Apa yang Akan Terjadi Setelah Transplantasi Sumsum Tulang

Dipublish tanggal: Agu 27, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 19, 2020 Waktu baca: 3 menit
Apa yang Akan Terjadi Setelah Transplantasi Sumsum Tulang

Transplantasi sumsum tulang merupakan sebuah prosedur menggantikan sumsum tulang yang rusak atau berpenyakit dengan sel induk sumsum tulang yang sehat. Sel-sel tersebut berlipat ganda dan membantu tubuh membuat sel-sel darah baru yang sehat.

Jika Anda akan menjalani transplantasi sumsum tulang, Anda dapat melakukan beberapa hal untuk meningkatkan peluang pemulihan yang sehat. Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui dan lakukan setelah melakukan transplantasi tulang.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Butuh waktu untuk proses pemulihan

Setelah tindakan transplantasi sumsum tulang biasanya seseorang akan tinggal selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan di rumah sakit. Buatlah rencana dengan tim medis, dan penting untuk mendapatkan dukungan teman dan keluarga terdekat.

Setelah tindakan transplantasi sumsum tulang, seseorang akan merasa lebih lelah dari biasanya, dan mungkin juga akan merasa lemas. Seseorang mungkin akan merasakan perubahan dalam hal penciuman bau dan bagaimana rasanya makanan.

Perlu Anda ingat, sel-sel di mulut, otot, perut dan usus, dan bahkan rambut semua akan tumbuh kembali. Luangkan lah waktu Anda untuk beristirahat sampai saatnya kembali ke rutinitas normal. Pemulihan penuh pasca transplantasi sumsum tulang biasanya memakan waktu setidaknya satu tahun.

Lindungi diri dari infeksi pasca transplantasi

Infeksi merupakan salah satu kekhawatiran terbesar setelah transplantasi sumsum tulang. Bakteri, virus, dan jamur semua bisa menyebabkan terjadinya infeksi. Terjadinya infeksi kemungkinan besar terjadi selama 6 minggu pertama. Hal ini disebabkan akibat rendahnya kadar sel darah merah, sel darah putih serta thrombosit pada pasien yang baru menjalani proses transplantasi. 

Setelah transplantasi, sel induk baru mungkin akan mulai membuat sel darah putih yang dapat membantu tubuh Anda mempertahankan diri. Tapi hal tersebut bisa memakan waktu hingga satu tahun untuk sistem kekebalan tubuh pulih sepenuhnya.

Dokter mungkin ingin Anda minum antibiotik untuk menurunkan kemungkinan terjadinya infeksi sampai tes darah menunjukkan sistem kekebalan tubuh Anda cukup sehat untuk melindungi Anda. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah infeksi pasca transplantasi sumsum tulang:

  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air antibakteri, atau gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.
  •  Hindari orang yang sakit atau yang sedang sakit baru-baru ini.
  • Kenakan masker atau sarung tangan di depan umum jika dokter memberi tahu Anda.

Hubungi dokter segera jika terjadi beberapa hal sebagai berikut:

  • Suhu tubuh lebih tinggi dari 100,4 F. (Periksa suhu Anda jika merasa tidak enak badan.)
  • Wajah memerah, berkeringat lebih dari biasanya, kulit terasa panas saat disentuh, atau tampak ruam pada kulit.
  • Memiliki  tanda-tanda sakit, seperti kedinginan, bersin, batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau sesak napas.
  • Anda memperhatikan perubahan lain dalam tubuh, seperti sering buang air kecil, sakit di dubur, atau pandangan kabur.
  • Anda telah melakukan kontak dengan seseorang yang menderita cacar air atau herpes zoster, atau mengalami lepuhan pada kulit yang nyeri atau gatal.

Transplantasi sumsum tulang juga dapat meningkatkan peluang terhadap beberapa masalah kesehatan jangka panjang. 

Perubahan tersebut dapat mencakup perubahan hormon, katarak (mengaburkan lensa mata Anda), kesulitan hamil, kekambuhan kanker sebelumnya, munculnya kanker baru, kerusakan organ, dan pertumbuhan abnormal jaringan getah bening. 

Bicarakan dengan dokter tentang kemungkinan masalah dan apa yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat pasca melakukan transplantasi sumsum tulang.

Gaya hidup sehat dapat membantu proses pemulihan setelah transplantasi sumsum tulang

Setelah transplantasi sumsum tulang, dokter akan memberitahu seberapa sering Anda harus datang untuk kontrol kembali. Selama proses pemulihan, penting untuk menjaga diri dengan melakukan gaya hidup yang sehat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Jangan mengkonsumsi minuman beralkohol, yang dapat melukai sumsum tulang saat pulih dan dapat merusak hati Anda juga. Serta hindari kebiasaan merokok tembakau atau zat lain.

Konsumsilah makanan yang sehat dan bergizi. Diet yang penuh dengan buah-buahan dan sayuran, protein tanpa lemak (seperti unggas dan ikan), dan biji-bijian dapat memberi tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. 

Gaya hidup sehat juga dapat membantu Anda tetap pada berat badan yang sehat, yang menurunkan kemungkinan Anda mengalami masalah kesehatan lainnya.

Konsumsi banyak cairan, tetapi hindari mengkonsumsi jus jeruk bali atau makan jeruk bali, karena keduanya dapat mempengaruhi cara kerja beberapa obat yang mungkin disarankan oleh dokter.

Meskipun setelah melakukan transplantasi Anda mungkin merasa lelah, aktivitas fisik yang teratur dapat membantu Anda mendapatkan kembali kekuatan dan energi Anda. Bicarakan dengan tim medis tentang diet sehat dan rencana olahraga yang tepat setelah transplantasi.

40 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Participating clinical centers. Primary Immune Deficiency Treatment Consortium. https://www.rarediseasesnetwork.org/cms/pidtc/Learn-More/Participating-Clinical-Centers.
PBMTC members. Pediatric Blood and Marrow Transplant Consortium. http://www.pbmtc.org/about/members/full.
Participating institutions. ECOG-ACRIN Cancer Research Group. https://ecog-acrin.org/participating-institutions.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app