Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN
Kesehatan Fisik

Sudahkah Kamu Minum Antibiotik dengan Benar?

Update terakhir: NOV 13, 2019 Tinjau pada NOV 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.256.848 orang

Sudahkah Kamu Minum Antibiotik dengan Benar?

Antibiotik merupakan salah satu penemuan terbesar yang menyelamatkan banyak nyawa sehingga banyak orang beranggapan seolah-olah antibiotik adalah obat dewa yang bisa menyembuhkan segala penyakit.

Anggapan yang sama sekali keliru ini membuat penggunaan antibiotik menjadi tidak rasional dan justru menimbulkan masalah besar dikemudian hari. Masalah apa itu dan bagaimana menghindarinya? Mari kita bahas lebih lanjut lewat artikel ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Berfungsi melindungi sistem pencernaan & memperbaiki fungsi normal saluran pencernaan saat diare, konstipasi, dan penggunaan antibiotika jangka panjang pada bayi, anak-anak ataupun dewasa. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Antibiotik adalah suatu obat yang memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri penyebab penyakit yang ada di tubuh kita. Yang perlu kamu ingat disini, antibiotik hanya berguna untuk melawan bakteri, jadi antibiotik tidak ada manfaatnya jika penyakit itu disebabkan oleh virus, jamur, parasit, atau lainnya.

Penyakit seperti batuk, pilek, diare kebanyakan bukan disebabkan oleh bakteri jadi antibiotik tidak bermanfaat disini. Penggunaan antibiotik harus mengikuti aturan yang benar sehingga tujuan untuk membunuh bakteri bisa tercapai. Penggunaan antibiotik yang tidak benar menyebabkan bakteri tidak mati dan justru menjadi kebal.

Bakteri memiliki kemampuan mengubah dirinya melalui mutasi gen untuk menghasilkan suatu zat yang membuat antibiotik menjadi inaktif, dengan kata lain menjadi kebal atau resisten terhadap antibiotik. Bakteri yang resisten ini bisa menyalurkan gen yang telah bermutasi pada bakteri lain sehingga terbentuk strain atau jenis bakteri resisten yang baru.

Antibiotik jenis lain harus diberikan untuk bisa membunuh bakteri tersebut. Semakin banyak penggunaan antibiotik, semakin besar risiko terjadi resistensi antibiotik, dan semakin sedikit pilihan antibiotik yang bisa diberikan untuk membunuh bakteri itu.

Saat ini bahkan sudah ditemukan “superbugs”, sebutan untuk bakteri yang resisten terhadap beberapa jenis antibiotik. Dengan kebalnya bakteri terhadap banyak antibiotika, mereka akan terus berkembang biak di dalam tubuh menyebabkan penyakit bertambah berat dan dapat mengancam jiwa.

Menggunakan antibiotik dengan benar

Dengan minum antibiotik secara benar menurunkan risiko terjadinya resistensi antibiotik. Selain itu, efek samping obat yang mungkin muncul bisa diminimalisir. Berikut beberapa petunjuk yang harus kamu perhatikan dalam menggunakan antibiotik:

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Berfungsi melindungi sistem pencernaan & memperbaiki fungsi normal saluran pencernaan saat diare, konstipasi, dan penggunaan antibiotika jangka panjang pada bayi, anak-anak ataupun dewasa. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

1. Jangan minum antibiotik tanpa saran dan petunjuk dari dokter

Jangan membeli sendiri antibiotik hanya karena batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau diare. Penyakit-penyakit tersebut kebanyakan disebabkan oleh virus sehingga tidak memerlukan antibiotik. Jika keluhan yang kamu rasakan semakin berat atau mengganggu, konsultasikan dengan dokter. Dokter akan menentukan apakah sakit yang sedang kamu derita memerlukan antibiotik atau tidak, berapa dosis yang harus diminum, dan berapa hari pengobatan antibiotik harus diberikan.

2. Ikuti aturan minum yang diberikan dokter dan petugas farmasi

Dalam paket obat yang diberikan oleh petugas farmasi atau apotek akan tercantum cara minum obat, misalkan apakah obat harus diminum setelah atau sebelum makan, berapa frekuensi minum obat dalam sehari, dsb.

3. Jangan mengurangi atau menambah sendiri dosis antibiotik yang diminum

Dengan mengurangi sendiri dosis obat diluar yang dianjurkan oleh dokter maka dosis antibiotik yang masuk ke tubuh tidak cukup kuat untuk membunuh bakteri dan malah memberi kesempatan bakteri untuk menjadi resisten. Di sisi lain, menambah sendiri dosis obat tanpa dasar yang benar berisiko meningkatkan efek samping obat.

4. Habiskan antibiotik yang diresepkan oleh dokter

Jangan menghentikan konsumsi antibiotik hanya karena kamu merasa kondisimu sudah membaik. Pada saat kamu merasa baikan artinya antibiotik sudah mulai menunjukkan hasil, akan tetapi bakteri belum seluruhnya mati. Apabila kamu berhenti minum antibiotik maka ada peluang bakteri dalam tubuhmu menjadi resisten.

5. Apabila kamu menderita penyakit lain atau ada obat lain yang sedang kamu konsumsi, sampaikan pada dokter

Termasuk apabila kamu menderita alergi terhadap obat tertentu. Dengan memberikan informasi yang lengkap dan jujur pada dokter artinya kamu memberikan keamanan untuk dirimu sendiri. Dokter akan meresepkan antibiotik yang sesuai dengan kondisimu.

6. Sampaikan pada dokter apabila kamu sedang hamil atau menyusui

Beberapa antibiotik tidak diperbolehkan diberikan pada ibu hamil karena berisiko menyebabkan kecacatan pada janin. Untuk ibu menyusui tanyakan apakah antibiotik yang diresepkan aman untuk bayi.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

7. Sebaiknya minum obat dengan air putih

Beberapa antibiotik dan obat lain akan berikatan dengan kalsium dalam susu sehingga tidak terserap dalam tubuh. Demikian juga dengan teh, kopi, atau jus akan mempengaruhi penyerapan antibiotik dalam tubuh. 

8. Hentikan konsumsi obat apabila kamu mengalami gejala alergi

Gejala alergi yang dapat muncul misalnya gatal-gatal, bentol-bentol pada kulit, bengkak, atau sesak. Jangan teruskan konsumsi obat tersebut dan segera periksa ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapat pengobatan anti alergi.

Pada reaksi alergi berat bisa berakibat fatal. Oleh karena itu penting untuk mencatat obat apa yang pernah menyebabkan alergi dan menyampaikan pada dokter pada setiap konsultasi.

Demikian petunjuk yang bisa kamu ikuti saat kamu mendapat pengobatan antibiotik. Pastikan mengkonsumsi antibiotik hanya atas saran dan petunjuk dokter supaya aman untukmu dan orang sekitarmu, termasuk aman dari risiko bakteri yang resisten terhadap antibiotik.

Yang terpenting, jaga kebersihan diri dan lingkungan serta konsumsi makanan yang bernutrisi supaya terhindar dari sakit. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit