3 Tips Ampuh Mengatasi Nyeri Haid

Dipublish tanggal: Mei 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
3 Tips Ampuh Mengatasi Nyeri Haid

Menstruasi merupakan kejadian normal yang dialami oleh setiap wanita. Keluarnya darah dari vagina ini selalu rutin setiap bulan sekali. Kondisi tersebut tidak berlaku bagi wanita yang sedang hamil. Menstruasi biasanya berlangsung selama 7 hingga 14 hari.

Beberapa wanita ada yang mengalami rasa nyeri saat haid. Beberapa kasus, nyeri tersebut sangat menyiksa dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kejadian bisa saja Anda alami sewaktu-waktu. Lantas bagaimana cara mengatasinya? Adakah tips yang aman dan memberikan hasil yang cepat. Jawabannya dapat Anda temukan dibawah ini.

Tips Mengatasi Nyeri Haid yang Mengganggu

Nyeri haid kadang membuat Anda tersiksa. Rasa sakit yang dihasilkan membuat Anda kesulitan beraktivitas. Nyeri haid tidak selalu menyerang setiap bulan. Namun ada juga wanita yang mengalaminya hampir tiap bulan ketika mengalami menstruasi. Bagaimana cara meredakannya? Ada 3 tips yang bisa Anda praktikkan. Beberapa diantaranya adalah:

Meminum teh jahe
Khasiat jahe sebagai pereda nyeri memang sudah tidak diragukan lagi. Dengan mengkonsumsi teh jahe, peradangan dan rasa sakit saat haid bisa diregakan. Cara ini sangat ampuh dan tidak memiliki efek samping sama sekali. Bahan alami ini mengandung senyawa yang berfungsi menghilangkan nyeri secara maksimal. Khasiat lainnya adalah mengurangi rasa mual yang kadang menyerang saat haid datang.

Untuk membuat teh jahe caranya sangat mudah. Masukkan potongan jahe kedalam seduhan daun teh, Agar rasanya lebih enak, Anda bisa menambahkan sedikit madu. Meski termasuk obat pereda nyeri yang aman, namun Anda tidak boleh terlalu sering mengkonsumsinya. Teh jahe juga tidak dianjurkan bagi Anda yang menderita tukak lambung atau batu empedu.

Mengompres perut dengan air hangat
Rasa nyeri saat haid juga bisa disebabkan karena meningkatnya hormon prostaglandin. Kontraksi otot yang kencang memicu kram perut dan nyeri pada punggung. Masalah tersebut bisa diredakan dengan mengompres air hangat. Tempelkan kompres pada bagian yang terasa nyeri. Tunggu beberapa saat, rasa sakit akan segera reda.

Fungsi dari kompres air hangat adalah memperlebar pembuluh darah. Dengan begitu darah yang kaya oksigen bisa mencapai area sakit dengan mudah. Dengan aliran darah yang lancar, otot yang tegang dan kaku kembali melemas. Dan rasa nyeri pun bisa teratasi dengan cepat.

Untuk membuat kompres tersebut cukup mudah. Rendam handuk dalam air hangat bersuhu 40-50oC. Peras airnya terlebih dahulu sebelum ditempel ke kulit. Cara lainnya adalah dengan mengisi botol dengan air panas. Lapisi botolnya dengan waslap sebelum ditempel. Ulangi beberapa kali sampai rasa nyeri hilang. Namun jangan tempelkan kompres lebih dari 20 menit. Istirahatkan kulit selama 15 menit sebelum dikompres lagi.

Minum obat pereda rasa nyeri
Jenis obat pereda nyeri yang aman untuk dikonsumsi misalnya aspirin, ibuprofen, dan naproxen. Ini adalah salah satu resep pereda nyeri yang sangat efektif. Cara kerjanya dengan menghambat produksi zat peradangan yang memicu nyeri.

Perhatikan aturan konsumsi obat ini dan harus sesuai dengan resep dokter. aspirin, ibuprofen, dan naproxen tidak diperuntukkan untuk pemakaian jangka panjang. Jangan mencampurnya dengan obat-obatan lainnya agar kinerjanya tidak terganggu. Bagi Anda yang berusia dibawah 20 tahun, sebaiknya jangan mengkonsumsi aspirin.

Ketiga cara diatas terbukti mampu meredakan rasa nyeri dengan aman dan cepat. Hentikan pemakaian apabila rasa sakit sudah reda. Jika ada efek samping yang terasa, segera konsultasikan dengan dokter.


40 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Period pain: Overview. PubMedHealth. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0072508/.
Harada T. Dysmenorrhea and endometriosis in young women. Yonago Acta Medica. 2013;56:81.
Frequently asked questions. Gynecologic problems FAQ046. Dysmenorrhea: Painful periods. American College of Obstetricians and Gynecologists. https://www.acog.org/Patients/FAQs/Dysmenorrhea-Painful-Periods.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app