​Atropine Sulfat: Obat Untuk Menetralkan Efek Racun

Update terakhir: Feb 7, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 307.398 orang

Atropine Sulfat Kegunaan dan Efek Sampingnya

Percobaan bunuh diri dengan cara meminum insektisida rasanya di Indonesia adalah hal yang cukup sering terjadi. Jika seseorang yang meminum racun serangga tersebut ditolong dengan waktu yang pas, seseorang tersebut bisa selamat. Pertanyaannya, obat apa yang akan diberikan pada orang tersebut? 

Penanganan orang tersebut pertama adalah dengan menyedot semua isi lambung jika memungkinkan, setelah itu suatu obat yang dikenal dengan istilah atropin sulfat diberikan untuk menetralkan efek racun yang terjadi akibat meminum racun serangga tersebut. Ternyata selain sebagai menetralisir racun, obat atropin sulfat memiliki efek lain yang perannya cukup penting untuk digunakan dalam bidang kesehatan. Untuk mengetahui kegunaan Atropin lebih jauh, yuk disimak artikel yang satu ini.

Apa itu Atropin sulfat?

Atropin sulfat adalah obat-obatan yang dapat ditemukan secara alami di sejumlah tanaman dari keluarga nightshade seperti Belladonna, Jimson weed, dan Tanaman Mandrake. Atropin sulfat pertama kali diekstrak pada tahun 1833.

Atropin dapat digunakan untuk mengobati keracunan racun serangga, memperbaiki kondisi jantung dengan denyut jantung yang meningkat (takikardi), beberapa prosedur pada pembedahan mata dan memperbaiki kondisi hiperhidrosis (kondisi saat cairan tubuh keluar berlebihan melalui air liur, keringat atau air kemih)

Atropin sulfat dapat mengobati penyakit-penyakit di atas karena mekanisme kerjanya pada tubuh seperti:

  • Susunan saraf pusat
    Atropine merangsang medulla oblongata dan pusat lain di otak. Sehingga dapat menghasilkan efek motorik yang menurun dan membantu menghilangkan tremor pada parkinsonisme, dan menurunkan tekanan darah. Dalam dosis besar atropine menyababkan depresi nafas, eksitasi,disorientasi, delirium, halusinasi..
  • Mata
    Menghambat M. constrictor papillae dan M. ciliaris yang merupakan otot yang mengatur lensa mata, sehingga menyebabkan midriasis (pupil mata terbuka) dan sikloplegia (hilangnya kemampuan mata untuk mengatur perbesaran lensa). Midriasis menyebabkan photophobia (silau), sedangkan sikloplegia menyebabkan hilangnya daya melihat pada jarak dekat.
  • Saluran nafas
    Mengurangi produksi lendir,liur atau cairan dari hidung, mulut, tenggorokan dan paru-paru. Pada fungsi ini, Atropin digunakan untuk mengurangi kondisi hiperhidrosis (produksi liur berlebih) pada keracunan insektisida..
  • Kardiovaskular
    Pengaruh terhadap jantung bersifat bifasik artinya penggunaan Atropin dapat memberikan manfaat sekaligus efek samping yang merugikan. Pada dosis yang sesuai, penggunaan atropin bisa digunakan untuk mengatasi kondisi takikardi dimana jantung berdetak dengan cepat.
  • Saluran cerna
    Menghambat gerakan peristaltic lambung dan usus. Menyebabkan berkurangnya sekresi air liur dan sebagian sekresi asam lambung. Pada tukak peptikum, atropine sedikit saja mengurangi sekrasi asam lambung.
  • Kelenjar eksokrin
    Paling jelas pada kelenjar liur dalam mulut dan bronkus. Pada dosis besar, aktivitas keringat dihambat sehingga kulit menjadi kering, panas dan merah terutama pada muka dan leher.

Berapa dosis Atropin sulfat yang diberikan untuk mengobati keracunan?

Dosis orang dewasa untuk keracunan racun serangga: 2 mg/0,7 mL (pada paha bagian luar disusul dengan 2 suntikan 2 mg/0,7 mL tambahan yang diberikan dengan cepat disarankan 10 menit setelah menerima suntikan pertama bila korban mengalami gejala parah seperto bertingkah aneh atau kebingungan, sangat sulit bernapas atau sekresi berlebihan dari paru-paru dan saluran udara, kejang otot luar biasa dan otot seluruh tubuh melemah, tidak bisa mengendalikan buang air kecil dan buang air besar, kejang-kejang atau pingsan.

Efek Samping yang ditimbulkan oleh penggunaan Atropin sulfat

Sebagian besar efek samping adalah manifestasi efek farmakologis pada reseptor muscarinic-cholinergic dan biasanya keadaan membaik ketika pengobatan dihentikan. Keparahan dan frekuensi efek samping tergantung dari dosis yang digunakan dan reaksi seseorang dalam menerima pengobatan. Ffek samping dapat dikontrol dengan pengurangan dosis tetapi hal ini juga dapat menghilangkan efek pengobatan yang dibutuhkan.

Efek samping yang sering terjadi termasuk xerostomia (mulut kering), kulit kering, penglihatan kabur, sikloplegia, midriasis, fotofobia, anhidrosis, keraguan dan retensi urin, takikardia, palpitasi, xerophthalmia (mata kering), dan konstipasi.

Efek samping lain yang umumnya ditemukan adalah peningkatan tekanan pada mata (terutama pada pasien dengan glaukoma sudut-tertutup), kehilangan rasa, sakit kepala, gugup, gelisah, mengantuk, lemah, pusing, kemerahan, insomnia, mual, muntah, perasaan kembung, anhidrosis (terutama di tempat panas), nyeri ringan sampai sedang di tempat suntikan, hilangnya gairah seksual, dan disfungsi ereksi.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit