Doctor men
Ditinjau oleh
AHMAD MUHLISIN
Kesehatan Fisik

Asam Urat Tinggi, Risiko Diabetes dan Batu Ginjal Meningkat

Update terakhir: OCT 20, 2019 Tinjau pada OCT 20, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 1.373.387 orang

Asam Urat Tinggi, Risiko Diabetes dan Batu Ginjal Meningkat

Tingginya asam urat adalah sesuatu yang sangat tidak diinginkan oleh siapapun. Maklum saja, kala kadar asam urat tinggi, persendian akan terasa sangat nyeri. Di dalam istilah medis, gangguan kesehatan ini disebut penyakit gout atau pirai. 

"Orang dengan penyakit gout harus menjaga kadar asam uratnya tetap terkontrol walau mereka tidak sedang  mengalami gejala gangguan sendi yang menyakitkan," kata Eric Matteson, MD, MPH, kepala bagian reumatologiMayo Clinic di Rochester, Minn.

Studi baru menunjukkan bahwa tingginya kadar asam urat dalam darah berhubungan dengan hampir 20% peningkatan risiko diabetes dan lebih dari 40% kasus peningkatan risiko penyakit ginjal.

Asam urat adalah hasil metabolisme yang kadarnya tidak boleh berlebih. Setiap orang memiliki asam urat  karena pada setiap metabolisme normal pasti menghasilkan asam urat

Pemicu tingginya kadar asam urat adalah makanan dan senyawa lain yang banyak mengandung purin. Sebetulnya, tubuh menyediakan 85 persen senyawa purin untuk kebutuhan setiap hari. Ini berarti bahwa kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15 persen.

Dalam studi, para peneliti mengevaluasi catatan mengenai 2.000 pria dengan penyakit gout  dari database Veterans Administration database. Di awal studi, tidak ada dari mereka yang menderita penyakit ginjal atau diabetes sebelumnya

Eswar Krishnan, MD, asisten profesor reumatologi di  Stanford University, mempresentasikan penemuannya pada acara tahunan  American College of Rheumatology. Krishnan adalah konsultan untuk Takeda Pharmaceuticals International, yang membuat obat untuk penyakit gout dan mendanai studi.

Setelah tiga tahun evaluasi, sembilan persen pria dengan gout yang kadar asam uratnya tidak terkontrol ditemukan menderita penyakit diabetes. Sedangkan yang kadar asam uratnya terkontrol, hanya enam persen yang menderita diabetes. 

Setelah memperhitungkan faktor risiko lain untuk diabetes, jumlah responden yang berisiko tinggi diabetes naik menjadi 19 persen pada mereka dengan  kadar asam urat yang tidak terkontrol.


Kadar asam urat dianggap tidak terkontrol jika menunjukkan skala pengukuran di angka tujuh. 

Studi kedua yang dilakukan dengan menggunakan database yang sama menunjukkan, pria dengan penyakit gout yang asam uratnya tidak terkontrol memiliki risiko menderita batu ginjal 40 persen lebih tinggi dari mereka yang asam uratnya terkontrol. 

Studi-studi ini belum menunjukkan bahwa  asam urat tidak terkontrol adalah penyebab gangguan-gangguan kesehatan tersebut tapi menunjukkan ada hubungan yang erat antara kadar asam urat tinggi dengan diabetes dan batu ginjal. 

"Gout adalah penyakit yang sering diabaikan," kata Matteson. "Sekarang kita menemukan bahwa asam urat tinggi ada hubungannya dengan peningkatan risiko serangan jantung, sindrom metabolik, diabetes, bahkan kematian akibat penyakit kardiovaskular meski sebelumnya Anda tidak menderita penyakit gout," kata Matteson.


Kadar asam urat bisa dikontrol dengan pola makan sehat dan obat-obatan. Beberapa jenis makanan dan minuman yang diketahui bisa meningkatkan kadar asam urat adalah alkohol, ikan hearing atau sarden, telur, dan jeroan. Yang tergolong jeroan bukan saja usus melainkan semua bagian lain yang terdapat dalam perut hewan --seperti hati, jantung, babat, dan limpa.
Yang terpenting adalah menjaga berat badan tetap normal, kata Matteson lagi. Obesitas adalah faktor risiko semua gangguan kesehatan tersebut. (LT)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit