Tes HBsAg, Salah Satu Cara Mendiagnosis Hepatitis B

Dipublish tanggal: Sep 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Tes HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) merupakan salah satu metode pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit Hepatitis B. Hasil tes HBsAg yang positif menunjukkan adanya virus hepatitis B (VHB) dalam tubuh. 

Penyakit Hepatitis B sebenarnya sering terjadi di Indonesia. Pihak South East Asian Region bahkan mengklaim Indonesia menduduki peringkat ke-2 setelah Myanmar, sebagai negara dengan kejadian endemik hepatitis B tertinggi. Sementara itu, pihak Menteri Kesehatan juga mencatat paling tidak ada 28 juta penduduk Indonesia yang mengidap hepatitis B di tahun 2014.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Gejala Penyakit Hepatitis B

Seringkali penyakit Hepatitis B tidak menimbulkan gejala berarti. Namun ada pula penderitanya yang mengalami beberapa gejala berikut:

Diagnosis Hepatitis B

Guna mendiagnosis penyakit Hepatitis B, dokter akan melakukan berbagai tes mulai dari:

  • Pemeriksaan fisik
  • Tes fungsi hati
  • Serologi hepatitis B, termasuk di dalamnya adalah tes HBsAg. Tes yang memerlukan sample darah ini juga disarankan untuk ibu hamil atau bayi baru lahir sebagai upaya deteksi atau penanganan dini.

Apa itu Tes HBsAg?

HBsAg sebenarnya merupakan protein yang ada pada permukaan virus hepatitis B. Ketika hasil tes HBsAg positif, hal itu tak hanya menandakan bahwa seseorang benar terinfeksi virus hepatitis B. Tapi penderitanya juga dapat menularkan virus tersebut ke orang lain, baik melalui darah maupun cairan tubuh (air liur, cairan mani, hingga cairan vagina). 

Pada umumnya, tidak cukup hanya mengandalkan tes HBsAg saja untuk mendiagnosis bahwa seseorang benar mengidap hepatitis B. Pasalnya, hasil tes juga dapat positif jika beberapa minggu sebelumnya, seseorang baru menjalani vaksinasi hepatitis B. 

Oleh sebab itu, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosis hepatitis B, misalnya dengan tes Anti HBc, anti HBs, serta IgM anti HBc. Melalui berbagai pemeriksaan ini, barulah diketahui apakah seseorang benar menderita Hepatitis B atau tidak, sekaligus apakah tahap penyakitnya masuk akut atau sudah kronis

Umumnya, orang dewasa yang terinfeksi VHB hanya mengalami infeksi akut, kondisi ini memang masih berisiko berubah menjadi kronis. Sedangkan kasus hepatitis B kronis rata-rata lebih banyak diidap bayi atau anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya masih lemah. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Pendukung Gizi & Nutrisi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 8

Hepatitis B Akut

Pada kasus hepatitis B akut, tes umumnya menunjukkan hasil positif untuk tes HBsAg, anti HBc, serta IgM anti HBc, sedangkan anti HBs-nya negatif. Infeksi hepatitis B tahap ini umumnya terjadi dalam waktu singkat, hanya 1-3 bulan saja. 

Namun bila sistem kekebalan tubuh berada dalam kondisi baik, maka tubuh dapat sembuh sepenuhnya setelah beberapa bulan terinfeksi hepatitis B. Sedangkan jika sistem imunnya gagal melawan virus hepatitis B hingga tuntas, maka kondisinya baru berkembang menjadi hepatitis B kronis.

Hepatitis B Kronis

Untuk hepatitis B kronis, hasilnya biasanya positif untuk tes HBsAg dan Anti-HBc. Sementara untuk hasil tes IgM anti-HBc dan anti-HBs cenderung negatif. 

Hepatitis B umumnya baru dikatakan kronis jika infeksinya terjadi selama lebih dari 6 bulan. Penyakit Hepatitis B kronis bisa jadi tidak menunjukkan gejala, tapi jika ada pun maka gejalanya rata-rata ringan namun sering kambuh. 

Proses pemulihan tubuh dari penyakit hepatitis B kronis ini sangatlah tergantung pada sistem kekebalan tubuh penderitanya. Bila sistem imunnya kurang optimal, maka bukan tidak mungkin seseorang bakal menderita infeksi hepatitis B kronis sepanjang umurnya. 

Oleh sebab itulah, CDC (Centers for Disease Control and Prevention) berpendapat bahwa penyakit Hepatitis B kronis tidak dapat sembuh. Pengobatan seumur hidup yang diterapkan rata-rata bertujuan menekan pertumbuhan virusnya sekaligus mencegah komplikasi seperti sirosis atau kanker hati.

Cara Mencegah Infeksi Hepatitis B

Selain dengan menjalani gaya hidup sehat, upaya pencegahan infeksi Hepatitis B lainnya antara lain berupa vaksinasi hepatitis B serta check up rutin, termasuk tes HBsAg. Di samping itu, cara mencegah penularan infeksi Hepatitis B lainnya adalah dengan:

  • Menjauhi aktivitas berisiko seperti seks bebas atau berbagi jarum suntik maupun alat lainnya (pisau cukur, sikat gigi, dan lain sebagainya).
  • Tidak bepergian ke daerah yang tinggi tingkat infeksi virus Hepatitis B seperti Asia, Afrika, serta Eropa Timur. 


24 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Long-term outcomes of HBsAg/anti-HBs double-positive versus HBsAg single-positive patients with chronic hepatitis B. Nature. (https://www.nature.com/articles/s41598-019-56015-8)
HBsAg Positive Patient Characteristics in Hospital and Blood Donation Camps. Hindawi. (https://www.hindawi.com/journals/isrn/2013/675191/)
HBAG - Clinical: Hepatitis B Surface Antigen, Serum. Mayo Clinic Laboratories. (https://www.mayocliniclabs.com/test-catalog/Clinical+and+Interpretive/9013)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app