5 Kunci Penting Menjaga Jantung Agar Terhindar dari Penyakit

Dipublish tanggal: Jul 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
5 Kunci Penting Menjaga Jantung Agar Terhindar dari Penyakit

Jantung adalah organ vital yang berperan penting untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Darah yang mengandung banyak oksigen ini akan dialirkan ke seluruh tubuh untuk menunjang berbagai aktivitas. Karena perannya yang sangat penitng inilah, Anda harus terus menjaga jantung tetap sehat setiap hari agar terhindar dari penyakit. Yuk, intip berbagai cara menjaga kesehatan jantung berikut ini. 

Beragam cara mudah menjaga kesehatan jantung

1. Olahraga rutin

Risiko penyakit jantung dapat berkurang apabila seseorang rutin berolahraga. Menurut pakar kesehatan, kita disarankan untuk meluangkan waktu sekurang-kurangnya 30 menit setiap hari untuk berolahraga supaya jantung tetap sehat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

2. Banyak konsumsi serat

Serat tidak hanya baik untuk membantu Anda yang sedang diet, namun juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh. Ketika kadar kolesterol jahat berkurang, maka risiko penyakit jantung pun dapat ditekan. 

Kebutuhan serat harian yang harus dipenuhi sekitar 30 gram. Serat dapat dengan mudah Anda peroleh dari sayur, buah-buahan, kacang, dan gandum utuh. Jangan lupa seimbangkan juga dengan minum air putih yang banyak agar pencernaan lebih lancar.

3. Kurangi konsumsi lemak trans dan lemak jenuh

Kolesterol dapat menumpuk di jaringan pembuluh darah ketika Anda banyak mengonsumsi lemak trans maupun lemak jenuh. Kolesterol yang menumpuk lama-kelamaan akan menyumbat pembuluh darah dan mengganggu kinerja jantung. 

Segera kurangi asupan makanan yang banyak mengandung lemak seperti margarin, gorengan, kulit ayam, dan daging merah. Ganti dengan memperbanyak makan sayur dan buah agar kebutuhan nutrisi terpenuhi dan jantung pun sehat.

4. Berhenti merokok

Para perokok berisiko tinggi terkena penyakit jantung koroner. Tidak hanya perokok aktif, risiko penyakit jantung koroner juga menghantui perokok pasif. 

Hal ini disebabkan pada setiap rokok maupun asap rokok terdapat banyak zat beracun yang dapat merusak pembuluh darah ke jantung. Ketika pembuluh darah rusak, maka aliran darah menuju dan dari jantung menjadi terganggu.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

5. Banyak makan ikan

Ikan mengandung asam lemak omega-3 yang dapat menurunkan tingkat kolesterol jahat dalam darah. Nah, konsumsi asam lemak dalam ikan dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

Beberapa jenis ikan yang kaya asam lemak di antaranya ikan sarden, salmon, dan tuna. Untuk mendapatkan asupan asam lemak omega 3 yang mencukupi, sebaiknya konsumsi ikan sebanyak dua kali dalam seminggu. Hal ini dapat membantu menjaga kesehatan jantung hingga masa tua nanti.

Baca Juga: Punya Masalah Jantung di Usia Muda Seperti BJ Habibie? Ini Tips Sehatnya

Jenis penyakit jantung yang sering menyerang

1. Jantung koroner

Penyakit jantung koroner adalah kelainan akibat jantung kekurangan asupan oksigen serta nutrisi yang dibutuhkan. Hal ini umumnya disebabkan oleh timbunan plak yang membuat pembuluh darah menyempit, sehingga jumlah darah mengandung oksigen menuju jantung jadi berkurang. Kondisi ini bisa disebabkan oleh penumpukan kolesterol jahat (LDL) maupun kebiasaan merokok.

2. Kardiomiopati

Kardiomiopati adalah kondisi otot jantung yang terlalu lemah atau tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh. Kardiomiopati dapat memicu kegagalan jantung ataupun jantung yang berhenti bekerja secara mendadak. 

Meski belum dapat diketahui dengan pasti penyebab kardiomiopati, ahli kesehatan menyimpulkan bahwa beberapa kondisi di bawah ini dapat meningkatkan kemungkinan kardiomiopati, antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

3. Aritmia

Aritmia merupakan gangguan yang terjadi pada irama jantung. Aritmia dapat menyebabkan jantung seseorang berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. 

Beberapa faktor dapat menyebabkan aritmia seperti kebiasaan merokok, diabetes, penyalahgunaan narkotika, hipertensi, adanya kelainan pada jantung, serta kecanduan alkohol.

Baca Selengkapnya: Macam-Macam Penyakit Jantung yang Perlu Anda Tahu

Anda tentu tidak ingin terkena salah satu penyakit jantung di atas, bukan? Oleh karena itu, pastikan untuk selalu menjaga kesehatan jantung dengan menerapkan pola hidup sehat dan aktif. Dengan demikian, jantung Anda akan tetap kuat meskipun usia terus bertambah.

17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What are the benefits of quitting smoking? (2016, June 22) (http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/smo/benefits)
Reid, R. D., Mullen, K. A., Pipe, A. L. (2011). Systematic approaches to smoking cessation in the cardiac setting. Current Opinion in Cardiology, 26(5), 443-8.
Mayo Clinic Staff. (2016, June 17). Strategies to prevent heart disease (http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/in-depth/heart-disease-prevention/art-20046502)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app