Antipsikotik: Obat Untuk Mengobati Skizofrenia

Update terakhir: Mar 1, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 404.649 orang

Obat antipsikotik (juga disebut obat neuroleptik, atau obat penenang utama) digunakan terutama untuk mengobati skizofrenia. 

Skizofrenia sendiri merupakan penyakit kejiwaan yang ditandai dengan adanya berbagai macam halusinasi seperti halusinasi visual, auditorik, dan lain-lain, dan adanya perubahan perilaku dan gejala psikotik lainnya seperti rasa merasa adanya kelebihan dibanding orang lain, paranoia yang menunjukkan adanya rasa takut berlebihan dan delirium. 

Diagnosis skizofrenia sendiri pun muncul setelah pasien datang dan konsultasi pada psikiater. Tetapi obat antipsikotik juga efektif dalam keadaan psikotik lainnya, seperti mania atau perubahan mood menjadi berlebihan dalam berperilaku dengan gejala psikotik.           

Semua obat antipsikotik yang tersedia saat ini yang meringankan gejala skizofrenia dengan menurunkan efek neurotransmiter dopamin dan serotonin dalam otak. Obat-obatan neuroleptik tradisional adalah inhibitor kompetitif pada berbagai reseptor, tetapi efek antipsikotik mereka mencerminkan pemblokiran reseptor dopamin yang kompetitif. 

Obat-obatan ini bervariasi dalam potensinya. Sebagai contoh, klorpromazin adalah obat dengan potensi rendah, dan fluphenazine adalah agen dengan potensi tinggi (Tabel dibawah).

Tidak ada satu obat yang secara klinis lebih efektif daripada yang lain. Sebaliknya, obat antipsikotik yang lebih baru disebut sebagai atipikal (atau antipsikotik generasi kedua), obat atipikal memiliki efek samping ekstrapiramidal (efek samping berupa gerakan motorik akibat inhibisi neurotransmiter dopamin dalam otak) yang lebih sedikit daripada yang lebih tua/agen tradisional. 

Terapi antipsikotik saat ini umumnya menggunakan penggunaan agen atipikal untuk meminimalkan risiko gangguan gerakan terkait dengan obat-obatan khas yang bertindak terutama pada reseptor dopamin dalam otak. 

Semua antipsikotik atipikal menunjukkan kemanjuran yang setara dengan, atau kadang-kadang melebihi, dari agen neuroleptik yang tipikal. 

Obat neuroleptik tidak menyembuhkan dan tidak menghilangkan gangguan pikiran yang mendasar dan kronis, tetapi obat tersebut sering menurunkan intensitas halusinasi dan delusi dan memungkinkan orang dengan skizofrenia berfungsi dalam lingkungan yang mendukung

Apa saja macam-macam jenis Antipsikotik yang beredar di pasaran ?

Secara umum, antipsikotik terbagi menjadi obat antipsikotik tipikal atau generasi pertama dan antipsikotik atipikal atau generasi yang lebih baru. Tabel dibawah ini menunjukkan jenis-jenis anti psikotik tersebut,

Antipsikotik Tipikal

Anti psikotik potensi rendah seperti Chlorpromazine, Prochlorperazine dan Thioridazine. 

Anti psikotik potensi rendah memiliki efek samping yang lebih banyak dibandingkan potensi tinggi, seperti efek kardiotoksik atau gangguan pada jantung, hipotensi postural yang dapat menyebabkan kemungkinan cedera akibat terjatuh pada pasien, dan gangguan pada kulit. 

Antipsikotik Potensi Tinggi atau obat yang hanya memerlukan dosis kecil untuk mencapai efek obat potensi rendah (chlorpromazine 100 mg). Obat-obat yang termasuk antispikotik potensi tinggi yaitu Fluphenazine, Haloperidol, Pimozide, dan Thiothixene.

Antipsikotik Atipikal

Obat-obat antipsikotik atipikal pada umumnya lebih dipilih untuk pengobatan skizofrenia saat ini karena resiko efek samping gejala ekstrapiramidalnya yang lebih ringan dibanding obat antipsikotik generasi pertama walaupun adanya peningkatan efek samping kenaikan berat badan dan gangguan seksual. 

Obat antipsikotik atipikal yang tersedia yaitu Aripriprazole, Clozapine, Olanzapine, Quetiapine, Paliperidone, Risperidone, dan Ziprasidone.

Apa saja efek samping yang dapat muncul setelah pengobatan Antipsikotik ?

Gejala yang paling sering muncul sebagai bentuk efek samping anti psikotik yaitu gejala ekstrapiramidal seperti:

  • dystonia,
  • akathisias (ketidakmampuan untuk tetap duduk karena kelemahan otot),
  • gejala seperti Parkinson (bradikinesia, kekakuan dan tremor),
  • tardive dyskinesia (pasien menunjukkan gerakan tidak disadari seperti pergerakan dagu dan lidah).

 Efek samping yang paling fatal yaitu sindrome neuroleptik maligna yang ditandai dengan:

  • kekakuan otot,
  • demam,
  • gangguan status mental, dan stupor,
  • tekanan darah tidak stabil,
  • myoglobinemia.

 Efek samping lain yang dapat muncul yaitu:

  • mulut kering,
  • rasa mengantuk,
  • retensi urine,
  • konstipasi,
  • tekanan darah rendah,
  • hipotensi ortostatik,
  • amenorea,
  • galaktorea,
  • ginekomastia,
  • infertilitas,
  • impotensi.

Pasien apa yang dikontraindikasikan untuk konsumsi Antipsikotik ?

Pasien dengan epilepsi dikontraindikasikan dalam pemberian antipsikotik karena neuroleptik menurunkan ambang kejang (seizure threshold).

Bagaimana penggunaan terapi Antipsikotik pada kehidupan sehari-hari ?

Neuroleptik atau anti psikotik dianggap satu-satunya pengobatan yang berkhasiat untuk skizofrenia. Tidak semua pasien merespon, dan normalisasi perilaku yang lengkap jarang tercapai. Neuroleptik tradisional paling efektif dalam mengobati gejala positif skizofrenia (delusi, halusinasi, pengolahan pikiran, dan agitasi). 

Agen baru dengan aktivitas memblokir reseptor 5-HT2A pada otak mungkin efektif pada banyak pasien yang resisten terhadap agen tradisional/tipikal, terutama dalam mengobati gejala negatif skizofrenia (penarikan sosial, emosi tumpul, ambivalensi, dan berkurangnya kemampuan untuk berhubungan dengan orang-orang). 

Namun, bahkan antipsikotik atipikal tidak secara konsisten memperbaiki gejala negatif skizofrenia lebih dari agen yang lebih tua.

Pengobatan skizofrenia atau penyakit kejiwaan lain dengan gejala psikotik membutuhkan terapi antipsikotik dalam jangka waktu lama. 

Obat antipsikotik tidak menyembuhkan dan tidak menghilangkan gangguan pikiran yang mendasar dan kronis, tetapi mereka sering menurunkan intensitas halusinasi dan delusi dan memungkinkan orang dengan skizofrenia berfungsi dalam lingkungan yang mendukung. 

Sehingga butuh terapi pemeliharaan setidaknya lima tahun dan kontrol pada psikiater berkelanjutan serta rutin dalam penggunaan antipsikotik dianjurkan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit