Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR. VINA SETIAWAN

Atazanavir: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Jul 6, 2019 Tinjau pada Jul 28, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 515.239 orang

Mengenai Atazanavir

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Kapsul

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Kandungan:

Obat terapi HIV

Manfaat Atazanavir

Obat atazanavir merupakan jenis obat yang sering dipakai pada pengobatan terapi infeksi HIV ( Human Immunodeficiency Virus). Obat ini dapat digunakan pada penanggulangan HIV bagi anak-anak atau orang dewasa. Obat ini dapat menghambat perkembangan virus HIV yang mengancam jiwa. Obat ini menjadi bagian dari terapi Antiretroviral.

Obat atazanavir pertama dikenal dan disetujui FDA ( Food and Drugs Administration) sebagai terapi penyakit HIV. Obat ini merupakan golongan protease inhibitor yang berfungsi untuk mencegah perkembangan enzim protease di dalam tubuh penderita HIV. Protease ini dapat membentuk virus-virus baru di dalam tubuh sehingga mencetuskan gejala-gejal khas HIV.

Sekilas Mengenai HIV

HIV atau AIDS merupakan penyakit yang meneyrang sistem imunitas tubuh manusia sehingga sistem kekebalan tubuh semakin berkurang dapat dapat mencetuskan penyakit-penyakit yang mudah berkembang. Sel kekebalan tubuh telah mengalami kerusakan dan dalam hitungan tahun akan menimbulkan gejala terkait penyakit HIV.

Virus HIV dapat menular melalui banyak cara. Faktor resiko utama adalah penularannya melalui kontak seksual dan penggunaan obat-obatan terlarang seperti narkoba jenis suntik. Virus menular melalui darah, carian sperma, serta cairan tubuh lainnya meliputi ASi pada ibu menyusui. Hubungan sekual yang sering berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan pengaman seperti kondom.

Gejala yang timbul pada penderita HIV muncul secara bertahap selama virus di dalam tubuh semakin berkembang dalam hitungan 5 hingga 10 tahun lamanya. Ini dibuktikan dengan sel-sel CD4 yang semakin menurun karena rusaknya sistem kekebalan tubuh

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Pada HIV stadium pertama, window period terjadi selama 1 hingga 6 bulan dimana mengalami perubahan antibodi virus yang menajdi positif. Berlanjut pada stadium kedua, biasanya penderita HIV masih belum menunjukkan gejala atau munculnya gejala herpes, tetapi dapat menularkan virus HIV ke orang lain.

Stadium tiga merupakan stadium klinis HIV yang semakin terlihat seperti adanya penurunan berat badan yang drastis, gejala ruberkulosis paru, dan kandidiasis oral. Stadium keempat beralngsung kronis yang dapat merusak sistem saraf dan adanya infeksi kronis di dalam tubuh.

Kapan memulai terapi Atazanavir

Pemberian atazanavir sebagai ART ini dimulai apabila ditemukan penurunan jumlah CD4 yang signifikan (penurunan CD$ di bawah 350 dengan atau tanpa gejala klinis). Kombinasi dengan obat antivirus HIV lain juga berdampak dalam meningkatkan CD4 terutama adanya ruberkulosis HIV atau virus hepatitis B terait HIV.

Pemberian atazanavis juga dipilih pada penderita HIV dengan resiko penyakit jantung, orang tua, atau dengan riwayat hiperkolesterolemia (peningkatan kolesterol di dalam darah). Farmakologi obat atazanavir meningkat di dalam darah guna membasmi protease enzim virus HIV.

Dosis dan pemakaian Atazanavir

Obat atazanavir diberikan sesuai dosis serta usia penderita. Obat atazanavir dalam bentuk kapsul tersedia dalam dosis 150 mg, 200 mg, dan 300 mg. Obat atazanavir hanya dapat dikonsumsi pada anak-anak diatas usia 6 tahun ke atas dan pada orang dewasa.

Pada anak usia 6 tahun ke bawah, obat ini harus dikombinasikan dengan obat lainnya seperti ritonavir dan dosisnya disesuaikan dengan berat badan. Pemberian profilaksis pada pencegahan HIV hanya membutuhkan obat kotrimoksazol. Lama pemberian obat atazanavir bergantung pada stadium klinis HIV. 

Efek samping Atazanavir

Obat atazanavir yang dikonsumsi pada penderita HIV memiliki efek samping baik ringan hingga berat. Efek samping ringan yang dapat timbul antara lain:

  • Diarea
  • Mual muntah
  • Kesemutan pada jari tangan dan kaki
  • Nyeri kepala
  • Kuning pada kulit (ikterus)
  • Nyeri otot
  • Sulit tidur (insomnia)

Interaksi Atazanavir

Beberapa obat-obatan yang dapat berinteraksi seperti mengurangi farmakologi kerja obat atau dampak lainnya antara lain:

  • Atrovastatin
  • Antasid
  • Clarithromycin
  • Amiodarone
  • Buprenorphine

Selalu beritahukan dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Perhatian khusus pada penggunaan Atazanavir

Beberapa perhatian khusus yang perlu diketahui selama pemberian obat atazanavir antara lain:

  • Memiliki riwayat penyakit ginjal
  • Memiliki riwayat penyakit hepatitis B
  • Memiliki riwayat diabetes
  • Memiliki riwayat hemofilia
  • Sedang hamil atau berencana hamil
  • Menggunakan obat KB atau kontrasepsi lainnya
  • Mengonsumsi vitamin dan suplemen lain yang dapat mengganggu kinerja obat atazanavir

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp