ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

Lem Aibon Kerap Disalahgunakan, Ini Bahaya 'Ngelem' Bagi Kesehatan

Dipublish tanggal: Okt 30, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Feb 21, 2020 Waktu baca: 4 menit
Lem Aibon Kerap Disalahgunakan, Ini Bahaya 'Ngelem' Bagi Kesehatan

Lem Aibon adalah lem perekat serbaguna yang umum dimanfaatkan untuk merekatkan melamin, logam, beton, kayu, hingga karpet. Namun karena harganya terjangkau dan mudah didapatkan, benda ini sering kali disalahgunakan sebagai sarana mabuk-mabukan. Aromanya yang menyengat justru dipakai untuk 'ngelem' hingga menimbulkan efek melayang yang menyebabkan kecanduan. Bila terus dibiarkan, ada sejumlah bahaya yang mengintai pada tubuh orang yang suka 'ngelem' dengan lem Aibon.

Apa tanda dan gejala kecanduan 'ngelem'?

Mabuk dengan cara menghirup lem alias 'ngelem' banyak dilakukan oleh orang-orang yang ingin mabuk dengan cara instan dan murah, kebanyakan di antaranya adalah pelajar. Ya, harga lem Aibon yang terjangkau ini sering kali disalahgunakan untuk mendapatkan sensasi melayang-layang.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Lem pelarut adalah salah satu dari banyak zat yang termasuk dalam kategori inhalansia. Contoh lainnya termasuk:

  • Semprotan aerosol
  • Cairan pembersih
  • Bahan kimia rumah tangga
  • Spidol
  • Cat semprot

Kategori inhalansia ini banyak digunakan oleh remaja sebagai alternatif yang lebih murah untuk mabuk-mabukan. The National Institute on Drug Abuse mencatat bahwa inhalansia adalah satu-satunya zat yang banyak disalahgunakan oleh remaja usia muda daripada remaja yang usianya lebih tua.

Selain sensasi melayang, tanda dan gejala seseorang mabuk akibat menghirup lem Aibon alias 'ngelem' antara lain:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Muncul ruam di sekitar mulut, dapat meluas ke wajah
  • Perubahan suasana hati
  • Susah konsentrasi
  • Tidak bisa membuat keputusan
  • Hilang minat untuk beraktivitas normal seperti biasa
  • Kesemutan di tangan dan kaki
  • Kehilangan koordinasi
  • Kelelahan
  • Apatis (sifat ketidakpedulian, acuh tidak acuh dan sikap tidak responsif) 

Sensasi melayang dan halusinasi akibat menghirup lem Aibon mungkin terasa menyenangkan. Akan tetapi, efek ini hanyalah sementara dan bertahan beberapa menit. Tubuh Anda justru akan dihantui oleh berbagai efek yang lebih berbahaya bagi kesehatan.

Berbagai bahaya menghirup lem Aibon untuk mabuk

Kebiasaan menghirup lem Aibon untuk mabuk-mabukan bisa mengancam jiwa. Meskipun terkadang efeknya tidak fatal, tapi risiko yang muncul akibat 'ngelem' tetap saja membahayakan otak dan sistem pernapasan.

Berikut ini beberapa bahaya menghirup lem Aibon untuk mabuk-mabukan, antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

1. Gagal napas akut

Gagal napas akut adalah kondisi yang terjadi ketika oksigen di dalam tubuh tidak cukup untuk menjalankan fungsi pernapasan. Menghirup lem Aibon secara terus-menerus bisa menjadi penyebab gagal pernapasan akut ini.

Penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan alkohol juga dapat menyebabkan kegagalan napas kronis. Gagal napas kronis adalah kondisi dimana tubuh tidak dapat mengambil oksigen yang cukup dari waktu ke waktu. Pada kasus yang serius, gagal napas kronis dapat menyebabkan koma.

Baca Selengkapnya: Hati-Hati! Gagal Napas Dapat Sebabkan Kerusakan Organ

2. Kerusakan otak

Menghirup lem atau inhalansia lainnya, terutama yang termasuk pelarut toluena dan naftalena, dapat merusak selubung myelin. Selubung myelin adalah selubung tipis di sekitar serat saraf otak dan sistem saraf

Kerusakan pada selubung myelin dapat memicu gangguan fungsi otak dalam jangka panjang. Hal ini juga dapat menyebabkan masalah neurologis lainnya yang mirip dengan gejala multiple sclerosis.

3. Gangguan ritme jantung

Paparan bahan kimia dalam lem Aibon yang dihirup terus-menerus untuk 'ngelem' dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur (aritmia). Dalam beberapa kasus, aritmia dapat memicu gagal jantung fatal yang disebut dengan sindrom kematian mendadak akibat menghirup (SSDS).

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Selain ketiga hal di atas, sejumlah bahaya lainnya yang dapat timbul akibat menghirup lem terus-terusan antara lain:

Cara menghentikan kebiasaan 'ngelem' dengan lem Aibon

Apabila Anda atau orang terdekat mengalami kebiasaan 'ngelem' dengan lem Aibon, maka segera cari pertolongan. Konsultasikan lebih lanjut pada dokter dan psikiater agar bisa menghentikan kebiasaan buruk ini.

Sebagai langkah pertama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui apakah ada kerusakan pada organ-organ vital tubuh. Mulai dari otak, sistem saraf, ritme jantung, hati, ginjal, hingga paru-paru. 

Dokter juga dapat melakukan tes neurologis untuk melihat kemungkinan adanya cedera permanen pada fungsi dan memori otak. Sementara dari sisi psikiater akan melihat seberapa besar perubahan kesehatan mental dan emosional penderita.

Tujuan pertama perawatan adalah menghindari lem, inhalasia, dan obat-obatan lain yang membuat pasien kecanduan. Jika pasien yang 'ngelem' adalah pelajar, maka terapi juga bertujuan untuk membantu mereka mengatasi tekanan dari teman sebaya, juga mendapatkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

Kunci terpenting untuk mengatasi kebiasaan menghirup lem untuk mabuk-mabukan adalah terapi. Sesi terapi dapat mencakup kerja kelompok, belajar mengasah keterampilan, musik, hingga seni. 

Para terapis akan mencoba menciptakan sensasi menyenangkan dalam terapi, sehingga pasien akan lupa dengan kebiasaan 'ngelem' yang biasa dilakukan. Hal ini juga dapat meliputi terapi bicara individu, dukungan sebaya, terapi keluarga, hingga pendidikan perilaku.

Terapi bicara dapat berbentuk terapi perilaku kognitif (CBT). Jenis terapi ini akan membantu pasien untuk memahami alasan mengapa mereka menghirup lem Aibon untuk mabuk-mabukan. Secara bersamaan, pasien akan dilatih untuk mengubah kebiasaannya menjadi hal-hal yang lebih positif.

Rentang perhatian pasien mungkin terbatas, terutama pada awal-awal terapi. Karena itulah, sesi terapi biasanya dibatasi sekitar 15-30 menit tiap sesi. Program rehabilitasi ini umumnya berjalan lebih dari satu bulan, tapi bisa juga lebih lama tergantung dari seberapa parah pengaruh lem Aibon dalam tubuhnya.

Baca Juga: Cara Tepat Menjauhkan Anak dari Bahaya Rokok dan Narkoba

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app