Tekanan Darah Rendah - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 30, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 964.514 orang

Hipotensi adalah tekanan darah rendah. Jantung memompa darah melalui pembuluh darah arteri Anda setiap kali jantung berdetak. Ketika jantung memompa darah melalui pembuluh darah, terdapat dorongan darah terhadap dinding arteri, dorongan inilah yang disebut tekanan darah.

Tekanan darah rendah tidak memiliki dampak yang serius dalam kebanyakan kasus. Namun tekanan darah rendah terkadang bisa membuat Anda merasa lelah atau pusing. Jika hal tersebut terjadi, hipotensi dapat disebabkan oleh suatu kondisi medis yang harus diobati.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Tekanan darah diukur ketika jantung Anda berdetak, dan pada saat jantung mengisi ruangan jantung sebelum dipompa keluar jantung. Tekanan yang terjadi ketika darah dipompa oleh jantung ke pembuluh darah arteri disebut tekanan sistolik atau sistol. Sedangkan tekanan yang terjadi ketika jantung mengisi ruangan-ruangan di dalam jantung, disebut dengan tekanan diastolik.

Sistol memasok tubuh Anda dengan darah, dan diastol memasok jantung Anda dengan darah dengan mengisi arteri koroner. Tekanan darah ditulis dengan angka sistolik di atas angka diastolik. Hipotensi pada orang dewasa didefinisikan sebagai tekanan darah 90/60 atau lebih rendah.

Apa yang menyebabkan terjadinya hipotensi?

Tekanan darah setiap orang turun pada waktu-waktu tertentu. Dan seringkali tidak menyebabkan gejala yang berarti. Kondisi tertentu dapat menyebabkan kondisi hipotensi yang berkepanjangan yang dapat menjadi berbahaya jika tidak ditangani. Kondisi-kondisi ini meliputi:

  • kehamilan, karena peningkatan kebutuhan darah dari ibu dan janin yang sedang tumbuh
  • kehilangan darah dalam jumlah besar karena cedera
  • gangguan sirkulasi yang disebabkan oleh serangan jantung atau katup jantung yang rusak
  • kelemahan dan keadaan syok akibat dehidrasi
  • syok anafilaksis, bentuk reaksi alergi yang parah
  • infeksi pada aliran darah
  • gangguan endokrin seperti diabetes, insufisiensi adrenal, dan penyakit tiroid

Obat-obatan juga dapat menyebabkan penurunan tekanan darah. Beta-blocker dan nitrogliserin, yang digunakan untuk mengobati penyakit jantung, adalah salah satu contoh obat-obatan yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah. Diuretik, antidepresan trisiklik, dan obat disfungsi ereksi juga dapat menyebabkan hipotensi.

Beberapa penyebab seseorang memiliki kondisi tekanan darah rendah terkadang tidak diketahui. Bentuk hipotensi ini disebut hipotensi asimptomatik kronis, biasanya tidak berbahaya.

Jenis-jenis hipotensi

Hipotensi dibagi menjadi beberapa klasifikasi yang berbeda sesuai dengan kapan tekanan darah Anda turun.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Ortostatik
Hipotensi ortostatik adalah penurunan tekanan darah yang terjadi ketika Anda beralih dari duduk atau berbaring ke berdiri. Hipotensi ortostatik umum terjadi pada semua orang dari segala usia.

Saat tubuh menyesuaikan diri dengan perubahan posisi, ada periode dimana Anda merasa pusing. Inilah yang oleh sebagian orang disebut sebagai "melihat bintang" ketika mereka bangun.

Postprandial
Hipotensi postprandial adalah penurunan tekanan darah yang terjadi tepat setelah makan. Hipotensi postprandial adalah salah satu jenis hipotensi ortostatik. Hipotensi postprandial sering terjadi pada lansia, terutama mereka yang menderita penyakit Parkinson.

Dimediasi secara saraf
Hipotensi yang dimediasi secara saraf terjadi setelah Anda berdiri untuk waktu yang lama. Anak-anak mengalami bentuk hipotensi ini lebih sering daripada orang dewasa. Kejadian emosional yang mengganggu juga dapat menyebabkan penurunan tekanan darah.

Parah
Hipotensi berat terkait dengan syok. Syok terjadi ketika organ Anda tidak mendapatkan darah dan oksigen yang mereka butuhkan untuk berfungsi dengan baik. Hipotensi berat dapat mengancam jiwa jika tidak segera diobati.

Gejala hipotensi

Orang dengan hipotensi mungkin mengalami gejala ketika tekanan darah mereka turun di bawah 90/60. Gejala hipotensi dapat meliputi:

  • kelelahan
  • pusing
  • rasa ingin pingsan
  • mual
  • kulit lembab
  • depresi
  • hilang kesadaran
  • pandangan yang kabur

Gejala dapat berkisar pada tingkat keparahan yang ringan hingga berat. Beberapa orang mungkin hanya merasa sedikit tidak nyaman, sementara yang lain mungkin merasa sakit parah.

Perawatan untuk hipotensi

Perawatan Anda akan tergantung pada penyebab hipotensi Anda. Perawatan dapat termasuk pemberian obat untuk penyakit jantung, diabetes, atau infeksi.

Minumlah banyak air untuk menghindari hipotensi akibat dehidrasi, terutama jika Anda muntah atau diare.

Tetap terhidrasi juga dapat membantu mengobati dan mencegah gejala hipotensi yang dimediasi oleh saraf. Jika Anda menderita tekanan darah rendah ketika berdiri dalam waktu lama, pastikan untuk beristirahat sejenak. Dan cobalah untuk mengurangi tingkat stres Anda untuk menghindari trauma emosional.

Atasi hipotensi ortostatik dengan gerakan lambat dan bertahap.Jangan berdiri dengan cepat sekaligus, lakukan posisi duduk atau berdiri menggunakan gerakan kecil. Anda juga dapat menghindari hipotensi ortostatik dengan tidak menyilangkan kaki saat duduk.

Hipotensi yang diinduksi oleh syok adalah bentuk kondisi paling serius. Hipotensi berat harus segera diobati. Segera pergi ke Unit Gawat Darurat di rumah sakit terdekat jika Anda mengalami syok. Petugas UGD akan memberi Anda cairan infus dan transfusi darah untuk meningkatkan tekanan darah dan menstabilkan tanda-tanda vital Anda.

Kesimpulan

Kebanyakan orang dapat mengelola dan mencegah hipotensi secara efektif dengan memahami kondisi yang menyebabkannya dan memiliki pengetahuan tentang hipotensi itu sendiri. Pelajari penyebabnya dan cobalah untuk menghindari penyebab hipotensi sebaik mungkin. 

Jika Anda pergi ke dokter, dokter akan meresepkan Anda obat untuk meningkatkan tekanan darah. Gunakan obat sesuai dengan petunjuk dokter untuk mengatasi gejala hipotensi dan mencegah terjadinya komplikasi yang tidak diinginkan.

Selalu konsultasikan keadaan Anda dengan dokter, jika Anda mengalami gejala yang mengkhawatirkan atau pengobatan yang diberikan oleh dokter tidak memberikan hasil yang diinginkan.

Ditinjau secara medis oleh Carissa Stephens, RN, BSN, CCRN, CPN pada 24 Juni 2016 - Ditulis oleh Erica Roth

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit