8 Cara Mengatasi Kram Perut Saat Datang Bulan

Pertanyaannya sekarang, upaya apa yang dapat dilakukan untuk meminimalisir nyeri haid? Berikut beberapa yang dapat dicoba di rumah:
Dipublish tanggal: Agu 26, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 24, 2020 Waktu baca: 3 menit
8 Cara Mengatasi Kram Perut Saat Datang Bulan

Sangatlah penting untuk mengetahui cara mengatasi kram perut saat datang bulan, terkhususnya bagi Anda yang sering mengalaminya. Dengan begitu, kram perut ketika haid atau yang dikenal dengan istilah dysmenorrhea ini takkan jadi momok menakutkan lagi.

Penyebab dan gejala kram perut saat datang bulan 

Namun sebelum sampai ke pembahasan mengenai cara mengatasi kram perut saat datang bulan, ada baiknya jika Anda tahu sedikit tentang penyebabnya. Dysmenorrhea muncul karena kontraksi dinding rahim biasanya lebih intens ketika haid. 

Kontraksi inilah yang memampukan lapisan dinding rahim untuk meluruhkan darah menstruasi

Ketika ini terjadi, pembuluh darah di lapisan rahim mengalami tekanan sehingga suplai oksigen ke rahim berkurang. Nah, turunnya kadar oksigen tersebut membuat jaringan dalam rahim mengeluarkan prostaglandin, yakni zat kimia yang menyebabkan rasa sakit.

Anda dikatakan mengalami dysmenorrhea jika mengalami beberapa gejala berikut:

  • Sakit perut yang tak biasa (kadang dapat disertai muntah kalau parah)
  • Perut seperti ditekan
  • Nyeri di area panggul, punggung belakang, serta paha dalam
  • Feses lembek

Cara mengatasi kram perut saat datang bulan

Pertanyaannya sekarang, upaya apa yang dapat dilakukan untuk meminimalisir nyeri haid? Berikut beberapa yang dapat dicoba di rumah:

1. Perbanyak minum air

Walau mungkin tak berdampak signifikan pada nyerinya, tapi banyak minum air bisa membantu mengatasi sensasi kembung, yang mana ini membuat kram terasa kian menjadi-jadi.

2. Pilih makanan yang tepat

Para dokter menyarankan perempuan yang sedang haid untuk memilih jenis makanan tinggi serat dan rendah lemak seperti buah, sayur, kacang-kacangan, hingga biji-bijian. 

Jadi sementara waktu, tinggalkan yang namanya gorengan atau fast food. Mengurangi asupan makanan tinggi garam atau gula, alkohol, dan kafein juga dapat mencegah bloating (bengkak).

3. Kompres hangat

Meletakkan kompres hangat di atas perut atau punggung bawah yang sedang nyeri juga ampuh karena bisa bikin rileks. Anda juga bisa mandi air hangat supaya peredaran darah lebih lancar.

4. Aktif bergerak

Ya saran satu ini mungkin bertentangan dengan kondisi yang ada. Umumnya bila sedang kesakitan, rasanya ingin diam saja. Tapi coba deh Anda lakukan yang sebaliknya. Aktiflah bergerak atau olahraga ringan seperti joging, jalan santai, aerobik, hingga yoga. 

Dengan begitu, tubuh jadi terpacu untuk mengeluarkan endorfin, hormon anti stres yang efektif juga meredam rasa sakit sekaligus memperbaiki mood.

5. Pijat

Sama seperti olahraga dan kompres hangat, memijat perut serta punggung bawah juga efektif membuat tubuh lebih rileks sekaligus melancarkan peredaran darah.

6. Minum vitamin atau suplemen

Beberapa jenis vitamin atau suplemen yang disarankan adalah B1, B6, E, asam lemak omega-3, kalsium, serta magnesium. Semua ini dapat membantu mengatasi kram perut ketika datang bulan. 

7. Istirahat bila diperlukan

Ada alasan mengapa pemerintah memberikan izin cuti haid setiap bulannya. Dengan begitu, wanita karir yang mengalami dysmenorrhea memiliki waktu untuk beristirahat. Sebab toh bagaimanapun juga, bekerja dalam kondisi kesakitan tidak akan produktif kan?!

8. Minum obat pereda rasa sakit

Tapi bagaimana kalau nyeri haidnya tak tertahankan? Dalam hal ini, kamu bisa minum obat pereda rasa sakit seperti paracetamol atau ibuprofen

Anda boleh mulai minum obat beberapa hari sebelum datang bulan tiba. Yang pasti, jangan berlebihan ketika mengonsumsinya, tetap baca aturan pakai yang tertera pada kemasan. 

Bagi yang memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya tanya dokter dulu sebelum minum obat pereda rasa sakit. Dokter mungkin juga akan meresepkan pil KB (bagi yang sudah menikah dan belum ingin punya anak lagi), karena kontrasepsi oral juga membuat nyeri haid berkurang. 

Imbauan ini berlaku juga untuk yang sering mengalami kram haid tak tertahankan, apalagi kalau itu disertai gejala lain seperti: 

  • Demam
  • Keluar gumpalan darah yang banyak jumlahnya
  • Cairan vagina bertekstur kental disertai bau tak sedap
  • Tetap nyeri meski sudah menggunakan alat kontrasepsi (Spiral)
  • Kram disertai diare dan muntah
  • Nyeri panggul walau tidak sedang haid

Segeralah periksa ke dokter sebab bisa jadi nyeri menstruasi tersebut disebabkan masalah lain seperti endometriosis, radang panggul, hingga fibroid rahim


17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Vilijoen, E., Visser, J., Koen, N., Musekiwa, A. (2014, March 19). A systemic review and meta-anaysis of the effect and safety of ginger in the treatment of pregnancy associated nausea and vomiting. Nutrition Journal, 13(20) (https://nutritionj.biomedcentral.com/articles/10.1186/1475-2891-13-20)
Mayo Clinic Staff. (2015, February 7). Gastroenteritis: First aid (http://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-gastroenteritis/basics/art-20056595)
Lane, B., Cannella, K., Bowen, C., Copelan, D., Nteff, G., Barnes, K., … Lawson, J. (2012, June). Examination of the effectiveness of peppermint aromatherapy on nausea in women post c-section. Journal of Holistic Nursing, 30(2), 90-104 (http://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/0898010111423419)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app