Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA
Kehamilan

11 Obat Penyebab Keguguran

Update terakhir: SEP 15, 2019 Tinjau pada SEP 15, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.281.018 orang

11 Obat Penyebab Keguguran

Bagi wanita hamil jangan sampai sembarangan minum obat tanpa mengetahui apakah obat itu aman atau tidak, artinya jangan sampai ibu hamil minum obat penyebab keguguran atau yang meningkatkan risiko terjadinya keguguran. Jadi selalu konsultasilah dengan dokter setiap Anda akan minum obat, baik obat resep maupun obat yang dijual bebas.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut ini ada 15 jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan keguguran kandungan. Perlu diperhatikan bahwa obat ini tidak selalu menyebabkan keguguran tetapi efek minimalnya adalah meningkatkan risiko gagalnya kehamilan dan mencegah terjadinya kehamilan, dan artinya juga bahwa tidak terbatas pada obat ini saja tetapi mungkin masih ada obat lain yang tidak masuk daftar berikut.

Selain obat ada juga penyebab yang lain, silahkan baca: Penyebab Keguguran

Obat Penyebab Keguguran Kandungan

Berikut ini dafatar obat yang tidak baik dikonsumsi untuk ibu hamil karena dapat menyebabkan keguguran, cacat lahir, dan kelhiran prematur. Tidak baik juga bagi mereka yang merencanakan kehamilan karena dapat mengurangi kesuburan.

1. Antibiotik

Seperti kita ketahui bahwa antibiotik diperlukan untuk membunuh bakteri penyebab infeksi, namun ada beberapa antibiotik tertentu yang dapat menyebabkan keguguran, antibiorik juga dapat memprovokasi pertumbuhan berlebih dari jamur vagina, yang dapat membuat lendir serviks memusuhi sperma. Tapi ingatlah bahwa tidak semua antibiotik seperti ini. Itulah kenapa antibiotik harus digunakan sesuai dengan petunjuk dokter. Contoh : golongan makrolida, aminoglikosida, fluoroquinolone,

2. Obat Antidepresan

Ini merupakan obat penenang yang tentunya ada pengaruhnya terhadap hormon tubuh dan libido, salah satu efeknya adalah meningkatkan kadar hormon prolaktin, dan ini bisa menekan ovulasi. Antidepresant pada dosis tertentu dapat meningkatkan angka kejadian abortus. Tapi ingat menghentikan penggunaan antidepresan bisa berbahaya, maka dari itu pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter.

3. Obat Anti-malaria

Contoh obatnya Plaquenil bisa membahayakan janin.

4. Obat Darah Tinggi

Tidak semua obat darah tinggi memiliki efek yang dimaksud, diantara yang menjadi resiko adalah ACE inhibitor dan angiotensin inhibitor yang dapat menyebabkan risiko terjadinya kecacatan perkembangan hingga keguguran.

5. Obat Antipembekuan darah

Warfarin (Coumadin) pada dosis tertentu menyebabkan cacat lahir, kematian bayi, keguguran, dan kelahiran prematur.

6. Kortikosteroid, seperti Cortisone dan Prednisone

Obat ini tersedia dalam sediaan minum, suntik, dihirup, atau digunakan sebagai krim atau salep, kortikosteroid mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal-gatal alergi, asma, dan radang sendi. Wanita mengambil obat ini jangka pendek tidak akan melihat perubahan dalam kesuburan. Tetapi karena kortikosteroid berhubungan erat dengan hormon kortisol, yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, penggunaan jangka panjang dapat membuang siklus menstruasi dan ovulasi. Kortikosteroid digunakan untuk ibu hamil juga menyebabka nresikokelahiran prematur.

7. Diuretik atau pil kencing

Biasanya digunakanuntuk mengobati pembengakakn atau penumpukan cairan tubuh, obat ini dapat menyebabkan dehidrasi dan menyebabkan kekeringan lendir serviks.

Secara teoritis, diuretic berhubungan dengan penurunan volume plasma darah, penurunan cardiac output, dan perfusi dari utero placental. Penurunan perfusi dapat mengganggu kadar transportasi oksigen dari ibu ke janin. Namun, secara klinis  beberapa obat diuretic tidak berbahaya bagi tubuh seperti golongan hydroclorothiazide, triamterene dan amiloride.

8. Obat Epilepsi

Obat yang digunakan pada pasien epilepsi umumnya bersifat teratogenik, artinya dapat menyebabkan cacat lahir seperti kelainan jantung bawaan, bibir sumbing, kelainan tabung saraf tulang belakang, dan lain-lain

9. Isotretinoins

Digunakan untuk mengobati jerawat (Accutane, Amnesteem, Claravis, dan Sotret) dan obat lain yang berhubungan dengan retinol (senyawa vitamin A), termasuk tretinoin topikal (Retin-A), menyebabkan cacat lahir, kematian bayi, keguguran, dan persalinan prematur.

10. Obat Migrain

seperti Imitrex, Propranolol, Ergots dan Triptans. Ergots dapat membatasi aliran darah ke rahim, yang dapat mengganggu implantasi. Sementara belum ada studi triptans pada manusia, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa obat ini membawa peningkatan risiko keguguran.

11. OAINS (obat anti inflamsi non-syteroid)

Sering digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan contoh obatnya seperti ibuprofen, asam mefenamat, dan lain-lain. Obat ini bekerja dengan cara memblokir prostaglandin, yang diperlukan untuk ovulasi dan membuat lapisan rahim kurang menguntungkan untuk implantasi sehingga ini tergolong obat penyebab keguguran yang harus diwaspadai.

Sebagai acuan obat mana saja yang aman, telah dibuat pengelompokan keamanan obat pada kehamilan yaitu kelompok A, B, C, D, dan X. Obat yang aman adalah golongan A dan B, sedangkan sisanya perlu perhatian khusus termasuk diantaraya merupakan obat penyebab keguguran. Lebih aman, selalu konsultasi dengan dokter tentang obat apa saja yang akan dikonsumsi ketika Anda hamil.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit