6 Cara Mengatasi Kelebihan Cairan pada Perut (Asites)

Dipublish tanggal: Sep 10, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit

Penimbunan cairan pada rongga perut atau peritoneum yang tidak normal atau biasa disebut asites umumnya disebabkan oleh penyakit sirosis, kanker, dan juga gagal jantung

Asites memiliki cairan berwarna kuning dan bening yang biasanya memenuhi rongga perut yang tepat berada di bawah diafragma atau di bawah rongga dada.

Asites biasanya berkaitan dengan terjadinya pembengkakan dalam perut dengan gejala yang diawali dengan sakit perut yang terjadi terus-menerus tanpa sebab tertentu dengan disertai demam. 

Gejala lainnya yang terjadi seperti perut kembung, sesak napas, merasa mual, muntah, turunnya nafsu makan, dan juga terjadinya pembengkakan pada bagian kaki. 

Untuk mengetahui gejala lebih lanjut, dibutuhkan penelusuran riwayat kesehatan terlebih dahulu untuk mengetahui langkah apa yang akan dilakukan dengan pemeriksaan oleh ahli medis.

Apa penyebab Asites?

Asites bisa disebabkan oleh berbagai macam penyebab, beberapa diantaranya dapat terjadi akibat kondisi seperti:

Asites kategori kronis dapat terjadi akibat adanya kanker pada organ di rongga perut seperti kanker usus, kanker pankreas, dan kanker lambung. Selain itu dapat terjadi juga akibat kanker lainnya seperti kanker rahim, kanker payudara, dan limfoma.

Bagaimana cara mengatasi Asites?

Untuk mendiagnosis asites, Anda dapat melakukan beberapa pemeriksaan fisik, cek darah lengkap dan kadar albumin, pemeriksaan elektrolit, dan fungsi hati dan ginjal. Anda juga dapat melakukan pemeriksaan USG atau CT scan pada perut. 

Hal ini dilakukan untuk mengetahui penyebab dan kecepatan penimbunan dari cairan yang terbentuk. Beberapa pertimbangan lainnya juga harus diperhatikan seperti frekuensi terjadinya asites dan dampak terbesar yang terjadi pada penderita. 

Ada beberapa hal pencegahan asites yang dapat dilakukan, seperti:

Menimbang berat badan

Menimbang berat badan dengan berkala dapat membantu untuk memantau kandungan cairan yang berada dalam tubuh. Hal ini dilakukan agar berat badan menjadi turun sekitar 0,5 hingga 1 kilogram dalam satu hari. Namun hal ini juga harus disesuaikan dengan kondisi penderita terlebih dahulu.

Tidak mengkonsumsi minuman mengandung alkohol dan obat tertentu

Penderita asites akibat sirosis sebaiknya dianjurkan untuk berhenti mengonsumsi minuman beralkohol. Obat-obatan tertentu seperti parasetamol juga perlu dihindari untuk mengurangi kerusakan hati yang terjadi.  

Membatasi konsumsi garam

Konsumsi garam bagi penderita asites perlu diperhatikan dan dikontrol hingga kurang dari  2 gram setiap harinya.

Obat diuretik

Menggunakan obat diuretik saat konsumsi garam kurang dari 2 gram dapat membuang kelebihan cairan dan garam secara efektif.

Paracentesis

Anda dapat melakukan paracentesis jika pengobatan diuretik tidak memberikan hasil optimal. Paracentesis dilakukan menggunakan jarum yang ditempatkan ke dalam rongga perut untuk mengeluarkan cairan asites. 

Umumnya, penanganan ini hanya dilakukan jika cairan asites terbentuk dengan cepat dan mengganggu pernapasan. Selain itu dilakukan jika asites disebabkan oleh kanker. 

Namun, yang perlu Anda ketahui, paracentesis dapat menimbulkan resiko-resiko seperti terjadinya pendarahan, luka di usus, gangguan elektrolit, dan juga pendarahan.

Operasi atau pembedahan

Operasi dapat dilakukan jika cara-cara yang lainnya tidak memberikan hasil optimal. Maka pembedahan dapat dilakukan saat telah tampak pembengkakan di perut atau gejala asites secara jelas. Anda sebaiknya mengunjungi dokter ahli medis agar  segera ditangani dengan tepat.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Ascites & Paracentesis: Symptoms, Causes, & Treatment Details. WebMD. (https://www.webmd.com/digestive-disorders/ascites-medref)
Ascites: Fluid Retention Symptoms, Treatment & Causes. MedicineNet. (https://www.medicinenet.com/ascites/article.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app