Kebiasaan Sehat

Tips Puasa Supaya Tubuh Tetap Sehat dan Bugar

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 7 menit
Telah dibaca 539.663 orang

Tips Puasa Supaya Tubuh Tetap Sehat dan Bugar

Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah bagi seluruh umat Islam di dunia. Selain itu, banyak momen penting dalam bulan Ramadhan yang tentunya tidak ada di bulan-bulan lainnya. Mulai dari sensasi bangun sahur, berburu takjil, hingga berbuka puasa bersama keluarga.

Karena hanya terjadi setahun sekali, Anda tentu ingin menjalankan ibadah puasa dalam kondisi sehat walafiat, bukan? Tenang, berbagai tips puasa berikut ini dijamin dapat membuat tubuh Anda tetap sehat dan bugar selama di bulan Ramadhan.

Pilihan menu buka puasa sehat dan bergizi

Puasa merupakan salah satu momen yang tepat bagi Anda untuk menerapkan pola hidup sehat. Sebab dengan berpuasa, Anda memberikan kesempatan bagi tubuh untuk mengistirahatkan diri dari makanan maupun minuman tak sehat.

Setelah sekitar 13 jam berpuasa, tubuh pastinya mengalami kehilangan energi, cairan, dan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Itulah mengapa penting bagi Anda untuk menyiapkan menu buka puasa yang tepat setiap hari. Tak hanya berupa makanan dengan rasa lezat, menu buka puasa juga harus bergizi supaya kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi.

Pada prinsipnya, menu buka puasa yang baik adalah makanan maupun minuman yang memiliki 3 kriteria berikut:

  • Cepat mengembalikan energi
  • Mengembalikan cairan yang hilang selama berpuasa
  • Tidak memberatkan organ pencernaan

Untuk memenuhi 3 kriteria tersebut, berikut pilihan menu buka puasa yang bisa Anda sajikan hari ini, di antaranya:

  1. Kurma 3 buah
  2. Air putih yang cukup
  3. Salad atau buah-buahan
  4. Semangkuk sup
  5. Ikan bakar
  6. Pecel
  7. Daging ayam
  8. Tumis sayuran
  9. Oatmeal
  10. Nasi merah

Ketika buka puasa tiba, awali dengan makanan yang ringan terlebih dahulu seperti kurma, kolak pisang, atau buah-buahan segar lainnya. Setelah itu, berikan jeda sekitar 30-60 menit supaya sistem pencernaan Anda bisa beradaptasi dengan makanan yang masuk setelah seharian kosong.

Selebihnya, barulah Anda dapat mengonsumsi makanan berat seperti nasi dan lauk pauknya. Ingat, selalu pilih makanan yang sehat dan bergizi seimbang supaya tubuh tetap fit selama puasa Ramadhan.

Baca Selengkapnya: Tips dan Menu Buka Puasa Sehat

Daftar menu sahur yang sehat dan menggugah selera

Sebagian orang atau mungkin juga Anda terkadang malas makan sahur. Hal ini karena biasanya Anda masih merasa mengantuk dan belum cukup tidur malam, sehingga rasanya malas untuk bangun dari tempat tidur.

Padahal, sahur termasuk bagian penting selama di bulan Ramadhan. Tanpa sahur, tubuh tidak mempunyai 'bahan bakar' alias makanan yang cukup untuk diubah menjadi energi. Akibatnya, badan jadi lemas dan Anda mungkin tidak kuat menjalani puasa seharian.

Selain itu, ada banyak manfaat sahur bagi kesehatan yang sayang untuk dilewatkan, antara lain:

  • Meningkatkan kekuatan fisik selama berpuasa
  • Mencegah mual dan sakit kepala
  • Mengurangi rasa haus di siang hari
  • Melancarkan sistem pencernaan
  • Memenuhi kebutuhan nutrisi selama berpuasa

Bingung harus menyiapkan menu sahur apa untuk nanti malam? Nah, berikut ini daftar makanan yang wajib ada dalam menu sahur Anda di bulan Ramadhan, yaitu:

  1. Perbanyak minum air putih.
  2. Makanan yang berkarbohidrat tinggi, seperti nasi putih, nasi merah, jagung, kentang, atau roti gandum.
  3. Sumber protein seperti daging, tahu, tempe, ikan, atau kacang-kacangan.
  4. Tumis atau sup sayuran, bisa terdiri dari sayur bayam, kangkung, wortel, kentang, tomat, dan jenis sayuran lainnya. 
  5. Buah-buahan, berupa pisang, jeruk, alpukat, dan sebagainya.
  6. Susu

Sekarang Anda sudah tahu makanan apa saja yang cocok disajikan sebagai menu sahur. Selain itu, ada juga perlu tahu berbagai makanan yang harus dihindari saat sahur, di antaranya:

  • Makanan mengandung gula sederhana, misalnya kue, roti tawar, dan biskuit.
  • Makanan mengandung lemak jenuh, misalnya gorengan.
  • Minuman berkafein, seperti kopi dan teh.

Ingat, memilih menu sahur tidak hanya soal makanan yang membuat Anda kenyang seharian, tapi juga harus kaya nutrisi. Dengan membiasakan menyantap menu sahur sehat, ibadah dan aktivitas Anda selama bulan Ramadhan dijamin akan tetap lancar tanpa hambatan.

Baca Juga: Tips Menu Sahur Sehat di Bulan Ramadhan

Jenis vitamin dan suplemen yang baik saat puasa

Selama puasa Ramadhan, Anda harus mampu menahan diri tanpa makan dan minum selama kurang lebih 13 jam. Pada saat inilah, tubuh biasanya mengalami kekurangan air dan zat gizi, terutama vitamin dan mineral. Akibatnya, tubuh rentan terkena berbagai penyakit saat puasa.

Sebetulnya, Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral melalui asupan makanan sehat saat sahur maupun berbuka. Namun, kebanyakan orang biasanya lebih memilih minum vitamin karena cenderung lebih praktis dan mudah didapat.

Minum vitamin saat puasa memang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh, sehingga tubuh tetap fit dan bugar di bulan Ramadhan. Namun, apa perlu minum vitamin saat puasa?

Jawabannya adalah tergantung dari kondisi masing-masing orang. Bila Anda merasa sudah mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang cukup dari menu sahur maupun berbuka, maka Anda mungkin tidak perlu minum suplemen vitamin selama puasa.

Namun, jika Anda merasa cepat pusing, mual, kelelahan, atau susah fokus saat puasa, maka kemungkinan Anda membutuhkan suplemen tambahan. Bila perlu, konsultasikan ke dokter mengenai jenis vitamin yang tepat dan sesuai dengan kondisi Anda.

Baca Juga: Waspadai 4 Tanda dan Gejala Kekurangan Vitamin Saat Puasa

Pada dasarnya, tidak ada jenis vitamin yang harus diminum khusus selama di bulan Ramadhan. Semua jenis vitamin sama-sama bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun tubuh selama puasa.

Namun setidaknya, ada 5 jenis vitamin yang baik dikonsumsi selama puasa Ramadhan supaya tubuh tetap bugar, yaitu:

  1. Vitamin A
  2. Vitamin B, terutama vitamin B6 dan vitamin B12
  3. Vitamin C
  4. Vitamin D
  5. Vitamin E

Setiap jenis vitamin memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum Anda memutuskan minum vitamin saat puasa.

Sampaikan semua keluhan yang Anda rasakan, misalnya sering pusing, lemas, mual, atau mungkin mengalami gejala anemia saat puasa. Barulah dokter akan memberikan jenis vitamin yang sesuai dengan keluhan dan kebutuhan Anda.

Baca Selengkapnya: Perlukah minum Vitamin Selama Puasa?

Penyakit yang sering terjadi selama berpuasa

Memasuki bulan Ramadhan, tubuh biasanya merasa 'kaget' dengan berbagai perubahan dalam diri. Pertama, pola makan Anda mengalami perubahan selama puasa. Dari yang awalnya bisa bebas makan 3 kali sehari, sekarang Anda hanya boleh makan saat sahur dan buka puasa saja.

Kedua, pola tidur Anda juga ikut berubah selama puasa. Selama bulan Ramadhan, Anda harus bangun lebih awal untuk makan sahur supaya tubuh lebih siap berpuasa seharian. Kedua hal itulah yang membuat tubuh rentan terserang penyakit saat puasa.

Berdasarkan survei yang telah dilakukan secara khusus oleh tim Honestdocs, ada 6 jenis penyakit saat puasa yang paling sering muncul. Berikut daftarnya:

  1. Bau mulut
  2. Asam lambung naik
  3. Dehidrasi
  4. Sakit kepala
  5. Mual
  6. Diare

Supaya tubuh tidak mudah terkena penyakit saat puasa, pastikan Anda selalu mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi saat sahur maupun berbuka. Jangan lupa seimbangkan juga dengan memperbanyak minum air putih untuk menjaga hidrasi tubuh. Bila perlu, tingkatkan daya tahan tubuh Anda dengan minum vitamin selama puasa.

Baca Juga: Waspada, Ini 6 Penyakit Saat Puasa yang Paling Sering Terjadi

Manfaat puasa bagi kesehatan

Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa berpuasa memberikan segudang manfaat bagi kesehatan. Secara umum, manfaat puasa dapat membantu menghilangkan timbunan racun dalam tubuh, mengatasi peradangan, mengendalikan tekanan darah dan gula darah, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Puasa Ramadhan memang menjadi suatu kewajiban yang harus dijalani oleh umat Islam yang sehat dan mampu. Dalam hal ini, orang lanjut usia (lansia), ibu hamil, dan anak-anak tergolong tidak wajib untuk berpuasa.

Namun bila diperhatikan lebih jauh, puasa memberikan manfaat tersendiri bagi lansia dan anak-anak. Berikut informasi lengkapnya.

1. Manfaat puasa bagi lansia

Meskipun tergolong tidak wajib berpuasa, orang tua atau lansia di sekitar Anda mungkin tidak ingin melewatkan momen puasa Ramadhan yang hanya datang sekali setahun ini. Berikut berbagai manfaat puasa bagi lansia, di antaranya:

  • Mengendalikan kadar gula darah
  • Meningkatkan kesehatan mental
  • Menurunkan risiko penyakit jantung dan kardiovaskular

Baca Juga: 3 Manfaat Puasa Bagi Lansia (Plus Tips Amannya)

Sebelum membiarkan lansia berpuasa Ramadhan, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu. Dokter akan melihat kondisi kesehatn lansia, apakah memang tergolong sehat dan mampu berpuasa atau tidak.

Bila ditemukan adanya penyakit atau komplikasi tertentu yang membahayakan tubuh, misalnya diabetes atau penurunan daya tahan tubuh, maka sebaiknya hindari berpuasa. Bukannya menyehatkan, memaksakan diri berpuasa Ramadhan justru bisa membahayakan kesehatan orang tua atau lansia.

Sebaliknya, jika dokter menyatakan aman berpuasa Ramadhan, maka orang tua tersebut boleh saja ikut berpuasa. Namun ingat, selalu ikuti panduan dari dokter supaya lansia tetap sehat dan bugar selama menjalani puasa Ramadhan.

2. Manfaat puasa untuk anak-anak

Bukan hanya bagi orang dewasa saja, anak-anak pun ikut merasakan euforia berpuasa bersama teman-teman sebayanya. Meskipun memang tidak wajib sebelum mencapai masa puber, para orangtua dianjurkan untuk mulai mengenalkan puasa Ramadhan pada anak.

Selain sebagai bagian dari kewajiban, puasa juga memberikan banyak manfaat bagi seluruh aspek kehidupan anak, baik secara fisik dan mental. Berikut ini berbagai manfaat puasa untuk anak, yaitu:

  • Meningkatkan kesehatan tubuh
  • Mengendalikan emosi dan kejiwaan anak
  • Belajar berempati dan berbagi
  • Belajar disiplin sejak dini

Baca Selengkapnya: 4 Manfaat Puasa untuk Anak, yang Bukan Cuma Bikin Sehat

Meskipun ada banyak manfaat puasa untuk anak, ini bukan berarti Anda lantas memaksakan anak berpuasa. Ada baiknya, lihat dulu seberapa jauh kesiapan dan kondisi kesehatan anak beberapa minggu sebelum bulan Ramadhan tiba.

Perhatikan kesehatan fisik anak secara menyeluruh. Apakah berat badannya normal? Apakah anak mulai minta diajarkan berpuasa? Apakah tumbuh kembangnya sama seperti teman sebayanya?

Jika tumbuh kembang anak dalam kondisi normal dan sesuai dengan grafik pertumbuhan, maka anak boleh saja ikut berpuasa di bulan Ramadhan. Namun sebaliknya, bila si kecil tampak tidak sehat dan belum mampu berpuasa, sebaiknya jangan dipaksakan.

Hari pertama puasa di bulan Ramadhan mungkin akan menjadi momen yang menantang bagi Anda dan si kecil. Supaya puasa anak jadi lancar, ikuti tips-tips berikut ini:

  • Tentukan waktu puasa anak secara bertahap
  • Sajikan makanan yang bernutrisi saat sahur dan berbuka
  • Isi hari-hari berpuasa dengan kegiatan yang menyenangkan, misalnya menggambar, membuat origami, atau menonton film kartun favorit si kecil.
  • Libatkan anak saat menyiapkan menu buka puasa
  • Berikan penghargaan

Puasa Ramadhan semestinya menjadi momen penuh berkah sekaligus menyenangkan bagi semua orang. Oleh karena itu, perhatikan kesiapan tubuh Anda masing-masing. Jangan sampai ibadah dan aktivitas jadi tidak maksimal karena tubuh kurang fit atau terkena penyakit saat puasa.

Baca Juga: Kapan Anak Mulai Boleh Ikut Puasa?

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit