GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

5 Penyebab Utama Penyakit Asma (Sesak Nafas)

Dipublish tanggal: Jan 30, 2020 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Feb 19, 2020 Waktu baca: 3 menit
5 Penyebab Utama Penyakit Asma (Sesak Nafas)

Penyakit asma adalah suatu kondisi gangguan pernapasan yang terjadi akibat saluran nafas mengalami penyempitan. Asma sendiri termasuk penyakit kronis karena merupakan penyakit yang berlangsung lama bahkan diderita seumur hidup. Kondisi ini akan menyebabkan penderita asma mengalami kesulitan bernapas dalam menarik udara masuk dan menghembuskan udara keluar dari paru-paru sehingga menimbulkan sesak nafas.

Asma dapat dialami oleh setiap orang, tetapi sebagian besar kasus asma dimulai sejak usia anak-anak dan umumnya akan menghilang ketika dewasa. Selain menyebabkan sesak nafas, asma juga menimbulkan gejala lain, seperti jantung berdebar, mudah lelah, hilang kesadaran (pingsan), hingga mengi (keluarnya suara akibat penyempitan saluran nafas).

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Baca juga: Bahaya dan Cara Mengobati Asma

5 Penyebab Utama Penyakit Asma (Sesak Nafas)

Asma bisa terjadi secara mendadak dan kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor penyebab, di antaranya:

Udara dingin

Penderita asma sangat rentan mengalami sesak nafas terutama pada udara dingin. Karena udara dingin dapat menyebabkan terjadinya penyempitan saluran pernapasan dan berkurangnya kemampuan tubuh dalam membersihkan lendir pada paru-paru. Asma juga berlaku pada mereka yang memiliki alergi terhadap hal tertentu, seperti bulu hewan, debu, ataupun udara dingin.

Asap rokok

Asap rokok juga seringkali menjadi faktor penyebab penyakit asma, entah pada perokok aktif maupun perokok pasif. Hal ini dikarenakan kandungan rokok dapat meningkatkan produksi lendir yang mempengaruhi saluran pernapasan. Maka dari itu, penderita asma tidak disarankan untuk merokok dan juga menghindari area asap rokok karena dapat memperburuk kondisi kesehatan.

Polusi udara

Penyebab asma lainnya adalah paparan polusi udara seperti debu yang masuk ke saluran pernapasan. Tak hanya itu, tungau dan jamur yang biasanya berada di area lembap juga dapat meningkatkan risiko serangan asma. Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitar sangat penting dalam mencegah kekambuhan asma.

Baca juga: Dampak Bahaya Polusi Udara Bagi Kesehatan

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Asma via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 35

Aktivitas fisik

Asma juga dapat disebabkan oleh aktivitas fisik yang berat atau berlebihan, termasuk olahraga. Karena kelelahan akibat berolahraga dapat menimbulkan risiko terjadinya peradangan pada saluran nafas sehingga menyebabkan fungsi kerja paru-paru menjadi lebih berat. Oleh sebab itu, penderita asma disarankan untuk membatasi olahraga atau aktivitas fisiknya agar tidak mempengaruhi kesehatan fisik.

Stress dan emosi

Penyakit asma tak hanya disebabkan karena faktor luar saja, tetapi tingkat stress dan perubahan emosi yang berasal dari dalam tubuh juga dapat menjadi faktor pemicu munculnya gejala asma. Perubahan emosi yang tidak stabil dapat menjadi pemicu rangsangan pada saraf tubuh sehingga terjadinya sesak nafas.

Adakah obat asma untuk meredakan gejala sesak nafas?

Penyakit asma merupakan suatu penyakit kronis yang belum bisa disembuhkan. Pemberian obat asma digunakan hanya sebatas meredakan gejala asma yang muncul dan mencegahnya kambuh secara mendadak. Tetapi penggunaan obat asma juga harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dokter dan kondisi kesehatan pasien.

Hal penting dalam mencegah kambuhnya penyakit asma adalah dengan menghindari faktor pemicu atau penyebab munculnya asma, menyiapkan inhaler ketika asma kambuh, dan mengonsumsi obat sesak nafas yang diperlukan untuk meredakan gejala asma. Beberapa obat asma yang biasanya digunakan untuk meredakan sesak nafas akibat asma, antara lain theophylline atau leukotriene receptor antagonist.

Baca juga: Rekomendasi Obat Sesak Nafas untuk Penderita Asma

Sementara itu, beberapa obat herbal juga dapat membantu mengurangi gejala asma, di antaranya:

  • Bawang putih yang memiliki sifat anti inflamasi atau peradangan
  • Bawang bombay dengan kandungan zat sulfur yang juga bersifat anti-inflamasi
  • Kunyit memiliki sifat anti alergi dan anti inflamasi yang berasal dari kandungan curcumin
  • Jahe memiliki sifat anti inflamasi atau peradangan sekaligus membantu mengurangi produksi lendir
  • Daun mint dengan kandungan mentol juga mengandung sifat anti inflamasi dan anti bakteri
  • Madu dapat membantu mengecerkan lendir yang menghambat sistem pernapasan

Selain mengonsumsi obat asma ataupun obat herbal, ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai tindakan pertolongan pertama ketika gejala asma kambuh, antara lain:

  • Duduk dengan tegak, hindari posisi membungkuk atau berbaring
  • Tarik nafas panjang agar kadar oksigen dalam tubuh tetap tercukupi
  • Konsumsi minuman hangat untuk membantu membuka saluran napas
  • Biarkan tubuh tetap tenang dan rileks

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Medicalnewstoday. Types, causes, and diagnosis of asthma. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/323523.php). 28 Januari 2020

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app