan stroke.

Baca juga: Bolehkah ibu hamil makan mie instan?

Apa yang membuat mie instan dianggap tidak sehat?

Kandungan lemak, garam (natrium), dan kalori yang tinggi pada mie instan dianggap sebagai faktor yang dapat mempengaruhi masalah kesehatan. Mie instan yang termasuk ke dalam makanan olahan sendiri biasanya mengandung bahan perasa dan pengawet yang tentunya tidak lebih baik daripada makanan segar.

Jika tubuh terbiasa mengonsumsi mie instan tanpa diimbangi dengan asupan nutrisi dari makanan lain, maka tubuh mungkin akan mengalami kurang gizi. Oleh karena itu, ibu hamil dan anak-anak tidak disarankan mengonsumsi mie instan karena kandungan gizi yang rendah pada mie instan. Bahkan kebiasaan mengonsumsi mie instan selama hamil dapat meningkatkan risiko keguguran

Ditambah lagi, kandungan natrium (garam) yang ada di dalam mie instan dapat menaikkan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gangguan kehamilan lainnya yang berbahaya bagi kesehatan ibu hamil maupun bayi dalam kandungan. 

Selain ibu hamil, penderita tekanan darah tinggi (hipertensi), maag, dan autisme juga tidak diperbolehkan mengonsumsi mie instan. Hal tersebut dikarenakan kandungan natrium yang tinggi pada mie instan dapat menyebabkan sekresi asam lambung menjadi lebih banyak dalam mencerna makanan sehingga terjadinya penipisan lapisan dinding lambung dan menyebabkan rasa perih.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Bagi penderita tekanan darah tinggi (hipertensi), kandungan natrium yang berlebih tentu akan meningkatkan tekanan darah. Sementara kandungan gluten pada mie instan menjadi bahan yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita autisme. Karena beragam alasan tersebut maka mie instan dianggap menjadi makanan yang tidak sehat.

Tips Sehat Makan Mie Instan

Selain karena kandungan gizi yang kurang mencukupi dalam sebungkus mie instan, proses untuk mencerna mie instan juga memerlukan waktu yang cukup lama, yakni lebih dari 2 jam. Hal itu tentu akan memaksa saluran cerna bekerja lebih keras untuk mengolahnya dan berdampak pada penyerapan nutrisi makanan lain yang dikonsumsi.

Ada beberapa cara agar bahaya mie instan tidak sampai memberikan efek buruk bagi tubuh. Berikut ini tips sehat makan mie instan yang bisa dicoba:

  • Cukup makan mie instan sesekali (jangan makan mie instan setiap hari)
  • Tambahkan campuran sayuran segar ke dalam mie instan
  • Cek label kemasan produk mie instan terkait kandungan di dalamnya

Mie instan memang menarik untuk dikonsumsi tetapi sebaiknya cukup dikonsumsi sesekali saja sebagai menu tambahan di kala lapar dan bukan menjadi pengganti makanan utama. Karena asupan nutrisi penting tubuh tetap harus dipenuhi dari sumber makanan lainnya demi menjaga keseimbangan gizi.

Baca juga: 11 Makanan Pantangan Darah Tinggi

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
The Eternal Life of the Instant Noodle. BBC. (https://www.bbc.co.uk/news/resources/idt-sh/the_instant_noodle)
Instant Noodles: Are they Really Good for Health? A Review. Electronic Journal of Biology. (http://ejbio.imedpub.com/instant-noodles-are-they-really-good-for-health-a-review.php?aid=19591)
Is Your Ramen Ruining Your Health? Keck Medicine of USC. (https://www.keckmedicine.org/is-your-ramen-ruining-your-health/)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app