Kesehatan Fisik

Benarkah Penderita Asma Memiliki Risiko Lebih Tinggi Terinfeksi Virus Corona?

Dipublish tanggal: Mar 27, 2020 Update terakhir: Mar 31, 2020 Waktu baca: 5 menit
Benarkah Penderita Asma Memiliki Risiko Lebih Tinggi Terinfeksi Virus Corona?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Penderita asma mungkin memiliki risiko terinfeksi virus Corona (Covid-19) tetapi bergantung pada kondisi atau tingkat keparahan asma yang dimiliki oleh pasien itu sendiri
  • Jika mengalami infeksi virus Corona (Covid-19), penderita asma mungkin akan merasakan gejala asma yang terasa memburuk, terutama sesak nafas dan mengi
  • Dalam keadaan darurat, penggunaan inhaler sangat dibutuhkan sebagai penanganan awal, lalu hubungi dokter untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan fisik
  • Kurangi berpergian keluar rumah serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih untuk meminimalkan risiko paparan virus Corona (Covid-19)
  • Hindari hal-hal yang dapat meningkatkan rasa cemas atau kepanikan untuk mencegah kemungkinan terjadinya sesak nafas atau gejala asma lainnya

Seperti yang diketahui, wabah pandemi Corona virus (Covid-19) dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan. Hal ini tentu akan menjadi lebih berbahaya bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan kronis seperti asma. 

Maka dari itu, artikel Honestdocs berikut ini akan membahas lebih detail mengenai dampak virus Corona (Covid-19) pada penderita asma serta berbagai hal yang perlu diketahui untuk mencegah risiko terinfeksi.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Benarkah penderita asma memiliki risiko tinggi terinfeksi virus Corona (Covid-19)?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention) di Amerika Serikat, ada kemungkinan penderita asma memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi virus Corona (Covid-19), tetapi hal tersebut masih membutuhkan penelitian lanjutan. 

Kondisi tersebut tidak hanya berlaku pada virus Corona (Covid-19) saja, tetapi juga terhadap penyakit paru-paru kronis lain atau influenza sekalipun. Karena baik virus Corona atau virus influenza merupakan patogen pernapasan yang masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru.

Virus yang menempel pada rongga atau lapisan saluran udara akan menyerang sel-sel tubuh yang sehat dan memicu sistem imun tubuh bekerja melawan infeksi yang terjadi dalam tubuh. Salah satu respon sistem imun tubuh tersebut adalah dengan terjadinya peradangan di saluran udara di mana penderita asma memiliki tingkat peradangan yang kronis pada saluran pernapasan.

Peradangan yang terjadi pada penderita asma menimbulkan respon reaktif terhadap berbagai faktor pemicu, termasuk alergen yang dihirup, polusi udara, perubahan suhu udara, serta infeksi virus seperti virus Covid-19.

Baca juga: 5 Penyebab Utama Penyakit Asma (Sesak Nafas)

Dampak infeksi virus Corona (Covid-19) pada penderita asma

Gejala virus Corona (Covid-19) pada penderita asma umumnya sama dengan yang dialami oleh orang normal lainnya, yaitu demam, batuk, dan sesak nafas. Tetapi penderita Covid-19 biasanya tidak menunjukkan gejala seperti bersin atau hidung tersumbat.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Jika mengalami infeksi virus Corona (Covid-19) maka penderita asma mungkin akan merasakan gejala yang terasa memburuk, termasuk sesak nafas dan mengi. Oleh karena itu, penyediaan obat asma sangat diperlukan dalam kondisi tersebut.

Tingkat keparahan asma juga dapat mempengaruhi kemungkinan seseorang menderita Covid-19, begitupun sebaliknya. Komplikasi Covid-19 pada penderita asma mungkin tidak terlalu buruk jika asma masih dalam tahap ringan serta bisa dikendalikan.

Baca juga: Memahami Dampak Virus Corona (Covid-19) pada Tubuh

Apa yang harus dilakukan oleh penderita asma ketika menduga terinfeksi virus Corona (Covid-19)?

Para penderita asma umumnya telah menerima pembekalan seputar tindakan penanganan awal ketika gejala sesak nafas terjadi. Hal tersebut termasuk rincian obat asma yang digunakan, mengenali gejala asma yang tidak biasa (memburuk), serta yang harus dilakukan ketika mengalami keadaan darurat. 

Disebut darurat dan harus segera menghubungi dokter jika pasien penderita asma menggunakan inhaler (obat bantu pernapasan) lebih sering dari biasanya dan penggunaan inhaler tersebut kurang ampuh mengatasi kondisi yang dialami.

Meski tidak selalu gejala yang muncul merupakan gejala Covid-19, tetapi ketika mengalami demam dan gangguan pernapasan, maka sebaiknya segera pastikan kondisi yang dialami melalui pemeriksaan fisik dan tetap melakukan tindakan pencegahan terutama ketika gejala memburuk. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Tetapi sebelum berkunjung, disarankan untuk menghubungi pihak layanan kesehatan terlebih dahulu dan beritahukan bahwa Anda memiliki riwayat penyakit asma. Karena dalam kondisi saat ini para petugas medis juga perlu mendapatkan jaminan keamanan akan risiko paparan Covid-19 dari orang lain.

Apa yang harus dilakukan oleh penderita asma untuk mencegah risiko paparan virus Corona (Covid-19)?

Cara mencegah risiko paparan virus Corona (Covid-19) yang paling penting bagi penderita asma atau siapapun adalah dengan rajin mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. Tetapi penderita asma mungkin lebih mudah mengalami masalah pernapasan, oleh karena itu batasi paparan tersebut dengan seminimal mungkin berada di luar rumah.

Selain itu, rutin membersihkan permukaan benda atau perabotan rumah tangga yang sering disentuh, mengurangi kebiasaan menyentuh bagian wajah seperti hidung, mulut, dan mata, serta melakukan physical distancing dan menghindari keramaian ataupun kontak fisik dengan orang lain seperti berjabat tangan.

Perhatikan pula stok obat asma dan sediakan dalam jumlah yang cukup hingga beberapa waktu ke depan. Jika tidak ada di pasaran, tanyakan kepada dokter mengenai alternatif pengganti yang dimungkinkan untuk mengatasi rasa sesak yang mungkin dialami.

Baca juga: Rekomendasi Obat Sesak Nafas untuk Penderita Asma

Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko virus Corona (Covid-19) pada penderita asma

Selain memiliki riwayat penyakit asma yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan itu sendiri, beberapa faktor lain seperti obat asma yang dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh serta gangguan kecemasan dianggap sebagai penyebab meningkatnya risiko terinfeksinya virus Covid-19 pada penderita asma.

Penggunaan obat asma itu tentu diindikasikan sebagai salah satu cara penanganan untuk mengatasi gangguan sesak nafas akibat asma. Penderita asma juga dapat menggunakan kortikostreoid oral atau steroid inhalasi sebagai alternatif pencegahan peradangan (antiinflamasi).

Steroid oral mungkin akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang walau dengan kondisi yang berbeda-beda, tetapi steroid inhalasi diperkirakan hanya mempengaruhi lapisan saluran nafas, sehingga seharusnya tidak akan berpengaruh pada sistem imun tubuh.

Sementara itu, beberapa orang yang mudah mengalami kepanikan atau cemas berlebih sebaiknya untuk tidak terlalu sering melihat atau membaca informasi seputar perkembangan virus Corona (Covid-19) atau berita apapun yang mungkin dapat meningkatkan kecemasan.

Hal tersebut juga berlaku pada mereka yang memiliki riwayat penyakit asma. Dikarenakan dapat memperburuk gejala asma serta kondisi kesehatan secara keseluruhan. Rasa cemas yang berlebih dapat meningkatkan risiko sesak nafas atau disebut dengan serangan panik (kecemasan).

Baca juga: Gejala dan Cara Mengatasi Serangan Panik

Jika kondisi tersebut terjadi, penderita asma tentu memerlukan inhaler jauh lebih sering. Selain itu, ada baiknya untuk berfokus pada kebiasaan sehat, seperti rajin berolahraga dan latihan pernapasan serta belajar mengatasi stress juga sangat baik untuk menghindari risiko gejala asma yang mungkin terjadi.

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin.    

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. 
Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. 
Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.

Sekilas Mengenai Covid-19

Covid-19 atau penyakit yang disebabkan oleh virus Corona telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Virus tersebut dapat menyebabkan gangguan pernapasan dengan gejala demam, batuk, bersin, sakit kepalasesak nafas, nyeri dada, hingga menyebabkan pingsan. 

Penularan virus bisa terjadi melalui batuk atau bersin, bersentuhan dengan penderita, serta menyentuh benda yang telah terkontaminasi karena virus dapat bertahan hingga 24 jam di permukaan benda. Untuk mencegah penyebaran virus Corona, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

Baca selengkapnya: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Coronavirus


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Everydayhealth. What You Need to Know About the New Coronavirus if You Have Asthma. (https://www.everydayhealth.com/coronavirus/what-you-need-to-know-about-the-new-coronavirus-if-you-have-asthma/). 23 Maret 2020
TIME. Are People With Asthma at High Risk for Coronavirus? (https://time.com/5802423/coronvirus-asthma-high-risk/)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app