Syok Anafilaktik: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 757.409 orang

Pada kebanyakan kasus, orang dengan alergi rentan mengalami pilek, mata berair, atau ruam saat bersentuhan dengan alergennya. Namun terkadang, reaksi alergi bisa lebih parah dari itu. Ternyata, ada juga reaksi alergi berlebihan dan bahkan dapat mengancam jiwa penderitanya. Kondisi ini disebut dengan syok anafilaktik.

Apa itu syok anafilaktik?

Syok anafilaktik merupakan suatu reaksi imunologis akibat pelepasan bahan kimia yang berlebih dalam tubuh. Kondisi ini merupakan suatu kegawatdaruratan medis yang dapat mengancam nyawa seseorang.

Syok anafilaksis terjadi ketika paparan alergen masuk ke tubuh melalui mulut, hidung, atau gigitan serangga. Alergen yang masuk berkembang dengan cepat dalam hitungan detik atau menit, lalu membuat penderitanya terkejut dan bereaksi secara berlebihan.

Mengenai syok anafilaktik

Penyebab

Terjadinya syok anafilaktik disebabkan oleh alergen yang memicu terjadinya syok. Sumber alergen dapat menjadi penyebab syok anafilaktik antara lain:

  • Makanan, contohnya makanan laut, susu kambing, telur, dan kacang-kacangan.
  • Obat-obatan, misalnya antibiotik, morfin, obat relaksan otot, ibuprofen, aspirin, obat anestesi, dan obat kejang
  • Gigitan serangga, umumnya akibat sengatan lebah.
  • Riwayat penyakit, seperti asma, alergi kulit, serta riwayat syok anafilaktik sebelumnya.
  • Bahan kimia, seperti vaksin, latex, suntik hormon, zat pewarna, dan peningkatan suhu akibat faktor fisik.

Syok anafilaktik juga terjadi akibat terbentuknya mediator-mediator kimia antara lain histamin, tryptase, heparin, cytokine, PGD2, leukotrine, dan platelet activating factor. Histamin menjadi penyebab syok anafilaktik paling utama.

Pasalnya, histamin dapat mengaktifkan reseptor H1 dan H2 dalam tubuh dan memunculkan gejala-gejala awal anafilaksis. Reseptor H1 dan H2 juga dapat mempengaruhi organ jantung sehingga menyebabkan penurunan tekanan diastolik dan tekanan nadi.

Gejala

Syok anafilaktik merupakan gejala yang terjadi begitu cepat. Kondisi ini diawali dengan gejala alergi, lalu dalam hitungan menit akan muncul ruam di permukaan kulit. Semakin lama, gejala syok anafilaktik yang muncul akan semakin serius dan parah. dan dengan cepat menimbulkan gejala yang semakin serius.

Tanda dan gejala syok anafilaktik antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01
  • Kesemutan di ekstrimitas dan pergelangan
  • Pembengkakan di bibir
  • Sesak napas
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sakit perut
  • Wajah kemerahan
  • Keringat dingin
  • Kesadaran menurun

Gejala syok anafilaktik yang terus berkelanjutan dapat memengaruhi beberapa organ penting, meliputi:

  • Jantung: Nadi melemah, takikardi, aritmia, jantung berhenti. 
  • Sistem pernapasan: Sesak napas berat, serak, bronkospasme.
  • Sistem pencernaan: Diare berat, muntah, dehidrasi.
  • Kulit: Sangat gatal dan kemerahan.

Pencegahan syok anafilaktik

Bila Anda memiliki riwayat alergi, entah alergi makanan, gigitan serangga, dan sebagainya, segera konsultasikan dokter. Ada beberapa cara yang dapat membantu mencegah terjadinya syok anafilaktik, yaitu:

  • Tanyakan pada dokter mengenai cara menghindari alergen dan mengatasi reaksi alergi yang parah.
  • Beri tahukan dokter tentang alergi Anda sebelum diberikan obat.
  • Bila Anda punya alergi terhadap gigitan serangga, gunakan jaket atau baju lengan panjang saat pergi ke luar rumah.
  • Jika Anda alergi makanan tertentu, hindari makanan tersebut supaya tidak memicu gejala alergi.
  • Siap sedia suntik epinefrin setiap saat. Ajari keluarga, teman, atau pasangan Anda cara menggunakan suntikan tersebut jika gejala alergi kambuh.

Pengobatan syok anafilaktik

Sebelum menentukan pengobatan, Anda harus tahu dulu penyebab syok anafilaktik yang dialami. Dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan untuk menentukan jenis alergen penyebab syok anafilaktik. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Tes darah, untuk melihat jumlah sel darah merah, sel darah putih, serta kadar tryptase yang akan meningkat 3 jam setelah anafilaktik. 
  • Uji tusuk kulit, dilakukan dengan cara menempelkan bahan alergen di kulit dan dilihat reaksinya terhadap alergen dalam beberapa menit.

Penanganan syok anafilaksis perlu segera ditangani di rumah sakit atau sarana kesehatan terdekat. Syok anafilaksis tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena dapat menganggu organ sistemik. Bahkan bila dibiarkan terus-menerus, gejalanya bisa semakin berat dan mengancam jiwa.

Pengobatan syok anakfilaktik ditentukan berdasarkan gejala dan tingkat keparahan. Sebagai langkah awal, dokter akan memberikan suntik adrenalin di paha dengan dosis 0,5-1 mg setiap 10 menit. Dosis ini bisa berbeda-beda bergantung usia penderita. Pemberian suntik adrenalin juga dapat dikombinasikan dengan pemberian oksigen hirup untuk menstabilkan pernapasan.

Apabila ditemukan henti jantung, penderita syok anafilaktik perlu diberikan CPR atau resustasi jantung paru untuk mengembalikan denyut jantung. Setelah itu, pasien akan diberikan cairan infus dektrosa atau koloid untuk menstabilkan hemodinamik.

Setelah kondisi pasien cenderung stabil, pasien akan diberikan obat antihistamin seperti klorfineramin dan simetidine. Jenis obat tersebut berfungsi untuk menurunkan kadar histamin penyebab alergi dalam tubuh. Kombinasi dengan obat kortikosteroid dapat diberikan untuk menurunkan peradangan akibat mediator alergi.

Penderita syok anafilaktik disarankan untuk dirawat inap beberapa hari hingga kesadaran dan kondisi kesehatannya pulih total. Sebaiknya hindari makanan atau obat-obatan yang dapat memicu reaksi anafilaktik maupun kekambuhan gejala

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit