Bahaya Campak Pada Anak

Dipublish tanggal: Mar 7, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Agu 9, 2019 Waktu baca: 3 menit
Bahaya Campak Pada Anak

Sebelum masa ditemukan vaksin campak, angka kematian pada anak akibat campak di dunia sangat tinggi. 

Setelah vaksin ditemukan dan diaplikasikan secara luas, angka kematian jauh berkurang, namun campak tetap menjadi momok karena tidak sedikit berujung pada kematian terutama di negara miskin dan berkembang dengan angka kematian dapat mencapai 25 persen. 

Pada artikel kali ini kita akan membahas lebih lanjut tentang komplikasi dan bahaya campak pada khususnya pada anak.

Penyakit campak, seperti dijelaskan pada artikel sebelumnya, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Virus campak mula-mula menginfeksi dinding saluran nafas di area belakang rongga hidung yang kemudian berlanjut ke sistem getah bening, sirkulasi darah, jaringan serta organ. 

Komplikasi Campak

Sekitar 30 persen dari kasus campak yang dilaporkan memiliki satu atau lebih komplikasi, terutama pada anak usia dibawah 5 tahun. Apa saja komplikasi yang dapat muncul menyertai campak?

  • Stomatitis (sariawan), meyebabkan anak menjadi sulit makan dan minum.
  • Diare, merupakan gejala penyerta yang terkadang dijumpai pada anak dengan campak. Dengan adanya diare apalagi jika anak sulit atau tidak mau makan maka berisiko terjadi dehidrasi.
  • Otitis Media Akut, ditandai dengan nyeri pada telinga dapat disertai keluarnya cairan dari liang telinga. Karena virus campak pada awalnya menginfeksi tenggorokan di belakang hidung, dikarenakan saluran telinga dan tenggorokan terhubung satu sama lain oleh suatu saluran yang dinamakan tuba Eustachius, maka virus campak dapat menyebar ke telinga bagian tengah dan menyebabkan infeksi telinga bagian tengah atau yang disebut sebagai otitis media akut. Apabila infeksi mengenai telinga bagian dalam dapat berisiko menyebabkan gangguan pendengaran.
  • Pneumonia, merupakan komplikasi yang berat dan dapat menyebabkan kematian. Ditandai dengan kesulitan bernafas (sesak), merintih, terdapat tarikan pada dinding dada bagian bawah iga, sela-sela iga atau di leher bawah tengah.
  • Ensefalitis akut, adalah infeksi pada otak, dapat muncul pada hari ke 6 setelah munculnya ruam, ditandai dengan demam, muntah, kejang, kaku pada leher akibat rangsangan pada selaput otak, kejang, hingga penurunan kesadaran. Ensefalitis juga dapat mengakibatkan kematian.
  • Kebutaan, dapat disebabkan karena infeksi campak itu sendiri atau karena adanya infeksi lain yang menjadi penyulit campak, atau karena defisiensi vitamin A.  Kebutaan masa kanak-kanak di Afrika hampir separuhnya disebabkan karena campak.
  • Subacute sclerosing panencephalitis (SSPE), terjadinya keradangan dan iritasi pada otak dalam waktu yang lama. SSPE sangat jarang dijumpai namun fatal. Komplikasi ini muncul dalam rentang 7-10 tahun setelah infeksi campak meskipun penderita tampak sudah sembuh. Gejala SSPE muncul dalam 4 tahap 
    • tahap 1 ditandai dengan gangguan mood, depresi, perubahan personaliti, demam, atau sakit kepala yang bisa berlangsung hingga 6 bulan. 
    • Tahap 2 dapat muncul gangguan gerak yang tidak bisa dikontrol. Dapat juga disertai gangguan penglihatan, kejang, atau demensia (pikun).
    • Tahap 3 gangguan gerak semakin berat dan muncul kekakuan (rigiditas). 
    • Tahap 4 area otak yang mengontrol pernafasan, detak jantung, dan tekanan darah mengalami kerusakan sehingga menyebabkan koma dan berujung pada kematian.
  • Campak pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, atau bayi lahir dengan berat badan rendah. Tidak jelas apakah campak juga menyebabkan cacat pada janin.
  • Campak juga dikaitkan dengan masalah kesehatan jangka panjang yaitu penyakit paru kronik, malnutrisi, dan gangguan pertumbuhan.

Insiden kematian akibat komplikasi campak di negara berkembang terutama didapatkan pada anak usia kurang dari 1 tahun terutama yang tinggal di lingkungan yang padat, misalnya di perkampungan yang kumuh dan padat atau kamp pengungsian dimana risiko anak terpapar virus semakin tinggi. 

Kasus campak yang berat biasanya diderita oleh pasien dengan status imunitas (daya tahan tubuh) rendah seperti  pada HIV AIDS dan kanker, serta pada anak yang malnutrisi (marasmur dan kwashiorkor) dan kekurangan vitamin A

WHO telah merekomendasikan pemberian vitamin A sebagai salah satu terapi yang diberikan pada penderita campak. Selain itu, vaksinasi adalah langkah penting untuk mencegah terjadinya infeksi campak yang berat terutama pada anak.


8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Measles. NHS (National Health Service). (Accessed via: https://www.nhs.uk/conditions/measles/)
How to Protect Your Children During a Measles Outbreak. HealthyChildren.org. (Accessed via: https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/immunizations/Pages/How-to-Protect-Your-Children-During-A-Measles-Outbreak.aspx)
Measles (for Parents). Nemours KidsHealth. (Accessed via: https://kidshealth.org/en/parents/measles.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app