Allylestrenol: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Jan 21, 2020 Waktu baca: 3 menit

Allylestrenol adalah obat yang digunakan untuk mencegah persalinan prematur dan mencegah terjadinya keguguran (sebagai penguat kandungan). Obat Allylestrenol adalah hormon sintetik yang memiliki aktivitas mirip dengan hormon progesteron alami. Hormon ini berfungsi untuk mempersiapkan rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi (dalam proses kehamilan) dan menekan motilitas rahim, serta merangsang pertumbuhan jaringan alveolar payudara.Obat ini adalah progestin steroid dari kelompok 19-nortestosterone dan 17α-allyltestosterone. Biasanya tersedia dalam sediaan tablet 5 mg.

Golongan

Harus dengan resep dokter

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Indikasi

Kegunaan Allylestrenol adalah untuk hal-hal berikut :

  • Allylestrenol diindikasikan untuk mencegah terjadinya persalinan prematur.
  • Obat ini berfungsi untuk menekan motilitas uterus sehingga mampu mencegah keguguran termasuk abortus habitualis/keguguran berulang.

Kontraindikasi

  • Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif/alergi obat Allylestrenol.
  • Kontraindikasi untuk pasien yang mengalami trombofleobitis, perdarahan vaginal yang tidak terdiagnosis, aborsi tidak lengkap, karsinoma yang terkait hormon, apoplexy serebral.
  • Tidak boleh digunakan sebagai tes diagnostik untuk kehamilan.
  • Jangan digunakan untuk pasien dengan gangguan hati parah.

Efek Samping Allylestrenol

Berikut adalah beberapa efek samping Allylestrenol yang mungkin terjadi :

  • Efek samping yang umum adalah gangguan saluran pencernaan misalnya mual dan muntah.
  • Penggunaan hormon sintetis ini juga bisa menyebabkan gangguan nafsu makan/berat badan.
  • Efek samping pada kulit diantaranya jerawat, ruam kulit, dan urtikaria.
  • Perubahan pada payudara, hirsutisme, perubahan libido, siklus menstruasi yang berubah atau perdarahan menstruasi yang tidak teratur (jarang) juga sering dialami saat menggunakan obat ini.
  • Efek samping lainnya misalnya depresi, sakit kepala, demam, kelelahan, retensi cairan, dan edema.

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat Allylestrenol adalah sebagai berikut :

  • Obat ini bisa menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan. Oleh karena itu sebaiknya diminum bersama/setelah makan, terutama jika Anda juga menderita penyakit gangguan pencernaan misalnya maag.
  • Gunakan Allylestrenol sesuai dosis yang dianjurkan. Jangan menghentikan pengobatan secara tiba-tiba karena berpotensi menyebabkan perdarahan intermiten.
  • Hentikan penggunaan Allylestrenol jika Anda mengalami gangguan penglihatan, proptosis atau diplopia secara tiba-tiba atau pembengkakan pembuluh darah retina.
  • Hati-hati menggunakan obat ini jika anda mempunyai riwayat epilepsi, migrain, asma, atau memiliki gangguan jantung, gangguan emboli atau ginjal.
  • Hati-hati menggunakan obat ini untuk pasien dengan gangguan toleransi glukosa dan penderita diabetes.
  • Jangan menggunakan obat Allylestrenol untuk pasien yang mengalami perdarahan vagina yang tidak diketahui sebabnya, aborsi tidak lengkap, karsinoma yang terkait hormon, apoplexy serebral, tromboflebitis, dan gangguan hati berat.
  • Penggunaan obat ini oleh pasien yang memiliki riwayat depresi harus dilakukan secara hati-hati.
  • Obat ini hanya boleh digunakan sesuai dengan indikasinya. Penggunaan untuk tujuan lain, terutama oleh anak-anak tidak diperbolehkan.
  • Obat ini bisa menyebabkan perubahan dalam profil lipid dan gangguan tes fungsi hati. Jika Anda akan melakukan tes-tes terkait lipid atau hati, beritahukan bahwa Anda sedang menggunakan obat ini kepada tenaga medis yang bersangkutan.
  • Obat ini bisa menyebabkan sakit kepala, pusing, bahkan migrain. Jangan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi selama menggunakan obat hormon sintetis ini.

Penggunaan obat Allylestrenol untuk ibu hamil

Obat ini diindikasikan untuk mencegah terjadinya persalinan prematur, untuk ibu hamil yang rentan mengalami keguguran atau mempunyai riwayat keguguran sebelumnya. Penggunaan obat ini hanya jika ibu hamil memang benar-benar memerlukannya.

Interaksi obat

Berikut adalah interaksi obat ini dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

Dosis Allylestrenol

Obat Allylestrenol diberikan dengan dosis berikut :

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Dosis untuk mencegah terjadinya persalinan prematur

Dosis disesuaikan dengan kondisi pasien. Dosis maksimal yang diperbolehkan : 40 mg/hari.

Dosis untuk mencegah keguguran

3 x sehari 5 mg. Obat diberikan selama 5-7 hari, dapat diperpanjang jika diperlukan.

Habitual abortion/keguguran berulang

5-10 mg, diminum setiap hari segera setelah kehamilan terdeteksi. Obat digunakan sampai setidaknya lewat 1 bulan setelah kehamilan melewati periode kritis.

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Allylestrenol harus sesuai dengan yang dianjurkan.


10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Field-Richards, Sara et al. ALLYLESTRENOL: A NEW ORAL PROGESTOGEN. The Lancet, Volume 277, Issue 7169, 134 - 136. (https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(61)91310-1/fulltext)
Allylestrenol. Pusat Informasi Obat Nasional (PIO Nas). (http://pionas.pom.go.id/obat/allylestrenol)
Cetin K. Aydar and Robert B. Greenblatt. CLINICAL OBSERVATIONS ON A NEW PROGESTATIONAL AGENT, ALLYLESTRENOL. European Journal of Endocrinology, Volume 38: Issue 3, pp. 419–426. DOI: https://doi.org/10.1530/acta.0.0380419. European Journal of Endocrinology. (https://eje.bioscientifica.com/view/journals/eje/38/3/acta_38_3_012.xml)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Buka di app