HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. SCIENTIA INUKIRANA
Ditinjau oleh
DR. SCIENTIA INUKIRANA

Triatec Tablet: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 25, 2020 Tinjau pada Agu 15, 2019 Waktu baca: 6 menit

Triatec adalah obat yang digunakan untuk mengontrol  hipertensi (tekanan darah tinggi), gagal jantung kronis, dan nefropati diabetik (kerusakan ginjal diabetes). 

Triatec mengandung Ramipril, obat yang termasuk golongan angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor generasi kedua. Ramipril adalah obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi (tekanan darah tinggi), nefropati diabetic( kerusakan ginjal diabetes), dan beberapa jenis gagal jantung kronis. Obat ini adalah obat anti hipertensi yang termasuk angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitor generasi kedua. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Ramipril adalah prodrug (obat belum aktif) yang terhidrolisis di dalam hati menjadi metabolit aktifnya, yaitu Ramiprilat. Ramiprilat secara menghambat enzim ACE . Penghambatan kinerja enzim ACE mencegah konversi angiotensin I menjadi angiotensin II, suatu zat vasokonstriktor endogen. Penghambatan kerja ini menyebabkan peningkatan kadar bradikinin. Hal ini menyebabkan terjadinya vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dan penurunan tekanan darah.

Mengenai Triatec 

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

Triatec dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Box 60 tablet 1.25 mg
  • Box 60 tablet 2.5 mg
  • Box 60 tablet 5 mg
  • Box 30 tablet 10 mg

Kandungan

Tiap tablet Triatec mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Ramipril 1.25 mg/tablet
  • Ramipril 2.5 mg/tablet
  • Ramipril 5 mg/tablet
  • Ramipril 10 mg/tablet

Manfaat Triatec 

Berikut ini adalah beberapa kegunaan Triatec (Ramipril) :

  • Triatec (Ramipril) digunakan untuk menurunkan tekanan darah (hipertensi) baik secara tunggal atau dalam kombinasi.
  • Untuk pengobatan gagal jantung kongestif. Pengobatan ini mampu mengurangi gejala, meningkatkan daya tahan pasien saat beraktivitas atau berolah raga, mengurangi insiden kekambuhan dan menurunkan frekuensi rawat inap bahkan menurunkan tingkat kematian.
  • Mengobati pasien pasca infark miokard (kematian otot jantung) akut yang memiliki tanda-tanda klinis gagal jantung kongestif.
  • Pencegahan (profilaksis) serangan penyakit kardiovaskular seperti infark miokard (kematian otot jantung) dan stroke.
  • Triatec (Ramipril) juga digunakan untuk mengobati kerusakan ginjal akibat diabetes melitus tipe 2.

Dosis Triatec

Triatec (Ramipril) diberikan dengan dosis sebagai berikut :

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Dosis dewasa untuk hipertensi

Dosis awal : 1 x sehari 2.5 mg secara oral. Obat sebaiknya diberikan pada waktu tidur.

Dosis pemeliharaan : 2.5 - 5 mg/ hari, dalam dosis tunggal dapat ditingkatkan hingga 10mg/hari

Dosis disesuaikan dengan respon pasien terhadap obat.

Jika pengobatan secara tunggal tidak memberikan respon memuaskan, bisa dikombinasikan dengan diuretik.

Dosis dewasa untuk gagal jantung kongestif

Dosis awal : 1 x sehari 1.25 mg.

Dosis maksimal : 10 mg/hari.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Dosis dewasa untuk profilaksis penyakit kardiovaskular pada pasien berisiko tinggi

Dosis awal : 1 x sehari 2.5 mg. Dosis ditingkatkan menjadi 1 x sehari 5 mg setelah 1 minggu.

Dosis pemeliharaan : 1 x sehari 10 mg, setelah 3 minggu.

Penyesuaian dosis Cardace untuk penderita gangguan ginjal

  • CrCl 10-30 mL / menit : dosis awal, 1.25 mg/hari. maksimal 5 mg/hari.
  • CrCl 30-60 mL / menit : tidak diperlukan penyesuaian dosis. maksimal 5 mg/hari.

Penyesuaian dosis Cardace untuk penderita gangguan hati

  • Dosis maksimal : 2.5 mg / hari.

Efek Samping Triatec

Efek samping Triatec (Ramipril) yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut :

  • Efek samping yang paling umum adalah peningkatan serum kreatinin, pusing, dan sinkop (pingsan).
  • Batuk juga sering terjadi karena peningkatan kadar bradikinin. Batuk akan segera hilang jika pengobatan dihentikan.
  • Efek samping lainnya adalah kemungkinan terjadinya hipotensi (tekanan darah rendah) dan gagal ginjal akut. Hentikan pemakaian obat ini bila tekanan darah sistolik turun menjadi < 90 mm Hg, atau kalium meningkat > 6 mmol/l, atau kreatinin meningkat 50% atau > 3 mg/dl.
  • Obat ini juga bisa menyebabkan hiperkalemia yang terjadi terjadi karena penurunan kadar aldosteron,  hormon steroid yang berfungsi menahan natrium dan mengekskresi kalium.
  • Efek samping yang jarang tetapi sangat berbahaya akibat pemakaian obat yang mengandung Ramipril adalah angioneurotik edema (pembengkakan pada pembuluh darah), yang biasanya timbul pada bulan pertama pemakaian.
  • Obat-obat ACE inhibitors diketahui bersifat teratogenik (berbahaya pada janin) sehingga tidak boleh diberikan pada wanita hamil.
  • Efek samping lainnya adalah :  Sakit kepala, kelelahan, nyeri perut dan dada, pusing, mual, muntah, diare, infeksi saluran pernafasan atas, asthenia, dan ruam.

Kontra indikasi

  • Jangan menggunakan obat ini pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Ramipril atau obat-obat yang termasuk ACE inhibitor lain.
  • Jangan menggunakan Triatec (Ramipril) jika Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil karena obat ini bisa membahayakan bayi yang belum lahir. Segera hentikan penggunaan obat ini jika Anda sedang hamil.
  • Pengobatan dengan Triatec (Ramipril) tidak boleh dilakukan terhadap orang-orang yang memiliki riwayat angioedema (reaksi alergi berat) pernah mengalami angioedema saat menggunakan obat-obat golongan inhibitor ACE.
  • Jangan menggunakan aliskiren dan Triatec (Ramipril) secara bersamaan pada pasien dengan diabetes melitus.

Interaksi obat

Di bawah ini adalah interaksi obat-obat yang mengandung Ramipril dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Pada awal-awal penggunaan bersamaan dengan obat-obat diuretik  (pil air) bisa mengakibatkan pengurangan berlebihan tekanan darah. Sebaiknya kurangi dosis awal Ramipril.
  • Peningkatan risiko hiperkalemia jika digunakan bersamaan dengan diuretik hemat kalium (spironolactone, amiloride, triamterene, dan lain-lain) dan suplemen Kalium.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat-obatan antidiabetes (insulin, agen hipoglikemik oral) dapat menyebabkan peningkatan efek penurunan kadar glukosa.
  • Penggunaan bersamaan dengan NSAID, termasuk selektif COX-2 inhibitor, dapat mengakibatkan kerusakan fungsi ginjal, termasuk mungkin gagal ginjal akut. Efek antihipertensi ACE inhibitor, termasuk Ramipril, dapat dilemahkan oleh NSAID.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat-obat yang mempengaruhi renin-angiotensin system (RAS) seperti angiotensin receptor blocker, ACE inhibitor (termasuk captopril), atau aliskiren bisa meningkatkan terjadinya resiko hipotensi, hiperkalemia, dan kerusakan fungsi ginjal.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan pasien saat menggunakan Triatec (Ramipril) adalah sebagai berikut :

  • Segera hentikan pemakaian obat jika anda positif hamil, karena obat-obat yang termasuk ACE inhibitor dapat menyebabkan cedera dan kematian pada janin.
  • Obat ini disekresi dalam ASI dan tidak direkomendasikan untuk digunakan saat menyusui.
  • Keamanan dan efektivitas obat ini pada pasien anak belum ditetapkan. Penggunaan pada anak-anak bisa dilakukan jika pengendalian tekanan darah dengan cara lain tidak efektif.
  • Triatec (Ramipril) hanya digunakan dalam pengawasan dokter, terutama pada permulaan terapi untuk antisipasi terjadinya penurunan tekanan darah yang drastis. Penurunan tekanan darah secara drastis bisa menyebabkan pusing, sakit kepala dan penurunan kewaspadaan. Jangan mengemudi dan mengoperasikan mesin yang membutuhakn kewaspadaan tinggi.
  • Jika mengalami tanda-tanda atau gejala angioedema seperti : pembengkakan wajah, mata, bibir, lidah, laring dan ekstremitas, kesulitan dalam menelan atau bernapas, suara serak segera hubungi dokter anda.
  • Segera hubungi dokter jika mengalami infeksi (misalnya, sakit tenggorokan, demam) yang bisa saja merupakan tanda terjadinya neutropenia atau edema progresif yang berhubungan dengan proteinuria dan sindrom nefrotik.
  • Sebaiknya jangan menggunakan obat diuretik hemat kalium atau suplemen yang mengandung kalium atau pengganti garam kalium selama menggunakan Triatec (Ramipril), karena ada potensi hiperkalemia.
  • Berkonsultasi dengan dokter jika anda berkeringat secara berlebihan, dehidrasi, muntah, atau diare karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang drastis akibat berkurangnya cairan tubuh.
  • Perhatian khusus perlu diberikan kepada pasien dengan bilateral renal artery stenosis atau pasien dengan ginjal tunggal penderita unilateral renal artery stenosis, penderita penyakit vaskular kolagen, aortic atau mitral valve stenosis, dan pasien dengan riwayat gangguan ginjal.
  • Diperlukan pengurangan dosis pada pasien-pasien lanjut usia, gagal ginjal, atau mengalami gangguan fungsi hati karena diketahui metabolit aktif Ramipril yaitu Ramiprilat meningkat pada pasien-pasien tersebut.
  • Jangan menghentikan pemakaian Triatec (Ramipril) tanpa diketahui dokter.

Penggunaan Triatec oleh wanita hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Ramipril kedalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut:

Ada bukti positif beresiko pada janin manusia berdasarkan pengalaman penelitian . Dapat digunakan bila dalam kondisi mengancam jiwa atau penyakit serius bila tidak ada terapi lainnya yang lebih efektif dibandingkan obat ini. 

Penggunaan Ramipril selama kehamilan terutama trimester kedua dan ketiga bisa mengganggu fungsi ginjal janin dan meningkatkan resiko kematian janin. Obat ini menyebabkan oligohidramnion (tidak cukup cairan ketuban) yang dapat mengakibatkan hipoplasia paru dan deformasi tulang janin.

Jika bayi lahir, potensi efek samping yang mungkin terjadi jika ibunya selama hamil menggunakan obat ini meliputi hipoplasia tengkorak, anuria, hipotensi, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Oleh karena itu jika anda sedang hamil atau berencana untuk hamil sebaiknya memilih anti hipertensi yang lain.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Triatec Dosage & Drug Information. MIMS.com. (http://www.mims.com/indonesia/drug/info/Triatec/)
[French multicenter study of Triatec (ramipril) in ambulatory patients: methodology and trial structure]. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2143595)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Buka di app